Dyah Roro Bicara Dampak Pandemi Covid-19 di Forum Internasional

Friday, 22 May 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampilan ilustrasi websait unescap.org. / Ist

Tampilan ilustrasi websait unescap.org. / Ist

DAELPOS.com – Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dyah Roro Esti Widya Putri menilai, pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah menjadi krisis kesehatan global dan menyebabkan dampak yang luar biasa terhadap ekonomi secara global. Dampak terbesar sangat dirasakan oleh masyarakat kelas ekonomi bawah (kategori miskin).

“Berdasarkan skenario yang paling optimis, Bank dunia (World Bank) memproyeksikan bahwa setidaknya 11 juta orang di seluruh Asia Timur dan Pasifik yang jatuh ke dalam kategori miskin,” ujar Dyah Roro pada The 7th Asia-Pacific Forum on Sustainable Development (APFSD) 2020 diadakan secara virtual, Rabu (20/5/2020).

Dijelaskannya, berdasarkan laporan dari UNDP mengenai dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi Covid-19, ada sekitar 1,3 miliar orang yang bekerja di sektor informal yang kehilangan pekerjaan di seluruh Asia dan Pasifik. Tidak hanya itu, pandemi Covid-19 juga mempengaruhi aksesibilitas energi. Banyak pembangunan pembangkit listrik dihentikan, karena penghentian kegiatan konstruksi dan supply chain system.

“Untuk di Indonesia sendiri, saat ini PLN (Perusahaan Listrik Negara) telah menunda ataupun menghentikan beberapa proyek pembangkit listrik akibat pandemi ini, sehingga peningkatan aksesibilitas energi menjadi tertunda,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI itu.

Dalam kesempatan itu, politisi Frakai Partai Golkar ini menyampaikan gagasan mengenai langkah strategis apa yang dapat dilakukan pasca pandemi. Ia berharap terjadi peningkatan kegiatan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi sehingga dapat meningkatkan permintaan listrik atau energi secara global.

Selain itu, menurutnya, implementasi Energi Baru Terbarukan (EBT) membutuhkan dukungan regulasi yang kuat. Maka dari itu, adanya political will dari negara-negara di seluruh dunia sangat krusial. Saat ini, terdapat 183 negara di dunia sudah melakukan ratifikasi COP21: Paris Agreement tahun 2015 yang telah diterjemahkan dalam Nationally Determined Contribution (NDC).

See also  Siaran Televisi Analog Resmi Dihentikan, DPR Minta Kominfo Segera Distribusikan STB Gratis

Indonesia sendiri telah meratifikasi Paris Agreement dengan target khususnya untuk sektor energi yaitu EBT sebesar 23 persen dalam bauran energi nasional pada Tahun 2025. Perkembangan per 2020, besaran EBT dalam bauran energi nasional saat ini adalah sebesar 9,15 persen (energi bersumber dari fosil masih mendominasi: Minyak sebesar 33,58 persen, gas 20,12 persen, dan batubara sebesar 37,15 persen). Sementara untuk persentase kapasitas pembangkit listrik yang bersumber dari EBT di Indonesia adalah sebesar 12,2 persen (10.169 MW).

Ditambahkannya, dalam menangani masalah global seperti perubahan iklim, diperlukan adanya pendekatan secara lintas disiplin. Pada dasarnya penyelesaian masalah global seperti ini memerlukan upaya bersama secara tim dari semua sektor, seperti Pemerintah, CSO, akademisi, sektor swasta, BUMN dan pemuda, agar tujuan tersebut dapat tercapai dengan jauh lebih cepat. “Dengan kata lain gotong royong menjadi kunci yang sangat penting dalam menangani masalah global seperti yang telah disebutkan tadi,”pungkasnya.

Selain Dyah Roro dari Indonesia, dalam forum tahunan berbagai negara yang ditujukan untuk memastikan tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) dunia ini juga dihadiri oleh Sekretaris-Jenderal Deputi PBB Amina J. Mohammed, Sekretaris Eksekutif ESCAP Armida Salsiah Alisjahbana, Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai, Menteri Reformasi Legislasi dan Hubungan Luar Parlemen, Republik Timor Leste Fidelis Magalhaes dan Profesor Kesehatan Global, Imperial College London David Nabarro. 

Berita Terkait

Semangat Sumpah Pemuda di SNKR 2026, Insan Muda Hutama Karya Raih Best Speaker Lewat Inovasi Lean Construction
Kementerian PU Targetkan Jalan Akses Pusat Pemerintahan Papua Selatan Rampung November 2026
Progres Capai 57,5 Persen, Hutama Karya Jaga Mutu Pembangunan RSUD Muaradua
BP Batam dan Bakom RI Bagikan Kunci Pembangunan Kawasan dan Komunikasi Publik
Hutama Karya Perkuat Kontribusi Keilmuan dan Hadirkan Inovasi pada Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16
HUT ke-22 DPD Tak Mau Sekadar Seremonial, Sultan Najamudin Dorong Donor Darah Serentak di 38 Provinsi
DPD RI Dorong Penguatan Kampung Nelayan Merah Putih
Aspirasi Daerah Dorong Pembaruan UU Ketransmigrasian, Komite I DPD RI Buka Ruang Pra-Pembahasan

Berita Terkait

Sunday, 11 October 2026 - 18:10 WIB

Semangat Sumpah Pemuda di SNKR 2026, Insan Muda Hutama Karya Raih Best Speaker Lewat Inovasi Lean Construction

Saturday, 10 October 2026 - 19:57 WIB

Kementerian PU Targetkan Jalan Akses Pusat Pemerintahan Papua Selatan Rampung November 2026

Friday, 9 October 2026 - 20:54 WIB

Progres Capai 57,5 Persen, Hutama Karya Jaga Mutu Pembangunan RSUD Muaradua

Friday, 9 October 2026 - 17:41 WIB

BP Batam dan Bakom RI Bagikan Kunci Pembangunan Kawasan dan Komunikasi Publik

Friday, 9 October 2026 - 12:38 WIB

Hutama Karya Perkuat Kontribusi Keilmuan dan Hadirkan Inovasi pada Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. / foto ist

Megapolitan

Pemprov DKI Usulkan Modal Dasar Bank Jakarta Naik Jadi Rp26 Triliun

Sunday, 11 Oct 2026 - 18:26 WIB

 Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Syahganda Nainggolan / foto ist

Berita Terbaru

Syahganda: Prabowo Dorong Ekonomi Inklusif untuk Rakyat

Sunday, 11 Oct 2026 - 18:18 WIB