Disbud DKI Gelar Pameran Budaya Suku Bahari

Saturday, 3 December 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta mengapresiasi peluncuran pameran temporer bertema “Art. The Fact!: Suku Bangsa Bahari Nusantara”  yang digelar oleh Museum Bahari Jakarta. Pameran dengan target peserta anak-anak dan keluarga ini dibuka sejak tanggal 2 Desember 2022 hingga 2 Maret 2023 di Ruang Pameran Temporer lantai 1, Gedung A, Museum Bahari, Jakarta Utara.

Art.The.Fact! merupakan rangkaian kegiatan pameran temporer yang diselenggarakan dengan memvisualisasikan narasi museum menjadi instalasi media seni rupa. Pameran ini akan menampilkan bagaimana suku bahari Indonesia dimanifestasikan melalui materi budaya dan instalasi ilustrasi seni. 

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana mengatakan, pameran tentang suku-suku bahari ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai budaya suku bahari dan pengaruhnya terhadap perubahan global, serta memahami nilai-nilai tradisional suku bahari nusantara dalam mempraktikkan gaya hidup.

“Melalui pameran ini, diharapkan masyarakat dapat menyebarkan informasi serta memperkaya wawasan melalui koleksi tangible (berwujud) maupun intangible (tidak berwujud) terkait budaya suku bahari nusantara. Selain itu, juga agar generasi muda tergerak untuk terus melestarikan budaya serta terbangun rasa cinta terhadap kekayaan sejarah bangsa,” ujar Iwan di Jakarta, Sabtu (3/12).

Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta, Mis’ari mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan para seniman untuk menanggapi isu-isu inklusivitas dan tantangan perubahan global. Selain itu, Mis’ari mengatakan, fokus utama dari pameran ini adalah bagaimana tanggapan dari suku bahari dapat disampaikan. 

“Tidak hanya melalui narasi, tetapi juga divisualisasikan melalui ilustrasi yang dapat dipahami dalam bahasa yang sesederhana mungkin, yaitu bahasa untuk anak-anak. Pameran ini kami harapkan dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar di museum dan diharapkan anak-anak dapat merespons secara interaktif melalui titik-titik interaktif yang kami sediakan, ” ujar Ari.

See also  Kemenkes Ingatkan Penyakit tak Libur Saat Libur Lebaran, Waspadai Demam Berdarah dan HFMD

Lebih lanjut, Mis’ari mengatakan, kearifan lokal dengan memanfaatkan alam dengan gaya hidup berkelanjutan yang dilakukan oleh suku bahari telah dilakukan sejak lama. Namun, visualisasi narasi mengenai kearifan lokal suku bahari masih sangat terbatas. Seperti kearifan lokal suku Lamalera yang melakukan perburuan paus dengan prinsip kelestarian agar keseimbangan alam tetap terjaga, dan suku Mandar yang memanfaatkan hasil sumber daya alam seperti kerang laut, namun tetap menjunjung tinggi kelestariannya.

“Oleh karena itu, kami berdedikasi untuk menyampaikan informasi ini melalui pameran yang diharapkan mampu menggambarkan budaya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan, hingga alat yang mereka gunakan untuk melaksanakan tradisi lokalnya, dan visualisasi lainnya yang relevan,” imbuh Ari. 

Perlu diketahui, pameran temporer ini dikuratori oleh Dr. Supratikno Rahardjo (Arkeolog Univ. Indonesia), Hilman Handoni (Museolog Univ. Indonesia), Burhanudin Aziz, M.Hum. (Peneliti Independen), dan Abdul Rahman Hamid. Selain itu, desainer artistik yang telah memberikan sentuhannya pada pameran ini yaitu Zamrud Setya Negara dan Tunggul Setiawan dari Galeri Nasional Indonesia.

Berita Terkait

Pertagas Raih 7 Penghargaan CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2026
Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa untuk Tangani Kekeringan Sawah di Bekasi
Wamendes Ariza Apresiasi Perusahaan yang Berkontribusi Nyata Bangun Desa
Ekspedisi Patriot dan Warga Yuruf Bangun Jembatan Darurat di Perbatasan Keerom
OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Digital
Biji Pala Werianggi-Werabur Diolah Jadi Pembersih Tangan Organik
Perkuat Rasa Aman Pengguna Jalan, HKA Gelar Simulasi Vertical Rescue di Tol KUTEPAT
Hadapi Kekeringan, Kementerian PU Selamatkan 141.440 Ha Sawah dan Penuhi Kebutuhan Air Bagi 1,75 Juta Jiwa

Berita Terkait

Tuesday, 29 September 2026 - 14:16 WIB

Pertagas Raih 7 Penghargaan CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2026

Monday, 28 September 2026 - 21:55 WIB

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa untuk Tangani Kekeringan Sawah di Bekasi

Monday, 28 September 2026 - 15:50 WIB

Wamendes Ariza Apresiasi Perusahaan yang Berkontribusi Nyata Bangun Desa

Sunday, 27 September 2026 - 23:04 WIB

Ekspedisi Patriot dan Warga Yuruf Bangun Jembatan Darurat di Perbatasan Keerom

Saturday, 26 September 2026 - 23:12 WIB

OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Digital

Berita Terbaru

foto ist

Megapolitan

Bansos KAJ, KLJ, dan KPDJ September Mulai Dicairkan

Tuesday, 29 Sep 2026 - 15:13 WIB

foto ist

Olahraga

Sempat Tertekan, Bintang/Sofyan Tembus 8 Besar Asian Games 2026

Tuesday, 29 Sep 2026 - 13:31 WIB