Mentan Syahrul Ajak Masyarakat untuk Konservasi Lahan

Thursday, 5 December 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementan Pertanian (Kementan) mengajak semua pihak agar melakukan konservasi lahan untuk mencegah terjadinya erosi tanah dan kerusakan alam. Pencegahan kerusakan bisa dilakukan dengan cara mengoptimalkan drainase dan melakukan rotasi tanam yang mampu mengoptimalkan peresapan air.

“Di pikiran saya, tanah ini sangat luar biasa karena memberikan sumber kehidupan. Kalau begitu kita harus perlakukan tanah ini sebaik mungkin,” ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri Hari Tanah Sedunia di Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP), Cimanggu, Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/12).

Syahrul mengatakan, bersikap abai dan sewenang-wenangan terhadap tanah dan lahan akan menimbulkan banyak kerugian bagi bangsa dan negara. Oleh karena itu, Syahrul mengajak agar semua pihak memperlakukan tanah dan lahan secara baik.

“Sekali lagi, tanah itu akan menghukum kita jika diperlakukan secara sewenang-wenang. Makanya kita harus bersahabat dengan alam. Kalau lahan gambut menjadi titik api, itu tandanya ada sesuatu dengan alam kita. Ada yang salah dengan perlakuan kita,” katanya.

Menurut Syahrul, lahan seperti tanah gambut harus diperlakukan dengan penuh kasih sayang, serta memiliki tujuan pasti untuk kemaslahatan semua orang. Apalagi, Indonesia adalah negara tropis yang memiliki kekayaan alam subur ketimbang negara-negara lain di dunia.

“Mari kita hadirkan kehidupan yang berkasih sayang pada dunia, pada alam dan pada semua mahluk hidup. Saya mohon, kita semua berdiri tegak untuk bangsa ini,” katanya.

Syahrul berharap, Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang terus mengembangkan sistem teknologi canggih yang bisa mengukur perlakuan tanah di Indonesia. Dia ingin, kehadiran teknologi mampu menunjang semua perkembangan teknologi digitalisasi 4.0 untuk pertanian.

“Hari ini kita sudah mulai mendapatkan titik yang jelas terkait pengelolaan lahan dengan teknologi yang dimiliki. Oleh karena itu kita harus memanfaatkan hasil analisis ini dan menjadi pedoman dalam bercocok tanam. Toh dengan artificial intelligence yang kita miliki, kita bisa melihat kapan gambut terbakar, kapan tanah kita dimanfaatkan dan berapa banyak kebutuhan lahan kita,” katanya.

See also  Warga Jakarta Antusias Kunjungi PRJ 2022

Mengenai hal ini, Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjri Jufri menyampaikan bahwa teknologi yang digunakan saat ini sudah memasuki babak baru, dimana hampir semua elemen pertanian sudah menggunakan sistem analisa teknologi.

“Untuk tanah misalnya, kami sudah menggunakan teknologi Smart Soil Sensing Kit yang bisa mengukur berapa unsur hara didalam. tanah dan berapa urea yang dibutuhkan. Ini adalah kekuatan besar yang akan kita sebarkan di tingkat desa dan kecamatan,” katanya.

Melalui teknologi ini, kata Jufri, pemerintah juga bisa mengetahui berapa pupuk yang dibutuhkan untuk satu hektar area sawah. Sehingga, pola ini mampu menutup ruang penyalahgunaan pupuk yang selama ini dikhawatirkan banyak pihak.

“Kita tahu berapa pupuk yang dibutuhkan dan berapa alokasi pupuk yang harus disebat. Kita ingin maksimalkan apa yang ada dan meminimalisir penyalahgunaan pupuk,” tukasnya.

Sebagai catatan, peringatan hari tanah sedunia tersebut meliputi kegiatan edukasi mengolah tanah yang baik. Edukasi ini diberikan langsung kepada pelajar SD, TK sampai perguruan tinggi. Selain itu, pemerintah juga melaunching peta gambut Indonesia yang mencapai 13,4 juta hektare.

Berita Terkait

DPD RI Dorong Penguatan Kampung Nelayan Merah Putih
Aspirasi Daerah Dorong Pembaruan UU Ketransmigrasian, Komite I DPD RI Buka Ruang Pra-Pembahasan
Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Buku Deru-Deru
Dwi Ajeng Soroti Penguatan BPK RI Hadapi Kompleksitas Pengawasan Keuangan Negara
HUT ke-81 TNI Digelar Sederhana, Prabowo-Jokowi-SBY Hadir
HUT ke-81 TNI, Kemhan Komitmen Perkuat Pertahanan Nasional
HUT ke-28, Bank Mandiri Bayarkan Dividen Interim Rp6,16 Triliun
Kementerian PU Kerahkan 13 Pompa Untuk 120 Ha Sawah di Jatim

Berita Terkait

Tuesday, 6 October 2026 - 19:42 WIB

DPD RI Dorong Penguatan Kampung Nelayan Merah Putih

Tuesday, 6 October 2026 - 16:11 WIB

Aspirasi Daerah Dorong Pembaruan UU Ketransmigrasian, Komite I DPD RI Buka Ruang Pra-Pembahasan

Monday, 5 October 2026 - 13:30 WIB

Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Buku Deru-Deru

Monday, 5 October 2026 - 13:28 WIB

Dwi Ajeng Soroti Penguatan BPK RI Hadapi Kompleksitas Pengawasan Keuangan Negara

Monday, 5 October 2026 - 13:26 WIB

HUT ke-81 TNI Digelar Sederhana, Prabowo-Jokowi-SBY Hadir

Berita Terbaru