DAELPOS.xom – PT Bank Bukopin Tbk. menargetkan pertumbuhan outstanding produk fleksi Rp3 triliun pada tahun depan. Produk layanan pembayaran ini mendatangkan pundi-pundi komisi bagi perseroan.
Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk. Eko Rachmansyah Gindo menyampaikan perseroan cukup fokus pengembangan produk fleksi. Selain karena kualitasnya yang baik, potensi pengembangan produk ini masih cukup besar.
“Per Oktober tahun ini, total outstanding-nya sudah mencapai Rp1,2 triliun. Sampai akhir tahun bisa mencapai Rp1,5 triliun dan meningkat dua kali lipat tahun depan,” katanya dalam Public Expose Bank Bukopin. (15/11/2019).
Eko memaparkan produk fleksi ini berupa pembayaran tagihan para pelaku usaha, seperti listrik, dan kesehatan bagi rumah sakit.
Terbaru, perseroan juga akan mengembangkan produk fleksi oksigen bagi para pengelola rumah sakit, yang potensinya bisnisnya cukup besar.
Eko mengatakan, pembayaran tagihan ini merupakan salah satu produk untuk mengganti kebutuhan modal kerja para pelaku usaha.
“Meski memiliki tenornya pendek dan plafonnya tidak besar, tetapi transaksi yang dilakukan secara berkesinambungan ini membuat kualitasnya lebih terjaga. Di sisi lain kami mendapat fee based income 1,1% per bulan,” katanya.
Sebagai informasi, perseroan memiliki total outstanding kredit Rp62,3 triliun pada kuartal ketiga tahun ini. Porsi kredit segmen komersial adalah sekitar 30%, sudah turun jauh dari awal tahun yang berada pada 34%.(RED)







![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)
