Hadapi Krisis Lingkungan Perlu Peran Aktif Milenial

Tuesday, 7 July 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Baru beberapa hari yang lalu, di akhir bulan Juni, suhu lingkar Arktik mencapai suhu 38 derajad Celcius, jauh lebih tinggi dari suhu rata-rata normalnya selama 30 tahun terakhir yaitu sekitar 10- 12 derajad Celcius. Kondisi ini membuktikan pemanasan global terus terjadi, dan generasi milenial akan menerima akumulasi dampaknya pada masa depan. Milenial perlu menyadari hal ini, dan perlu lebih aktif untuk turut dalam aksi menghadapi krisis lingkungan saat ini, demikian kata Mahawan Karuniasa, Pendiri dan Direktur Environment Institute pada acara Ngobrol Aspirasi Lestari (Ngopi). Sedangkan Jonathan dari Friedrich Naumann Foundation (FNF) dalam pembukaannya mengatakan acara ini juga bentuk pembelajaran bagi kaum muda dalam menyampaikan aspirasi pelestarian lingkungan yang konstruktif.

Diskusi interaktif “Ngopi” diselenggarakan dalam jaringan oleh Environment Institute dengan dukungan dari FNF, Climate Institute dan Radesa Institute pada Selasa, 7 Juli 2020. Acara menyasar para kaum milenial untuk menyuarakan pemikirannya maupun berbagi pengalaman aksi-aksi pelestarian lingkungan. Para pembicara muda yang hadir yaitu Maghfiroh dari Radesa Institute, Putri dari Climate Institute, dan Sofia dari Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, dengan moderator Billy Ariez dari Environment Institute.

Dampak kerusakan lingkungan, termasuk pemanasan global dan perubahan iklim umumnya tidak langsung datang, namun baru muncul beberapa tahun kemudian. Bencana banjir dan longsor yang terjadi saat ini antara lain sebagai akibat kerusakan lingkungan yang terjadi di waktu yang lalu. Seperti banjir besar khususnya di Jabodetabek yang terjadi pada tanggal 1 Januari 2020 bukanlah datang tiba-tiba, namun akumulasi dari kondisi ekologis dan meningkatnya cuaca ekstrim.

Generasi muda atau kelompok milenial perlu sadar atas hak untuk memperoleh lingkungan yang lestari termasuk di masa datang. Hak ini jelas dijamin Undang-Undang Dasar dan menjadi mandat kepada semua komponen bangsa untuk menjaga lingkungan. Namun sebaliknya, selain sadar atas hak, kaum milenial juga perlu memahami peran dan kewajiban untuk turut dalam melestarikan lingkungan hidup, demikian tutup Mahawan.

See also  Menteri Halim Ingin Seluruh Kades Raih Gelasr Sarjana

Berita Terkait

Kementerian PU Alirkan Air Dengan Pompa Untuk 15 Hektar Sawah di Pinrang
Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap III Tanah Datar Rampung Tahun 2027
Kementerian PU Jaga Pasokan Air Irigasi 2.563 Hektare Sawah di Bantul dan Kulon Progo
Kementerian PU Pulihkan Layanan Air dan Sanitasi di Lima Daerah Sumut
Kementerian PU Siapkan 160 Ribu Meter Kubik Air Jelang Panen Raya di Wanam
Ekspedisi Patriot Bantu Warga Klamono Atasi Krisis Air Kolam
Pascabanjir Tapanuli Tengah, Kementerian PU Perkuat Tebing Sungai
Kementerian PU Percepat Penanganan Permanen 5 Klaster Jalan Nasional Terdampak Banjir di Sumut

Berita Terkait

Friday, 2 October 2026 - 07:53 WIB

Kementerian PU Alirkan Air Dengan Pompa Untuk 15 Hektar Sawah di Pinrang

Thursday, 1 October 2026 - 19:01 WIB

Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap III Tanah Datar Rampung Tahun 2027

Wednesday, 30 September 2026 - 22:44 WIB

Kementerian PU Jaga Pasokan Air Irigasi 2.563 Hektare Sawah di Bantul dan Kulon Progo

Tuesday, 29 September 2026 - 22:57 WIB

Kementerian PU Pulihkan Layanan Air dan Sanitasi di Lima Daerah Sumut

Tuesday, 29 September 2026 - 09:58 WIB

Kementerian PU Siapkan 160 Ribu Meter Kubik Air Jelang Panen Raya di Wanam

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Friday, 2 Oct 2026 - 12:41 WIB