Mungkin Harus Reshuffle Kabinet Jokowi-Ma’ruf

Monday, 24 February 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ist

Foto Ist

DAELPOS.com – Direktur Indostrategi, Arif Nurul Imam mengatakan, reshuffle kabinet Jokowi-Ma’ruf memang sangat mungkin terjadi jika melihat kondisi sekarang ini. 

“Kemungkinan reshuffle kabinet tentu ada apalagi kemarin Presiden Jokowi telah menyatakan akan melakukan reshuffle,” ujar Arif Nurul Imam, Sabtu (22/2/2020). 

Arif mengungkapkan ada faktor-faktor kuat yang bisa membuat Jokowi me-reshufle kabinetnya. Dua faktor penting yakni terkait dengan kinerja dan politis.

“Yang menjadi pertimbangan reshuffle setidaknya dua faktor yaitu, kinerja dan politis. Yang kinerja jeblok dan secara politis lemah potensi kena reshuffle lebih besar,” jelasnya.

Arif menilai untuk menteri yang layak untuk dievaluasi ataupun di-reshuffle yakni Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

“Menteri yang layak dievaluasi Menkumham, Menag, Mendikbub,” katanya.

Patut Dipertanyakan

Sementara itu, Koordinator Gerakan Perubahan (Garpu) Muslim Arbi mengaku tidak memahami apa kriteria kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin jika memang akan mereshufle menteri setelah 100 hari kerja. Karena sepertinya tidak ada progres yang berarti setelah 100 kerja. Jika resufle itu dilakukan juga patut dipertanyakan bagaimana waktu merekrut orang pilihannya menjadi menteri.

“Kan baru usia 100 hari kenapa direshufle. Kalau baru 100 hari sudah direshufle berarti dahulu saat susun kabinetnya gimana? Kok sekarang sudah dibongkar lagi?”tanyanya. 

Muslm menilai, jika resufle dilakukan maka orang-orang yang menjadi menteri di kabinetnya saat ini tidak kapabel. Karena hingga kini sektor ekonomi dan politik tidak alami perbaikan. Di sisi politik malah membuat gaduh oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) soal pertentangan antara agama vs Pancasila dan salam Pancasila. 

Di sektor ekonomi juga hanya menambah utang. Kelihatannya serba bingung. Reshufle bingung, tidak reshufle juga bingung,” jelasnya.

See also  Pulihkan Lingkungan, Pemerintah dan Masyarakat Bekerja Sama Lakukan RHL di Lokasi Bencana

Muslim mengakui, di periode kedua Jokowi ini memang tidak ada program 100 hari kerja. “Rakyat tuntut 100 hari pertama di periode ke dua ini. Tapi ternyata tidak jelas. Masa 100 kerja reshufle kabinet,” paparnya. []

Berita Terkait

Menteri PU Tinjau Pembangunan Tol Semarang – Demak, Ditargetkan Selesai Tahun 2027
BNI Perkuat Intermediasi Perbankan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Wamen Todotua Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44
Menteri Dody Siapkan 5 Strategi Infrastruktur Tahun 2028, Dukung Asta Cita Presiden Prabowo
PLN EPI dan FLEXIH Inc. Jajaki Pengembangan Hidrogen Rendah Karbon Berbasis Biomassa
Mendes Yandri Sebut Asta Cita Keenam Jadikan Desa Sebagai Subjek Utama Pembangunan
Pelajari Pertanian Berbasis AI di Chongqing, Iftitah Dorong Investasi Tiongkok ke Papua dan Sulawesi
Ahmad Syauqi Kawal Revitalisasi SMK Muhammadiyah Prambanan

Berita Terkait

Sunday, 25 October 2026 - 14:37 WIB

Menteri PU Tinjau Pembangunan Tol Semarang – Demak, Ditargetkan Selesai Tahun 2027

Saturday, 24 October 2026 - 10:51 WIB

BNI Perkuat Intermediasi Perbankan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Friday, 23 October 2026 - 08:54 WIB

Wamen Todotua Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44

Wednesday, 21 October 2026 - 00:03 WIB

Menteri Dody Siapkan 5 Strategi Infrastruktur Tahun 2028, Dukung Asta Cita Presiden Prabowo

Wednesday, 21 October 2026 - 00:01 WIB

PLN EPI dan FLEXIH Inc. Jajaki Pengembangan Hidrogen Rendah Karbon Berbasis Biomassa

Berita Terbaru

Berita Utama

Closing Ceremony Hutan.ID Fest Chapter Sumatera

Sunday, 25 Oct 2026 - 17:55 WIB

Berita Utama

BNPB Pantau Karhutla di Jabar dan Jateng

Sunday, 25 Oct 2026 - 14:33 WIB