Agus Gumiwang: Industri Masih Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional

Wednesday, 6 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Industri pengolahan konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional, termasuk pada triwulan III tahun 2019 yang mencapai 19,62 persen. Sementara itu, laju industri pengolahan tercatat tumbuh 4,15 persen secara tahunan (y-o-y).

“Kita melihat industri pengolahan masih menjadi salah satu motor penggerak utama pada pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III-2019, sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari lapangan usaha industri pengolahan sebesar 0,86 persen. Sedangkan, di periode yang sama, pertumbuhan ekonomi berada di angka 5,02 persen.

Pertumbuhan 5,02 persen tersebut, dinilai masih cukup baik di tengah kondisi ekonomi regional yang mengalami ketidakpastian akibat perang dagang antara Amerika Serikat dengan China. Indonesia masih cukup tahan menghadapi ketegangan perang dua negara itu yang tercatat sebagai mitra dagang utama.

BPS merinci, industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 8,33 persen (y-o-y), karena didukung oleh peningkatan crude palm oil (CPO) yang sejalan dengan konsumsi domestik CPO. Industri furnitur juga tercatat tumbuh 6,93 persen (y-o-y) lantaran didorong meningkatnya permintaan dari luar negeri.

Menperin Agus menegaskan, pihaknya tetap fokus untuk semakin meningkatkan daya saing industri nasional agar bisa lebih kompetitif di kancah global. Oleh karena itu, berbagai langkah strategis akan dijalankan untuk merevitalisasi industri manufaktur di dalam negeri.

“Kami terus memacu produktivitas industri kita supaya bisa memenuhi kebutuhan pasar domestik dan mengisi permintaan ekspor. Apalagi, Indonesia punya pasar yang sangat besar. Ini yang menjadi potensi bagi kita,” tuturnya.

Kemudian, kebijakan hilirisasi akan terus dijalankan guna meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri. Upaya strategis ini dinilai memberikan efek berganda yang luas bagi perekonomian, seperti pada peningkatan penyerapan tenaga kerja dan penerimaan devisa dari ekspor.

Iklim investasi kondusif

Menperin Agus menyampaikan, pemerintah bertekad untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui beberapa upaya strategis. Misalnya, memberikan kemudahan izin usaha serta memfasilitasi insentif fiskal dan nonfiskal.

“Dengan adanya investasi masuk, kita akan bisa memperkuat struktur industri manufaktur di dalam negeri. Dari investasi itu juga bisa memacu produktivitas dan menghasilkan produk substitusi impor,” ujarnya.

Guna menggenjot daya saing industri nasional, diperlukan pula perbaikan rantai pasok yang terintegrasi dari hulu sampai hilir. Berikutnya, dukungan ketersediaan bahan baku, sumber daya manusia kompeten, dan suplai energi yang cukup dengan harga yang kompetitif.

Di samping itu, Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan untuk melakukan transformasi sektor manufaktur di dalam negeri supaya mampu menghadapi perkembangan era industri 4.0. Implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 diyakini akan membangkitkan kembali industri manufaktur di Tanah Air.

“Dengan pemanfaatan teknologi industri 4.0, akan mendorong peningkatan produktivitas sektor industri secara lebih efisien. Hal ini karena telah terbangunnya konektivitas melalui teknologi digital. Misalnya, menggunakan internet of things atau artificial intelligence,” paparnya.

Kemudian, Pemerintah juga berupaya memperluas akses pasar ekspor untuk industri manufaktur. Sebab, selama ini produk pengolahan nonmigas menjadi andalan dalam pencapaian nilai ekspor nasional. “Misalnya, kita perluas pasar ekspor ke negara-negara potensial seperti di Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika,” sebut Agus.

Menperin menambahkan, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, pemerintah memprioritaskan pengembangan lima sektor manufaktur yang dinilai mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Kelima sektor tersebut, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronika. “Tidak hanya menyasar kepada sektor skala besar saja, kami juga tetap memprioritaskan pada pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) yang juga menunjukkan geliat yang baik untuk berperan meningkatkan pertumbuhan sektor industri manufaktur,” tandasnya. (RED)

See also  Menteri Johnny: Perkuat Komitmen dan Kolaborasi

Berita Terkait

Kementerian PU Buka Usulan Lokasi Penerima Manfaat P3-TGAI Tahun 2027, Sasar 13.296 Lokasi di Indonesia
Wujudkan Visi Energi Mandiri Presiden, Transmigrasi Di Teluk Wondama Beralih Ke Panel Surya dan Biogas
Menteri Dody Dukung Infrastruktur Konektivitas hingga Pengendalian Banjir di Banten, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
BULOG Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan
Dukung Swasembada Pangan Presiden Prabowo, Nelayan Fakfak Untung Tiga Kali Lipat dari Olahan Ikan
Hutama Karya Paparkan Rencana Trase Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin, Bupati Padang Pariaman Tekankan Manfaat bagi Masyarakat
Dukung Arahan Presiden Prabowo, TEP UNAIR Periksa 1.000 Sapi untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Manokwari
Menteri Dody Siapkan Sumur Bor untuk Pemenuhan Air Bersih di Tidore Kepulauan

Berita Terkait

Sunday, 1 November 2026 - 17:52 WIB

Kementerian PU Buka Usulan Lokasi Penerima Manfaat P3-TGAI Tahun 2027, Sasar 13.296 Lokasi di Indonesia

Saturday, 31 October 2026 - 18:25 WIB

Wujudkan Visi Energi Mandiri Presiden, Transmigrasi Di Teluk Wondama Beralih Ke Panel Surya dan Biogas

Saturday, 31 October 2026 - 18:23 WIB

Menteri Dody Dukung Infrastruktur Konektivitas hingga Pengendalian Banjir di Banten, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Friday, 30 October 2026 - 17:49 WIB

BULOG Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan

Friday, 30 October 2026 - 17:35 WIB

Dukung Swasembada Pangan Presiden Prabowo, Nelayan Fakfak Untung Tiga Kali Lipat dari Olahan Ikan

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Keminveshil Jajaki Peluang Investasi Strategis dengan Azerbaijan

Monday, 2 Nov 2026 - 07:05 WIB

Energy

Inovasi AI Limbah Elektronik Antar Mahasiswa ITPLN Juara 1

Monday, 2 Nov 2026 - 06:53 WIB

Energy

Pertamina Perluas Akses Pasar, Hadirkan SMEXPO di Bekasi

Sunday, 1 Nov 2026 - 18:09 WIB