Kemenkop dan UKM Beri Dukungan pada GBS Sebagai Gerai Oleh-oleh Khas Kabupetan Bekasi

Monday, 20 July 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Upaya ‘Gerai Bunda Sugih’ menghimpun produk lokal sebagai oleh-oleh khas Kabupaten Bekasi, adalah langkah yang perlu mendapat dukungan dari semua pihak. Mengingat, upaya tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam rangka meningkatkan kesejahteraan kaum wanita, khususnya kaum ibu-ibu di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Hal ini, merupakan target PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam memberikan bantuan permodalan untuk usaha,” ujar Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Prof Rully Indrawan, saat ditemui wartawan, di sela-sela kunjungannya di ‘Gerai Bunda Sugih’, di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, beberapa hari yang lalu.

Karenanya, dalam kesempatan itu Prof Rully menggandeng PNM untuk membantu kaum ibu-ibu yang menjadi pelaku usaha produk lokal yang dikumpulkan sebagai oleh-oleh khas Kabupaten Bekasi.

“Saya kira ini memiliki profek yang sangat bagus. Apalagi ‘Gerai Bunda Sugih’ (GBS) berada di tempat yang sangat strategis di Kabupaten Bekasi ini. Termasuk komitmen pengelolanya yang sangat tinggi. Semoga apa yang dirintis Ibu Sugih ini dapat menghasilkan buah yang baik untuk ke depannya. Terutama bagi kelompok-kelompok ibu-ibu produktif di Kabupaten Bekasi ini,” ujar Prof Rully.

Menurut dia, PNM itu hadir, sebagai solusi peningkatan kesejahteraan melalui akses permodalan, pendampingan dan program peningkatan kapasitas para pelaku usaha, khususnya bagi untuk membantu permodalan bagi kaum ibu-ibu yang bergerak di lingkup usaha mikro.

Tak hanya itu, kata Prof Rully, ada juga lembaga layanan umum (BLU) di Kementerian Koperasi dan UKM, seperti Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang saat ini dikhususkan untuk membantu koperasi.

“Bahkan kita juga membantu pelatihan atau diklat-diklat, seperti menyangkut kemasan dan permasalahan lainnya agar menjadi lebih baik ke depannya. Termasuk di dalamnya terkait bantuan pengurusan hak merek,” ujarnya.

See also  Jadi Ibu Kota Provinsi Baru, Merauke Punya Tiga Tugas Penting

Terkait bantuan pembiayaan yang akan dilakukan PNM terhadap GBS nantinya, Hadi Purwanto selaku pemimpin PNM ULaMM Cabang Kabupaten Bekasi, mengatakan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu mengecek persyaratan yang dibutuhkan sesuai dengan mekanisme aturan yang berlaku.

Sebagaimana diketahui, pinjaman modal untuk usaha mikro dan kecil dengan pembiayaan langsung bagi perorangan dan badan usaha melalui Unit Layanan Modal Mikro (PNM ULaMM).

PNM ULaMM dilengkapi dengan pelatihan, jasa konsultasi, pendampingan, serta dukungan pengelolaan keuangan dan akses pasar bagi nasabah.

PNM ULaMM menjadi gerai layanan di bawah satu atap (one stop shopping) bagi para pengusaha mikro dan kecil, yang dilengkapi dengan berbagai dukungan teknis bagi peminjam. Tujuannya adalah, membantu usaha mikro dan kecil agar terus berkembang sekaligus mempercepat kemajuan usahanya.

“Nanti akan kami sosialisasikan terkait besaran plapon yang bisa diberikan, termasuk besaran bunga yang akan dikenakan kepada penerima bantuan permodalan. Yang jelas, sejak PNM ini berdiri, untuk di Bekasi ini, kami sudah menyalurkan bantuan sebesar 514 miliar,” ujar Hadi, kepada wartawan, Beberapa hari yang lalu.

Sementara itu, inisiator terbentuknya GBS, Sri Sugiarti, atau biasa disapa Sugih ini, mengharapkan agar pemerintah memberikan perhatian terhadap pelaku usaha kaum ibu-ibu yang tergabung dalam GBS.

“Ya harapannya tentu agar kami mendapatkan akses permodalan dari pemerintah ya, terutama dari PNM atau LPDB. Karena, masalah permodalan memang menjadi kendala bagi kami selama ini, terutama untuk mengembangkan usahanya. Padahal, potensi yang ada di Kabupaten Bekasi, saya melihatnya sangat bagus, sehingga diperlukan dukungan dari semua pihak, termasuk dari pemerintah,” ujar Sri.

Apalagi, katanya, pelaku UKM wanita dalam hal ini ibu-ibu, saat ini berjumlah sekitar 100 orang. “Tapi sampai saat ini baru sekitar 60 orang yang bergabung dari 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi,” ujarnya menambahkan.

See also  Gus Halim: Jangan Sampai Nilai-nilai Luhur Desa Luntur Akibat Konflik Pilkades

Bahkan, kata Sri, GBS juga memberikan pelatihan-pelatihan kepada para anggotanya, termasuk pengurusan ijin badan hukum dan pendampingan sehingga para pelaku UKM bisa berdiri sendiri dan berkembang sebagaimana mestinya.

“Mudah-mudahan, keberadaan GBS, menjadi solusi bagi kaum ibu-ibu pelaku UKM yang ada di Kabupaten Bekasi. Karena itu, saya berharap program-program pemerintah bisa diimplementasikan ke bawah, agar bisa dirasakan oleh masyarakat menengah ke bawah,” katanya lebih lanjut.

Berita Terkait

DPR Setujui RUU Satu Data Indonesia Jadi Undang-Undang
Kementerian PU Suplesi Air untuk Jaga 8.845 Hektare Sawah di Nganjuk
Kementerian PU Perkuat Jembatan Kr Tingkeum untuk Mudahkan Konektivitas dan Lindungi Dari Daya Rusak Sungai
Kementerian PU Kerahkan Pompa hingga Sumur Bor untuk Jaga Ketersediaan Air bagi 3.330 Hektare Sawah di Jatim
Kapal Kayu Lapuk, Ekspedisi Patriot Ajari Warga Segun Bikin Kapal Fiberglas
Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los untuk Dukung Aktivitas Ekonomi
Gotong Royong Perbaiki Jembatan, Patriot Transmigrasi dan Warga Mamasa Buka Akses Pengeringan Kopi
Kementerian PU Alirkan Air Dengan Pompa Untuk 15 Hektar Sawah di Pinrang

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 09:59 WIB

DPR Setujui RUU Satu Data Indonesia Jadi Undang-Undang

Wednesday, 7 October 2026 - 08:19 WIB

Kementerian PU Suplesi Air untuk Jaga 8.845 Hektare Sawah di Nganjuk

Tuesday, 6 October 2026 - 22:23 WIB

Kementerian PU Perkuat Jembatan Kr Tingkeum untuk Mudahkan Konektivitas dan Lindungi Dari Daya Rusak Sungai

Monday, 5 October 2026 - 22:31 WIB

Kementerian PU Kerahkan Pompa hingga Sumur Bor untuk Jaga Ketersediaan Air bagi 3.330 Hektare Sawah di Jatim

Monday, 5 October 2026 - 15:08 WIB

Kapal Kayu Lapuk, Ekspedisi Patriot Ajari Warga Segun Bikin Kapal Fiberglas

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara, serta penyerahan hasil penguasaan kembali kawasan hutan tahap kedelapan, yang digelar di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Foto Istimewa

Berita Terbaru

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan

Wednesday, 7 Oct 2026 - 12:50 WIB

Nasional

DPR Setujui RUU Satu Data Indonesia Jadi Undang-Undang

Wednesday, 7 Oct 2026 - 09:59 WIB