Tak Lagi Dibakar, Limbah Jagung di Kawasan Transmigrasi Selaparang Kini Jadi Penyubur Tanah

Friday, 23 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Bonggol jagung dan sekam padi yang selama ini dibakar atau dibiarkan menumpuk di ladang kini bisa diubah petani di Kawasan Transmigrasi Selaparang, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi arang penyubur tanah bernama biochar. Limbah yang dulu mengganggu lingkungan itu kini punya nilai guna bagi kebun warga sendiri.

Manfaat itu dirasakan Supriadi, Ketua Kelompok Tani Cempaka Putih, Desa Seruni Mumbul. Ia mengikuti pelatihan dari Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 21 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan kini mengetahui limbah ladangnya ternyata bisa diolah kembali.

“Selama ini limbah tongkol jagung hanya kami bakar begitu saja di ladang atau dibiarkan menumpuk hingga mengganggu lingkungan. Melalui pelatihan dan pengenalan teknologi biochar dari Tim Ekspedisi Patriot ITS ini, kami jadi paham limbah tersebut bisa diolah kembali menjadi pembenah tanah yang sangat bermanfaat untuk menjaga kelembaban serta kesuburan tanah pertanian kami,” ujar Supriadi di Kawasan Transmigrasi Selaparang, NTB, Senin (19/10/2026).

Selain pelatihan, TEP 21 ITS membagikan 8 alat pembuat biochar ke delapan desa di Kawasan Transmigrasi Selaparang. Setiap desa diwakili satu anggota kelompok tani yang didampingi cara memakainya.

Penerima manfaat dipilih berdasarkan survei dan koordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan. Ketua TEP 21 ITS, Grasianto, berharap warga terus memanfaatkan teknologi ini meski tim sudah selesai bertugas di Kawasan Transmigrasi.

“Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, masyarakat kawasan dapat mengaplikasikan dan mengembangkan biochar secara mandiri dan berkelanjutan, meskipun Tim Ekspedisi Patriot ITS sudah tidak berada di sana lagi,” ujar Grasianto.

Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong generasi muda untuk berinovasi dan menghadirkan solusi melalui kedekatan dengan masyarakat serta kalangan akademisi. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo pada 16 Mei 2026.

See also  Kontribusi Pertamina Kepada Negara Capai Rp 126,7 Triliun

Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan pemerintah agar hasil kajian dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.

“Mudah-mudahan ketika masukan akademis bertemu dengan kebijakan strategis di tingkat pusat, akan lahir kebijakan yang benar-benar efektif dan dapat dijalankan dengan baik. Data empiris dari lapangan akan menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Menko IPK AHY di Jakarta, 30 Juli 2026.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara juga mendorong peserta Ekspedisi Patriot untuk bekerja maksimal dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.

“Saya memberikan satu dorongan kepada seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot: bergeraklah setiap hari. Waktu kita terbatas, hanya empat bulan. Berikan totalitas dan lakukan yang terbaik selama berada di kawasan transmigrasi. Harus ada sesuatu yang dikerjakan, ada dampaknya, dan ada manfaatnya,” kata Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Berita Terkait

Hutama Karya Siapkan Rest Area Baru di Tol Kutepat, Perjalanan ke Danau Toba Makin Nyaman
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 Sertipikat Hak Milik kepada Warga Transmigrasi Jeringo, Lombok Timur
Kementerian PU Tangani Dampak Banjir pada Sejumlah SPAM di Kota Padang, 6.000 SR Kembali Terlayani
Hutama Karya Gandeng Kejati Aceh, Perkuat Kepastian Hukum Pembangunan Infrastruktur
Kementrans dan DPR RI Perkuat Sinergi Pembangunan Kawasan Transmigrasi di Muna
BNI Jalankan Aksi Korporasi Terukur, Fundamental Bisnis Tetap Solid
Keminveshil-Kemenhub Jajaki Investasi Terminal Purabaya dan Betan Subing
Pastikan Kenyamanan Pengguna Jalan, Hutama Karya Lakukan Pemeliharaan JTTS dan Bangun Akses Baru di Tol Terpeka

Berita Terkait

Friday, 23 October 2026 - 18:24 WIB

Tak Lagi Dibakar, Limbah Jagung di Kawasan Transmigrasi Selaparang Kini Jadi Penyubur Tanah

Friday, 23 October 2026 - 18:15 WIB

Hutama Karya Siapkan Rest Area Baru di Tol Kutepat, Perjalanan ke Danau Toba Makin Nyaman

Thursday, 22 October 2026 - 15:25 WIB

Kementerian PU Tangani Dampak Banjir pada Sejumlah SPAM di Kota Padang, 6.000 SR Kembali Terlayani

Thursday, 22 October 2026 - 15:21 WIB

Hutama Karya Gandeng Kejati Aceh, Perkuat Kepastian Hukum Pembangunan Infrastruktur

Thursday, 22 October 2026 - 14:22 WIB

Kementrans dan DPR RI Perkuat Sinergi Pembangunan Kawasan Transmigrasi di Muna

Berita Terbaru