Pesan Presiden kepada Menkes Kabinet Indonesia Maju

Thursday, 24 October 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Usai dilantik Presiden siang tadi, Menkes Terawan Agus Putranto kembali ke RSPAD Gatot Subroto di Jakarta untuk mengikuti acara perpisahan dengan staf di RSPAD. Di sana sudah menunggu Sekretaris Jenderal Kemenkes RI Oscar Primadi dan beberapa pejabat eselon 2 Kemenkes. (24/10/2019)

Menkes Terawan menceritakan prosesi penentuannya sebagai Menkes oleh Presiden kemarin. Diceritakan, usai makan bersama keluarga pk. 17.00 tanggal 22 Oktober 2019, dr. Terawan mendapat telepon untuk datang ke Istana menggunakan pakaian putih hitam.

Sebagai dokter kepresidenan, tidak asing bagi Menkes Terawan untuk bolak balik ke istana. Namun kali ini panggilan ke istana dari Presiden Jokowi untuk menanyakan kesiapannya menjadi Menteri Kesehatan.

”Saya tentara. Saya diperintah apapun siap,” tuturnya.

Saat Presiden menanyakan apakah sudah mengetahui isu kesehatan, Menkes Terawan menjawab, ”Saya akan pelajari isu-isu kesehatan. Yang penting saya tahu visi dan misi Bapak Presiden,” tambahnya.

Menurut Menkes ada 5 hal yang dipesankan Presiden kepadanya, yaitu pengendalian stunting, pengelolaan BPJS Kesehatan, mengendalikan mahalnya harga obat-obatan, penggunaan alat kesehatan produk dalam negeri di rumah sakit, serta membenahi peraturan peraturan yang tumpang tindih.

Menkes Terawan menyatakan bahwa pada kesempatan awal akan bertemu dengan BPJS Kesehatan dan IDI. sumber : kemenkes.go.id

See also  Anies: Kerjasama dengan Pertanian Bentuk Terima Kasih ke Petani

Berita Terkait

TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub
Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa
Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal
Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027
Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan
Mendes Yandri Ajak Keluarga Besar Al-Khairiyah Bangun Desa Lewat Ekonomi
Olah Kelapa Jadi Parutan Kering, Warga Pulau Bacan Malut Tambah Pendapatan
Hadiri Pameran Trade Expo Indonesia, Mendes Ingin Produk Hilirisasi Desa Go Internasional

Berita Terkait

Monday, 19 October 2026 - 16:28 WIB

TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub

Monday, 19 October 2026 - 16:19 WIB

Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa

Monday, 19 October 2026 - 13:37 WIB

Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal

Sunday, 18 October 2026 - 20:30 WIB

Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027

Sunday, 18 October 2026 - 20:18 WIB

Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan

Berita Terbaru