Smelter Titanium Senilai Rp1,3 Triliun di Bangka Belitung Jadi Pionir

Saturday, 9 December 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Indonesia memiliki potensi besar dalam upaya pengembangan industri smelter titanium karena memiliki cadangan mineral yang melimpah. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian mendukung adanya investasi di sektor tersebut, lantaran sejalan dengan kebijakan prioritas pemerintah, yakni hilirisasi.

“Pemerintah secara aktif memacu hilirisasi industri dalam rangka peningkatan nilai tambah bahan baku mineral di dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Peluncuran Smelter Titanium PT. Bersahaja Berkat Sahabat Jaya di Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (7/12)

Dalam kesempatan tersebut, Menperin memberikan apresiasi kepada PT. Bersahaja Berkat Sahabat Jaya yang telah merealisasikan investasinya untuk pembangunan industri pengolahan atau pemurnian (smelter) ilmenite menjadi produk titanium slag. Perusahaan ini menjadi smelter titanium yang pertama di Indonesia, dan saat ini progress pembangunannya sudah mencapai 75 persen. Dengan dibangunnya smelter tersebut, Indonesia dapat meningkatkan nilai tambah dalam industri ini, mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan nilai tambah dalam rantai pasok industri.

Ilmenite merupakan salah satu sumber unsur titanium (Ti) yang dibutuhkan untuk membuat berbagai paduan performa tinggi. Ilmenite terbentuk sebagai mineral utama dalam batuan beku mafik, terkonsentrasi dalam suatu lapisan dan ditemukan sebagai limbah dari pertambangan timah atau pertambangan pasir zirconium. 

Menperin menyampaikan, sebagian besar ilmenite yang ditambang di seluruh dunia digunakan untuk menghasilkan titanium dioksida (Ti02), pigmen, kapur putih, dan polishing abrasif. “Adanya smelter titanium dengan bahan baku Ilmenite ini tentunya akan dapat meningkatkan nilai tambah dari bijih mineral dan menciptakan lapangan kerja di sektor industri hilirisasi, terutama di sektor industri yang memanfaatkan titanium seperti industri alat-alat kesehatan, pesawat terbang, pesawat luar angkasa, dan peralatan militer,” paparnya.

See also  Berbagi Tips Jaga Kesehatan dan Tetap Produktif dalam Bincang Inspirasi ASN Edisi Tiga

Terdapat lima alasan yang membuat Menperin bangga menghadiri peresmian peluncuran smelter titanium ini. Pertama, merupakan smelter titanium pertama di Indonesia. Kedua, pendirian smelter PT. Bersahaja Berkat Sahabat Jaya diinisiasi oleh anak muda. Ketiga, investasi smelter ini 100% merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Keempat, terdapat rencana pengembangan ke hilirisasi produk turunan lainnya. “Yang terakhir, perusahaan ini dipimpin oleh putera daerah,” Agus menjelaskan.

Direktur Utama PT Bersahaja Berkat Sahabat Jaya, Arbi Leo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemenperin atas dukungan pada proyek smelter titanium. Ia menegaskan, pihaknya terus melakukan inovasi sejalan dengan mandat pemerintah yang bertujuan menghilirisasi setiap potensi mineral yang ada di setiap daerah.

Smelter Titanium ini dibangun di Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung dengan investasi Rp1,3 triliun, berkapasitas produksi 100 metrik ton per hari, dan akan memainkan peran dalam memenuhi kebutuhan titanium di dalam negeri maupun global.

“Kami mengharapkan smelter ini sebagai langkah maju dalam meningkatkan sektor industri dan kemandirian negara dalam memproduksi titanium. Karenanya, dukungan terhadap PT Bersahaja dapat ikut memajukan daerah dan juga Indonesia,” ucap Arbi. 

Investasi tumbuh 9,5 persen

Menperin mengemukakan, industri logam dasar merupakan salah satu sektor unggulan yang menjadi penggerak utama pada pertumbuhan industri pengolahan nasional, dengan capaian kontribusi sebesar 10,86 persen (y-on-y) pada triwulan III tahun 2023. Sumbangsih yang signifikan tersebut seiring adanya peningkatan permintaan ekspor untuk produk logam dasar. 

“Selama triwulan III-2023, pertumbuhan ekspor produk industri logam mengalami ekspansi sebesar 1,72 persen (y-on-y), dan pertumbuhan impor produk industri logam mengalami penurunan atau kontraksi sebesar 24,97 persen (y-on-y), sehingga neraca perdagangan industri logam dasar mengalami surplus sebesar USD5,6 miliar,” sebutnya. Selain itu, kinerja yang gemilang juga ditorehkan oleh subsektor industri logam dasar melalui realisasi investasi yang tumbuh sebesar 9,50 persen.

See also  Buka Proliga 2020, Menpora Ingin Pembinaan Voli Indonesia Terus Ditingkatkan

Agus menjelaskan, pertumbuhan subsektor industri logam dasar sejalan dengan capaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada November 2023 yang menunjukan indikasi ekspansi, yaitu pada level 52,43 atau meningkat 1,73 poin dibandingkan Oktober 2023. “Subsektor industri logam dasar dengan KBLI 24 juga masih berada pada level ekspansi,” ujarnya. 

Sedangkan, hasil Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia juga tercatat positif, yakni berada di level 51,7 pada November 2023. Ini menandakan bahwa prestasi ekspansi terjadi selama 27 bulan berturut-turutm yang juga menunjukkan bahwa kebijakan pengembangan industri sudah pada jalur yang benar dan kepercayaan diri dari para pelaku industri masih tinggi atau optimistis.

“Kabar baik dari sektor industri ini, juga turut andil karena adanya pembangunan industri smelter seiring dengan program hilirisasi yang diharapkan dapat memberikan penyediaan bahan baku yang beragam serta dalam jumlah yang cukup. Sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan sektor industri lainnya,” papar Menperin.

Guna semakin meningkatkan kinerja industri manufaktur di tanah air, Agus menegaskan, pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan dan inisiatif untuk menarik investasi dalam upaya mengakselerasi pendirian industri baru dan perluasan industri yang sudah ada. “Contohnya, jumlah perusahaan industri logam dasar terus menunjukkan peningkatan,” imbuhnya.

Adanya peningkatan investasi memberikan dampak positif terhadap penambahan jumlah penyerapan tenaga kerja. “Salah satu di antaranya adalah pertumbuhan industri smelter yang ada di Maluku Utara, Sulawesi tengah, Sulawesi Tenggara, dan beberapa lokasi lainnya, termasuk di Kepulauan Bangka Belitung yang akan turut menyumbang dalam peningkatan jumlah penyerapan tenaga kerja lokal ke depannya,” pungkas Agus.

Berita Terkait

TEP ITB Dorong Digitalisasi Layanan Kesehatan di Papua
Jaga Konektivitas Trans Kalimantan, Kementerian PU Preservasi 2 Jembatan Panjang Sungai Kapuas di Kalteng
Irigasi Cimanuk Cisanggarung Hasil Rehabilitasi Hutama Karya Perkuat Ketahanan Pangan di Jawa Barat
TEP UI-Kementrans Dokumentasikan Lima Sub-Suku Dayak
Perkuat Pasokan Air Irigasi Pertanian, Kementerian PU Siapkan Tujuh Sumur Dalam di KSPEAN Wanam
Perkuat Kepatuhan Hukum, Hutama Karya Sinergi dengan Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta
Cegah Gagal Panen, Kementerian PU Selamatkan 8.000 Hektare Sawah di Lampung dari Intrusi Air Laut
Dukung Asta Cita Presiden, 2 Sekolah Rakyat di Sulbar Siap Tampung 1.680 Siswa

Berita Terkait

Monday, 12 October 2026 - 18:50 WIB

TEP ITB Dorong Digitalisasi Layanan Kesehatan di Papua

Monday, 12 October 2026 - 18:21 WIB

Jaga Konektivitas Trans Kalimantan, Kementerian PU Preservasi 2 Jembatan Panjang Sungai Kapuas di Kalteng

Saturday, 10 October 2026 - 11:07 WIB

TEP UI-Kementrans Dokumentasikan Lima Sub-Suku Dayak

Friday, 9 October 2026 - 20:56 WIB

Perkuat Pasokan Air Irigasi Pertanian, Kementerian PU Siapkan Tujuh Sumur Dalam di KSPEAN Wanam

Friday, 9 October 2026 - 08:05 WIB

Perkuat Kepatuhan Hukum, Hutama Karya Sinergi dengan Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta

Berita Terbaru

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria / foto ist

Ekonomi - Bisnis

Danantara Siapkan PT Kawasan Industri Indonesia, Kelola 35.000 Hektare

Monday, 12 Oct 2026 - 18:55 WIB

Nasional

TEP ITB Dorong Digitalisasi Layanan Kesehatan di Papua

Monday, 12 Oct 2026 - 18:50 WIB

Energy

Srikandi PLN: Soft Skill Jadi Kunci Bersaing di Era AI

Monday, 12 Oct 2026 - 18:31 WIB