Mendagri Minta Pemda Follow Up Kegiatan Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda

Wednesday, 13 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta Pemerintah Daerah menindaklanjuti hasil dan pemaparan dari Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

“Kami harap Rakornas ini dapat di follow up untuk bersinergi terutama untuk memasukkan program nasional ke dalam program kerja dan anggaran daerah di samping kebutuhan khas masing-masing daerah,” kata Mendagri.
Sebagaimana pemaparan Presiden Joko Widodo terkait Lima Program Prioritas Pembangunan Nasional, Pemda dan Forkopimda diminta untuk mengantisipasi potensi dan kerawanan yang tengah dihadapi bangsa Indonesia terutama yang berkaitan dengan faktor internal dan faktor global.

“Penekanan beliau menggarisbawahi tentang antisipasi potensi dan kerawanan yang harus dihadapi bangsa Indonesia, bonus demografi, ketersediaan lapangan kerja, dan pengangguran, problem neraca perdagangan, situasi eskternal yang menyangkut persaingan global yang lebih kompetitif yang dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang menurun, bahkan beberapa negara mengalami resesi seperti Hongkong, ini harus kita antisipasi dengan baik,” kata Mendagri.

Tak hanya itu, dalam membangun SDM yang unggul dan infrastruktur pelayanan dasar, sebelumnya telah diterjemahkan para Menko dan Menteri dalam program yang lebih riil untuk dilaksanakan oleh Pemda sesuai kebutuhan. Hal ini masih berhubungan dengan SDM dan penyerapan tenaga kerja.

“Bapak Presiden juga menekankan bagaimana membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya, agar angkatan kerja dapat mendapatkan pekerjaan, sehingga dalam persaingan global kita tidak kalah. Untuk itu perlu pembangunan SDM yang unggul, dan ini sudah diterjemahkan oleh sejumlah Menteri terutama dalam bidang kesehatan dan pendidikan, serta infrastruktur untuk membangun pelayanan dasar yang telah dibahas dalam panel tersendiri,” terang Mendagri.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga meminta agar penyederhanaan regulasi dilakukan hingga tingkat Pemda untuk membuka investasi seluas-luasnya.

See also  Hari Ozon Internasional Tahun 2020: KLHK Siapkan Teknisi R-AC Kompeten dan Luncurkan Aplikasi MontiR-AC Untuk Kurangi Penipisan Lapisan Ozon

“Penyederhanaan regulasi jadi titik tekan beliau, banyaknya aturan di tingkat perundang-undangan menyebabkan beliau ingin melakukan omnibus law, beliau juga meminta ajaran Pemda untuk menyederhanakan aturan yang ada agar fokusnya pada penyederhanaan perizinan untuk investasi swasta dan lapangan kerja, bahasa presiden untuk ini ‘tutup mata saja dan langsung tandatangani’,” jelas Mendagri.

Untuk transformasi ekonomi, Presiden juga meminta untuk tidak bergantung pada Sumber Daya Alam tetapi mampu mengarah pada sisi manufaktur. Namun, kelima prioritas pembangunan tersebut tidak akan berjalan dengan lancar tanpa stabilitas politik dan keamanan.

“Pembangunan tidak bisa berjalan tanpa stabilitas keamanan, stabilitas politik relatif terjaga pasca kontestasi Pemilu, beliau minta kondisi ini dijaga, bukan hanya di tingkat nasional tapi juga di tingkat daerah. Oleh karena itu Pemda dan Forkopimda dapat terus bersinergi jaga stabilitas politik bersama untuk menciptakan stabilitas politik di daerah masing-masing,” tutup Mendagri.(PRY)

Berita Terkait

Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola
Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman
Kementerian PU Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Setelah Putusan Hukum Inkrah
Petakan Tata Kelola Agraria Kawasan Transmigrasi, TEP UNHAS Inisiasi Forum Diskusi di Fakfak Timur
Dukung Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045, Hutama Karya Gelar ‘HK Mengajar’ di Universitas Bung Hatta
Kementerian PU Berhentikan Sementara ASN Tersangka Narkotika
Dorong Budidaya Rumput Laut Berkelanjutan, Hutama Karya Hadirkan HK Bio Care di Lampung
Anak Transmigran Senggi Petakan Kampung dan Titipkan Harapan untuk Pembangunan Kawasan

Berita Terkait

Monday, 21 September 2026 - 20:50 WIB

Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola

Monday, 21 September 2026 - 19:42 WIB

Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman

Monday, 21 September 2026 - 12:53 WIB

Kementerian PU Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Setelah Putusan Hukum Inkrah

Sunday, 20 September 2026 - 16:52 WIB

Petakan Tata Kelola Agraria Kawasan Transmigrasi, TEP UNHAS Inisiasi Forum Diskusi di Fakfak Timur

Sunday, 20 September 2026 - 12:20 WIB

Dukung Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045, Hutama Karya Gelar ‘HK Mengajar’ di Universitas Bung Hatta

Berita Terbaru

foto istimewa

Olahraga

Indonesia Tekuk Vietnam 3-0, Bidik Posisi Kelima

Monday, 21 Sep 2026 - 19:16 WIB

Berita Terbaru

DPD RI, BRIN dan ICMI Siapkan Kajian RUU Kecerdasan Artifisial

Monday, 21 Sep 2026 - 18:27 WIB