Indonesia Bangun Kawasan Pusat Keuangan Syariah Internasional

Monday, 9 December 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemancangan Perdana Menara Syariah ditandai dengan penekanan sirine / daelpos.com

Pemancangan Perdana Menara Syariah ditandai dengan penekanan sirine / daelpos.com

DAELPOS.com – Menteri Agama Fachrul Razi didampingi Ibu Hani Fachrul Razi menghadiri pemancangan perdana alias ground breaking pembangunan gedung kembar Menara Syariah. Gedung ini dibangun di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK).

Tampak hadir juga sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju dan kepala lembaga negara, Wakil ketua DMI Syafruddin, Ketum PBNU Said Aqil Siradj, Gubernur DKI dan Banten atau yang mewakili.

“Ini adalah awal dari megaproyek kawasan pusat keuangan syariah internasional di kawasan Pantai Indah Kapuk 2, Jakarta Utara,” kata Presiden Direktur Agung Sedayu Group, Nono Sampono.

Dalam laporannya, Nono Sumpomo menyampaikan bahwa pengembangan Kawasan PIK 2 ini mencapai 23,5 ha. Sementara Menara kembar ini akan berdiri di atas lahan seluas empat hektar. Proses pembangunan memakan waktu sekitar 20 bulan dengan menelan biaya sebesar Rp3,4triliun.

Ditargertkan, lanjut Nono, gedung ini akan membuka lapangan pekerjaan untuk sekitar 5.000 karyawan. Menara kembar ini didesain memiliki 29 lantai. Di dalamnya akan dibangun juga pemukiman masyarakat, rumah sakit, sekolah, universitas, dan fasilitas olahraga penunjang lainnya.

Menara Syariah ini dirancang oleh desainer dari DP Architecs Ltd, yang berpengalaman mendesain gedung sejenis di Timur Tengah. Selain itu, perusahaan yang akan membangun Menara Syariah kembar ini antara lain dari investor dalam negeri, yaitu PT Bangun Kosambi Sukses, kerjasama dua konglomerat Agung Sedayu Group dan Salim Group, PT Fin Centerindo, serta investor Malaysia, Matrix Concepts Holdings Berhad. Dan sebagai penasihat keuangan adalah PT Nikko Sekuritas Indonesia.

Agung Sedayu Group dan Salim Group juga menggandeng sejumlah investor mancanegara untuk memenuhi kebutuhan pembangunan. Sebab, keseluruhan Kawasan Keuangan Syariah Internasional itu akan membutuhkan investasi US$ 5 miliar atau sekitar Rp 70 triliun dan jangka waktu 10 tahun.

See also  Pembangunan Fasilitas Observasi/ Penampungan/Isolasi untuk Pengendalian Infeksi Penyakit Menular di Pulau Galang Ditargetkan Rampung 28 Maret 2020

Disampaikan Nono, menurut islamic Financial service world, Indonesia mendudukui 10 besar dunia. Menurut data saat ini, perekonomian berbasis Syariah di Indonesia terus berkembang mengingat bangsa Indonesia juga mayoritas muslim terbesar dunia.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengapresiasi dibangunnya gedung Islamic Center ini. Proyek yang akan mempekerjakan 5000 sampai 20.000 tenaga kerja ini akan menciptakan lapangan pekerjaan cukup besar.

Disampaikan Airlangga, saat ini pasar keuangan Syariah di Indonesia terus meningkat dan harus terus ditingkatkan. Dari 34 Bank Syariah, 54 Asuransi yang ada di Indonesia masih memilki ruang untuk berkembang lebih luas.

Diharapakan ekonomi Indonesia dapat terus berkembang maju, dan kawasan PIK 2 ini menjadi kawasan yang penuh toleransi, sebab sarana peribadatan juga akan dibangun.

“Program ini mendapat support yang baik dari Bupati Tangerang. Kota yang penuh toleransi, dan mengurangi radikalisme. Selamat, dan semoga program ini menambah para investor yang masuk ke Indonesia dalam menambah lapangan pekerjaan,” kata Airlangga.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan bahwa Indonesia akan menjadi market terbesar halal dunia. Dengan penduduk muslim besar dunia menjadikan Indonesia akan lebih mudah menggenggam pangsa pasar ekonomi Syariah. “Rangkul siapa saja yang mau berinvestasi ke Indonesia,” pinta Luhut.

Selanjutnya, ada juga penayangan video ucapan selamat oleh Presiden Joko Widodo. Presiden menyampaikan bahwa pemancangan perdana menara Syariah PIK 2 ini, tidak semata bangunan tinggi, tapi juga menunjukkan eratnya hubungan Indonesia-Malaysia, karena proyek bangunan ini merupakan kerjasama perusahaan Indonesia-Malaysia.

“Mudah-mudahan kerjasama kedua negara terus meningkat, serta dengan bangunan Menara Syariah ini membuka lapangan kerja baru, dan mendukung iklim investasi di Indonesia. Selamat dan sukses atas pemancangan perdana Menara Syariah ini,” ucap Jokowi.(RED)

Berita Terkait

Anggaran Kementerian PU Tahun 2027 Ditetapkan Sebesar Rp114,59 Triliun
Kementerian PU Dukung Penanganan Karhutla di Kapuas, Kalimantan Tengah
Jembatan Lumut Aceh Tengah Rampung 100 Persen, Akses Warga Pulih Pascabencana
Kementerian PU Pulihkan Trans Sulawesi Usai Banjir Parigi Moutong
Kementerian PU Normalisasi Saluran Sekunder Tambun, 875,68 Hektare Sawah di Karawang Terairi
CESGS Apresiasi Sepuluh Perusahaan melalui ESG Leadership Award 2026
Tindak Lanjuti Asesmen, Kementerian PU Mulai Bongkar Rumah Ibadah Terdampak Gempa Flores
Cegah Banjir Tanjungpinang, Menteri PU Dorong Penanganan dari Sungai hingga Muara

Berita Terkait

Wednesday, 2 September 2026 - 22:39 WIB

Anggaran Kementerian PU Tahun 2027 Ditetapkan Sebesar Rp114,59 Triliun

Wednesday, 2 September 2026 - 19:56 WIB

Kementerian PU Dukung Penanganan Karhutla di Kapuas, Kalimantan Tengah

Wednesday, 2 September 2026 - 08:48 WIB

Jembatan Lumut Aceh Tengah Rampung 100 Persen, Akses Warga Pulih Pascabencana

Tuesday, 1 September 2026 - 19:13 WIB

Kementerian PU Pulihkan Trans Sulawesi Usai Banjir Parigi Moutong

Tuesday, 1 September 2026 - 18:50 WIB

Kementerian PU Normalisasi Saluran Sekunder Tambun, 875,68 Hektare Sawah di Karawang Terairi

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Hari Pelanggan Nasional, Hutama Karya Kasih Diskon Tol 10%

Wednesday, 2 Sep 2026 - 20:18 WIB

Olahraga

Asian Games 2026, PBVSI Panggil 12 Pemain Voli Putri

Wednesday, 2 Sep 2026 - 15:22 WIB