Biaya Operasional Tinggi, Koperasi Minta Subsidi Bunga KUR Mikro Dinaikkan

Friday, 15 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Koperasi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) meminta pemerintah untuk menambah presentase subsidi bunga KUR Mikro. Hal itu karena tingginya biaya operasional petugas di lapangan, karena memakai sistem jemput bola ke nasabah. Selain itu, koperasi juga harus memberikan pendidikan literasi keuangan pada calon penerima KUR mikro, terkait dengan manajemen keuangan.

“Kami menyambut baik penurunan suku bunga KUR turun menjadi 6 persen pada 2020 dari sebelumnya 7 persen, dan plafon KUR Mikro dinaikkan menjadi Rp 50 juta dari sebelumnya Rp 25 juta, namun kami juga mengajukan usulan usulan berdasarkan kenyataan di lapangan,” ujar GM Koperasi Kredit Obor Mas, Kab Sikka, Maumere NTT, Leonardus Frediyanto, usai menghadap Menkop dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Jum’at (15/11/2019).

Yanto panggilan akrabnya menjelaskan, pada dasarnya penerima KUR di NTT tidak banyak yang ngemplang kredit, terbukti setelah tiga tahun berjalan menjadi penyalur KUR, kredit bermasalah (NPL) KUR di Kopdit Obor Mas hanya di sekitar 0 persen saja.

“Masalahnya adalah petugas kami harus jemput bola dan jarak antara penerima KUR satu dengan lainnya amat jauh, sementara petugas kami terbatas, kami juga harus memberikan mereka literasi keuangan dulu, karena KUR ini kan mensyaratkan pelaporan keuangan meski sederhana,” ujar Yanto.

Selain itu, ia juga meminta keringanan masa pembayaran IJP (Imbal Jasa Penjaminan) yang dalam aturan harus dibayarkan sekaligus misalnya tiga tahun sesuai kredit kepada penerima KUR, menjadi dibayar perbulan. ” Pasalnya jika dibayar sekaligus, likuiditas kami bisa jadi akan terganggu,” tambahnya.

Ia juga mengusulkan adanya KUR pendidikan bagi anggota dan keluarganya. Pasalnya ketika anak-anak anggota KSP ini mau kuliah, membutuhkan biaya cukup besar.

See also  Mensos Risma Motivasi Pelamar Agar Tidak Kecil Hati Bila Tidak Lolos Seleksi

KSP Kopdit Obor Mas adalah satu dari tiga koperasi penyalur KUR. Dua lainnya adalah Kospin Jasa Pekalongan dan KSP Guna Dana Prima, Kab Badung Bali.

Kopdit Obor Mas kini memiliki aset Rp 732 miliar dengan jumlah anggota 90 ribu orang dan memiliki 16 cabang. Tahun 2019 ini Kopdit Obor Mas mendapat plafon penyaluran KUR sebesar Rp 150 miliar, namun karena permasalahan-permasalahan diatas, penyaluran sampai triwulan III 2019 baru mencapai Rp 4 miliar.
Kopdit ini memiliki fasilitas Anjungan Tunai  Mandiri (ATM) dan jaringan server data anggota tersambung ke Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kopdit Obor Mas juga menjalani audit keuangan secara rutin setiap tahun.

Jadi Masukan

Sementara itu Deputi Bidang Kelembagan Luhur Pradjarto mengatakan usulan dari KSP Obor Mas selaku penyalur KUR alan jadi masukan berharga bagi pemerintah untuk dibahas bagaimana solusinya.
” Yang jelas usulan pertama agar plafon KUR Mikro dinaikkan jadi Rp 50 juta sudah dikabulkan dan akan berlaku pada 2020. Yang lainnya akan dibahas di komite kebijakan sistem keuangan,” kata Luhur.

Bahwa ada permasalahan di lapangan menunjukkan, koperasi penyalur KUR sudah melakukan tugasnya dalam menyalurkan KUR.

“Karena koperasi ini sistemnya jemput bola, maka ada biaya biaya ekstra yang harus dikeluarkan. Penerima KUR pada dasarnya siap bayar, namun mereka karena satu dan lain hal, tidak bisa mendatangi kantor cabang koperasi ,” kata Luhur.

Luhur menambahkan, Kemenkop dan UKM memberikan apresiasi tinggi pada KSP Obor Mas yang telah melakukan spin off dan kini membentuk PT untuk bergerak di sektor produksi. ” Ini hal yang bagus, karena KSP juga harus mulai melirik sektor produksi sebagai usaha lainnya,” tambah Luhur. (PRY)

Berita Terkait

TEP UI-Kementrans Dokumentasikan Lima Sub-Suku Dayak
Perkuat Pasokan Air Irigasi Pertanian, Kementerian PU Siapkan Tujuh Sumur Dalam di KSPEAN Wanam
Perkuat Kepatuhan Hukum, Hutama Karya Sinergi dengan Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta
Cegah Gagal Panen, Kementerian PU Selamatkan 8.000 Hektare Sawah di Lampung dari Intrusi Air Laut
Dukung Asta Cita Presiden, 2 Sekolah Rakyat di Sulbar Siap Tampung 1.680 Siswa
Ubah Limbah Jadi Biogas, Warga Manokwari Selatan Hemat Energi & Biaya
Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan
Kementerian PU Salurkan 136 Ribu Liter Air untuk Warga dan Penanganan Karhutla di Sorong

Berita Terkait

Saturday, 10 October 2026 - 11:07 WIB

TEP UI-Kementrans Dokumentasikan Lima Sub-Suku Dayak

Friday, 9 October 2026 - 20:56 WIB

Perkuat Pasokan Air Irigasi Pertanian, Kementerian PU Siapkan Tujuh Sumur Dalam di KSPEAN Wanam

Friday, 9 October 2026 - 08:05 WIB

Perkuat Kepatuhan Hukum, Hutama Karya Sinergi dengan Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta

Thursday, 8 October 2026 - 16:18 WIB

Cegah Gagal Panen, Kementerian PU Selamatkan 8.000 Hektare Sawah di Lampung dari Intrusi Air Laut

Thursday, 8 October 2026 - 12:48 WIB

Dukung Asta Cita Presiden, 2 Sekolah Rakyat di Sulbar Siap Tampung 1.680 Siswa

Berita Terbaru

Menpora RI Erick Thohir menyerahkan trofi kepada Marco Bezzecchi sebagai juara Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, NTB, Minggu (11/10). (foto:fajar/kemenpora.go.id)

Berita Utama

Erick Thohir: MotoGP Mandalika Bukan Sekadar Ajang Balap

Monday, 12 Oct 2026 - 13:17 WIB

Berita Utama

Apresiasi Nasabah, BNI Ajak Nikmati MotoGP dari Bukit 360 Mandalika

Monday, 12 Oct 2026 - 13:08 WIB

Berita Utama

Mentrans Dukung BP Batam Perluas Investasi di Rempang

Monday, 12 Oct 2026 - 12:58 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani / foto ist

Berita Terbaru

Puan Minta Keselamatan Korban Banjir Padang Jadi Prioritas

Monday, 12 Oct 2026 - 12:50 WIB