Sri Mulyani Klaim Bansos Covid-19 Dicairkan Tepat Waktu

Sunday, 18 July 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengklaim bantuan sosial (bansos) yang dianggarkan pemerintah untuk keluarga miskin terdampak pandemi Covid-19 telah dicairkan tepat waktu. Pihaknya berjanji akan terus menggenjot pencairan dana dalam semester kedua tahun 2021 agar sesuai jadwal.

Menkeu mengungkapkan bahwa anggaran untuk program keluarga harapan (PKH) telah dicairkan sebesar Rp28,32 triliun. Uang itu diterima oleh 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) per bulan April 2021. Sedangkan bulan Juni hingga Juli telah mencapai Rp15,79 triliun. Sisanya akan diberikan sampai Desember.

“Ini on track dan selalu tepat waktu. Bahkan kita selalu mengumpulkan dalam tiga bulan dan dibayarkan di depan,” katanya dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Sabtu, 17 Juli.

Bansos lain juga telah berjalan dan dicairkan sesuai jadwal. Di antaranya, kartu sembako bagi 18,8 juta KPM dengan anggaran Rp40,31 triliun di bulan Januari hingga Maret, yang total penerimanya baru 15,9 juta. Meskipun belum seluruhnya, Sri mengatakan pemerintah menjamin Kementerian Sosial sanggup menggenjot pencairan hingga 100 persen. Para penerima bantuan akan mendapat Rp200 ribu per bulan.

“Hari ini sudah dicairkan Rp24,11 triliun atau 59,8 persen dari total anggaran Rp40,31 triliun program kartu sembako,” tuturnya.

Sri Mulyani mengatakan program bantuan sosial tunai (BST) yang diperuntukkan bagi 10 juta KPM di mana masing-masing mendapatkan Rp300 ribu per bulan hingga bulan Juni baru diterima oleh 9,6 juta KPM. Adapun anggaran per bulannya mencapai Rp2,89 triliun, dengan total dana yang dialokasikan sebesar Rp18,08 triliun.

“Artinya untuk enam bulan ini ada 10 juta yang bisa dibantu dengan Rp300 ribu per bulan. Anggaran yang Rp18 triliun sudah dicairkan Rp12,31 triliun atau 68,1 persen ini yang akan kita tambahkan,” ujarnya

See also  Miliki Peta Jalan yang Jelas, PLN Dinilai Terdepan Dalam Transisi Energi

Berita Terkait

PLN EPI dan FLEXIH Inc. Jajaki Pengembangan Hidrogen Rendah Karbon Berbasis Biomassa
Mendes Yandri Sebut Asta Cita Keenam Jadikan Desa Sebagai Subjek Utama Pembangunan
Pelajari Pertanian Berbasis AI di Chongqing, Iftitah Dorong Investasi Tiongkok ke Papua dan Sulawesi
Ahmad Syauqi Kawal Revitalisasi SMK Muhammadiyah Prambanan
SPBU Bakal Hadir di Tidung, Karya, dan Kelapa
Sidak SPPG Cadek, Sudaryono Tekankan Kepatuhan SOP dan Akurasi Data
Bertemu Mahasiswa Indonesia di Beijing, Iftitah: Ilmu Pengetahuan Harus Jadi Solusi Nyata bagi Rakyat
Di Peking University, Mentrans Iftitah Paparkan Industrialisasi di Luar Jawa untuk Buka Lapangan Kerja

Berita Terkait

Wednesday, 21 October 2026 - 00:01 WIB

PLN EPI dan FLEXIH Inc. Jajaki Pengembangan Hidrogen Rendah Karbon Berbasis Biomassa

Tuesday, 20 October 2026 - 13:20 WIB

Mendes Yandri Sebut Asta Cita Keenam Jadikan Desa Sebagai Subjek Utama Pembangunan

Sunday, 18 October 2026 - 17:29 WIB

Pelajari Pertanian Berbasis AI di Chongqing, Iftitah Dorong Investasi Tiongkok ke Papua dan Sulawesi

Saturday, 17 October 2026 - 18:22 WIB

Ahmad Syauqi Kawal Revitalisasi SMK Muhammadiyah Prambanan

Thursday, 15 October 2026 - 12:54 WIB

SPBU Bakal Hadir di Tidung, Karya, dan Kelapa

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Bank Mandiri Perkuat Fundamental Bisnis dengan Neraca yang Tetap Sehat

Tuesday, 20 Oct 2026 - 16:10 WIB