Triwulan 3, PGN Alirkan 3007 BBTUD & Terus Kembangkan Infrastruktur Gas

Tuesday, 29 October 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) berhasil membukukan pendapatan sebesar USD 2.81 miliar atau Rp. 39,8 triliun (kurs rata-rata triwulan 3 tahun 2019 Rp 14.174/USD) jakarta (25/10/2019)

Pendapatan tersebut berasal dari hasil penjualan gas sebesar USD 2.18 miliar, penjualan minyak dan gas USD 292,2 juta, dari transmisi gas USD 181,1 juta dan pendapatan usaha lainnya sebesar USD 156,6 juta.

Per September 2019, PGN berhasil meraih laba operasi sebesar USD 406,90 juta dan laba bersih USD 129,10 juta atau setara Rp 1,82 triliun (kurs Rp 14.174/USD). Adapun EBITDA perseroan hingga triwulan 3 mencapai USD 724,52 juta.

“Kami bersyukur kinerja PGN sebagai sub-holding gas terus tumbuh positif tahun ini. Kami berusaha menjaga momentum pertumbuhan ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun,” jelas Rachmat Hutama, Sekretaris Perusahaan PGN di Jakarta.

Rachmat menjelaskan sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional di berbagai sektor bisnis, PGN juga akan terus membangun dan memperluas infrastruktur gas bumi. Tingginya kebutuhan energi di dalam negeri merupakan peluang bagi PGN untuk mengoptimalkan penggunaan gas bumi.

Selama periode Januari – September 2019 PGN berhasil menyalurkan gas bumi sebesar 3.007 BBTUD. Rinciannya, volume gas distribusi sebesar 971 BBTUD, dan volume transmisi gas bumi sebesar 2.036 BBTUD dan melayani 371.941 pelanggan di seluruh sektor dari kelistrikan, industri, transportasi, komersial dan rumah tangga.

Terbaru, PGN resmi mengelola operasional jaringan gas (jargas) rumah tangga Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Pasuruan dan Probolinggo.

Dalam upaya optimalisasi pemanfaatan gas bumi domestik, infrastruktur gas adalah keniscayaan. Sebagai sub holding migas, saat ini total jaringan pipa gas PGN lebih dari 10.000 kilometer. PGN juga mengoperasikan 2 FSRU, 1 land-based regasification terminal, 64 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) dan 4 mobile refueling unit (MRU).

Tidak berhenti sampai di situ, PGN juga tengah merampungkan pembangunan pipa transmisi Gresik – Semarang sepanjang 267 kilometer. Pembangunan ditargetkan rampung pada Maret tahun depan di mana saat ini progresnya hampir 100 persen. Bukan hanya itu, untuk memastikan optimalisasi penggunaan gas bumi di Jateng, PGN juga bakal 25 Oktober 2019 membangunan pipa distribusi Semarang – Kendal – Ungaran sepanjang 96 kilometer. Di Sumatera, PGN tengah mengerjakan pembangunan pipa Duri – Dumai tahap II sepanjang 67 kilometer.

Beragam pembangunan infrastruktur yang dilakukan PGN itu, semata-mata demi optimalisasi penggunaan gas bumi. Terdekat, dengan rampungnya pembangunan pipa gas Gresik – Semarang dan Duri – Dumai, maka konektivitas jaringan gas Jawa – Sumatera tinggal selangkah lagi. Praktis, tinggal menyisakan pipa Semarang – Cirebon dan Medan – Dumai. Sedangkan untuk mengantisipasi permasalahan pasokan, PGN juga sedang membangun LNG Terminal di Teluk Lamong, Surabaya. Pembangunan LNG Terminal berkapasitas 40 BBTUD yang terbagi dalam tiga fase itu ditargetkan beroperasi akhir tahun ini dan rampung keseluruhan pada 2023 mendatang.

Integrasi moda transportasi gas bumi baik berbasis pipa maupun non pipa yang diupayakan, diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah pasar sehingga pemanfaatan gas bumi domestik dapat meningkat.

Optimalisasi penggunaan gas bumi sangat bermanfaat untuk mengurangi beban subsidi pemerintah. Rachmat Hutama, Sekretaris Perusahaan PGN menjelaskan, Ditengah tantangan dan perlambatan ekonomi global dan domestik, PGN berusaha mengoptimalkan setiap peluang yang ada untuk memperkuat bisnis perseroan. Pembangunan infrastruktur gas bumi untuk menjangkau pasar-pasar baru juga terus dilakukan di berbagai daerah. Sementara untuk memastikan ketersediaan pasokan gas, PGN mengkombinasikan gas sumur dan Liquid Natural Gas (LNG) dari berbagai sumber.

Sesuai rencana kerja PGN hingga 2024, perusahaan akan membangun sejumlah infrastruktur baru di antaranya jaringan pipa transmisi dan distribusi masing-masing sepanjang 528 kilometer dan 500 kilometer. Lalu, 7 LNG filling station untuk truk/kapal, 5 FSRU, 3,59 juta sambungan rumah tangga dan 17 fasilitas LNG untuk mensuplai kebutuhan kelistrikan dan menjangku wilayah geografis dengan karakterisktik kepulauan di seluruh Indonesia. PGN juga akan menggenjot program jargas rumah tangga untuk menekan subsidi energi di sektor tersebut. Di 2025, PGN ditargetkan mengoperasionalkan 4,7 juta sambungan rumah tangga. (RED) Tag.pgn.go.id

See also  Presiden Joko Widodo Dijadwalkan Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah

Berita Terkait

Kementerian PU Pulihkan Trans Sulawesi Usai Banjir Parigi Moutong
Kementerian PU Normalisasi Saluran Sekunder Tambun, 875,68 Hektare Sawah di Karawang Terairi
CESGS Apresiasi Sepuluh Perusahaan melalui ESG Leadership Award 2026
Tindak Lanjuti Asesmen, Kementerian PU Mulai Bongkar Rumah Ibadah Terdampak Gempa Flores
Cegah Banjir Tanjungpinang, Menteri PU Dorong Penanganan dari Sungai hingga Muara
Kementerian PU Perkuat Dukungan Air untuk Tangani Karhutla di Kalimantan dan Jambi
Kementerian PU Bangun 375 Infrastruktur Sanitasi di Sumut, Libatkan Pekerja Lokal
Selamatkan 18,6 Hektare Sawah di Sumbawa, Kementerian PU Salurkan 25 Ribu Liter Air Irigasi

Berita Terkait

Tuesday, 1 September 2026 - 19:13 WIB

Kementerian PU Pulihkan Trans Sulawesi Usai Banjir Parigi Moutong

Tuesday, 1 September 2026 - 18:50 WIB

Kementerian PU Normalisasi Saluran Sekunder Tambun, 875,68 Hektare Sawah di Karawang Terairi

Tuesday, 1 September 2026 - 18:34 WIB

CESGS Apresiasi Sepuluh Perusahaan melalui ESG Leadership Award 2026

Monday, 31 August 2026 - 22:22 WIB

Tindak Lanjuti Asesmen, Kementerian PU Mulai Bongkar Rumah Ibadah Terdampak Gempa Flores

Monday, 31 August 2026 - 15:03 WIB

Cegah Banjir Tanjungpinang, Menteri PU Dorong Penanganan dari Sungai hingga Muara

Berita Terbaru

Megapolitan

Kepulauan Seribu Pacu Inovasi Warga Jadi Penggerak Ekonomi

Wednesday, 2 Sep 2026 - 00:07 WIB

News

DKI Tegur 23 Bangunan yang Belum Kantongi SLF

Tuesday, 1 Sep 2026 - 22:40 WIB