Butuh 5,5 Juta Tenaga untuk Proyek PLTS 100 GWp, ITPLN Siapkan Lulusan Terampil

Tuesday, 27 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Institut Teknologi PLN (ITPLN) memastikan akan menyiapkan talenta terampil untuk menyukseskan transisi energi di tanah air, salah satunya program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt-peak (GWp).

Dalam Podcast ET Talk ITPLN yang dipandu langsung oleh Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) mengungkapkan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) dalam program PLTS 100 GWp itu.

“Tadi saya sampaikan bahwa ITPLN mendeclair sebagai perguruan tinggi transisi energi yang salah satu fokus kami tentang PLTS. Bahkan PLTS terbaru, yang dua muka itu juga kami telah punya. Buat sahabat energi, program PLTS 100 GWp itu butuh 5,5 juta talenta terampil dalam 3 tahun ke depan, itu challenge buat kita semua,” ujar Iwa Garniwa di Jakarta, dikutip Selasa, 27 Oktober 2026.

Dia menegaskan, ITPLN harus mengambil peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri energi surya. Terlebih, ucapnya, saat ini baru sekitar 10 ribu tenaga kerja yang terserap di industri energi Surya di tanah air.

Ketua Umum AESI, Mada Ayu Habsari mengatakan, kebutuhan 5,5 juta tenaga kerja tersebut mencakup sekitar 3,5 juta pekerja di sektor manufaktur dan 2 juta pekerja lapangan. Besarnya kebutuhan itu menunjukkan bahwa pengembangan PLTS harus diikuti percepatan penyiapan tenaga kerja kompeten.

Menurut Mada, kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan SDM menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha. Apalagi, ucapnya, perkembangan teknologi energi surya berlangsung cepat sehingga peningkatan kompetensi tenaga kerja tidak bisa ditunda.

“PLTS ini sifatnya multidisiplin. Bukan hanya membutuhkan lulusan teknik elektro, sistem energi, atau teknik tenaga listrik, tetapi juga bidang hukum, keuangan, manajemen, hingga pengembangan masyarakat,” kata Mada menegaskan.

See also  Kementerian PU Kirim Sarana Air Bersih dan 2 Tim Tanggap Darurat Bantu Masyarakat Aceh Tamiang

Ia menjelaskan, pembangunan PLTS membutuhkan tenaga kerja untuk berbagai tahapan, mulai dari instalasi dan konstruksi hingga pengelolaan proyek. Selain kompetensi teknis, industri juga memerlukan tenaga manajerial yang memahami karakteristik investasi dan operasional pembangkit energi surya.

Mada menilai, ketersediaan tenaga kerja lokal pada tingkat manajerial menengah hingga atas masih perlu diperkuat. Dalam sejumlah proyek, investor asing masih membawa tenaga ahli sendiri untuk memastikan investasi berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Karena itu, AESI mendorong penerapan alih pengetahuan dan transfer teknologi agar tenaga kerja Indonesia dapat menguasai kompetensi yang dibutuhkan industri. Penggunaan tenaga kerja asing, menurut Mada, perlu mempertimbangkan ketersediaan kompetensi lokal sekaligus memastikan terjadinya transfer pengetahuan apabila keahlian tertentu masih terbatas di dalam negeri.

“Kami yakin kemampuan tenaga kerja lokal ada. Namun, jumlahnya belum banyak sehingga kemampuan tersebut belum bisa direplikasi dalam skala besar,” imbuhnya.

Untuk mempersempit kesenjangan tersebut, pihaknya menjalankan program AESI Goes to Campus guna memperkenalkan kebutuhan kompetensi industri PLTS kepada mahasiswa. Program ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang teknologi surya, tetapi juga membuka wawasan mengenai beragam peluang karier di sektor energi bersih.

Mada menekankan, pengembangan tenaga kerja transisi energi juga perlu melibatkan masyarakat. Penerimaan warga terhadap pembangunan pembangkit baru dan kemampuan mengintegrasikan teknologi ke dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian penting dari keberhasilan proyek.

“Prinsipnya, transisi energi harus memastikan no one left behind. Masyarakat harus menjadi bagian dari proses ini,” tegasnya.

ITPLN dan AESI menilai kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, serta industri diperlukan untuk memastikan kesiapan tenaga kerja sebelum proyek-proyek PLTS berkembang dalam skala besar. Dengan kebutuhan yang diproyeksikan mencapai jutaan orang, pendidikan vokasi, peningkatan keterampilan, dan penguatan kerja sama industri menjadi faktor penting untuk mendukung target pengembangan energi surya nasional.*

Berita Terkait

Transisi Energi Jadi Peluang Emas Riset Mahasiswa ITPLN
Ade Yuliasih Serahkan 10 Ribu Bibit Tanaman untuk Masyarakat Baduy, Cegah Bencana Alam
Pangkas Jarak dan Biaya, Tim Ekspedisi Patriot ITS Hadirkan Kemudahan Mendapatkan Layanan Beasiswa
Perkuat SDM Infrastruktur Berkualitas, Kementerian PU Cetak 41.824 Tenaga Kerja Konstruksi
Bahlil Targetkan PNBP ESDM Rp165 Triliun
Neraca Sehat dan Kuat, Bank Mandiri Catat Laba Rp45,5 Triliun Hingga Kuartal III 2026
Mahasiswa ITPLN Ciptakan ARUNIKA, Deteksi Banjir Bertenaga Surya
Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo, Menteri PU Percepat Penanganan Jalan Perbatasan di Kalimantan

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 08:56 WIB

Transisi Energi Jadi Peluang Emas Riset Mahasiswa ITPLN

Monday, 26 October 2026 - 12:49 WIB

Ade Yuliasih Serahkan 10 Ribu Bibit Tanaman untuk Masyarakat Baduy, Cegah Bencana Alam

Monday, 26 October 2026 - 10:28 WIB

Pangkas Jarak dan Biaya, Tim Ekspedisi Patriot ITS Hadirkan Kemudahan Mendapatkan Layanan Beasiswa

Monday, 26 October 2026 - 10:13 WIB

Perkuat SDM Infrastruktur Berkualitas, Kementerian PU Cetak 41.824 Tenaga Kerja Konstruksi

Saturday, 24 October 2026 - 18:33 WIB

Bahlil Targetkan PNBP ESDM Rp165 Triliun

Berita Terbaru

Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Nusantara Power Komang Parmita (kanan) ketika menerima piala penghargaan Energi Subroto 2026 dari Direktur Jenderal Migas KESDM, Laode Sulaeman (kiri). PLN Nusantara Power berhasil mendapatkan penghargaan Transformasi Digital Terbaik pada kategori Inovasi & Nilai melalui inovasi iCORE yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efektivitas proses bisnis dan kinerja pembangkit.

Energy

PLN Group Raih Dua Penghargaan Energi Subroto 2026

Tuesday, 27 Oct 2026 - 09:49 WIB

News

Transisi Energi Jadi Peluang Emas Riset Mahasiswa ITPLN

Tuesday, 27 Oct 2026 - 08:56 WIB