Omnibus Law Cipta Kerja Tidak Hanya Ancam Lingkungan Tapi Juga Ekonomi

Wednesday, 26 February 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Omnibus Law Cipta Kerja perlu mengedepankan paradigma pembangunan berkelanjutan, yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Jika tidak demikian, maka tidak hanya mengancam lingkungan hidup, namun juga ekonomi. Kelompok millennial menjadi kelompok utama yang paling berpotensi terdampak karena peluang kesejahteraannya berkurang akibat pembangunan yang meminggirkan aspek lingkungan. Demikian disampaikan Mahawan Karuniasa, Direktur Environment Institute, yang menjadi pembicara dalam Diskusi Publik Omnibus Law Cipta Kerja Mengancam Lingkungan Hidup dan Agraria, Rabu, 26 Pebruari 2020 di Jakarta.

Hadir juga dalam acara tersebut Maria Sumardjono, pakar hukum agraria dari Universitas Gadjah Mada dan Luluk Nur Hamidah, Anggota Komisi IV DPR RI. Diskusi Publik diselenggarakan bersama oleh Radesa Institute dan Environment Institute, untuk menampung pandangan masyarakat terkait Rancangan Undang Undang Cipta Kerja.

Maria Sumardjono menekankan perlunya taat asas dalam penyederhanaan regulasi sebagai produk hukum, agar penyederhanaan tidak menyimpang UU asalnya, selain melihat perlunya harmonisasi UU bidang sumberdaya alam. Sedangkan Luluk Nur Hamidah menyoroti pentingnya masukan masyarakat pada RUU Cipta Kerja, khususnya dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup, namun disisi lain tetap mendorong pembangunan nasional.

Situasi saat ini berbeda, kita berada dalam Declining Era sumber daya alam. Percepatan pembangunan yang dilakukan Jepang, Korea Selatan, dan China tidak sepenuhnya dapat di copy paste atau ditiru oleh Indonesia, ungkap Mahawan Karuniasa. Negara-negara tersebut melipatgandakan ekonomi mereka pada masa Expansion Era, yang sudah berlalu. []

See also  Gakkum KLHK Tangkap Pengedar Kayu Ilegal di Kotawaringin Timur dan Palangkaraya

Berita Terkait

Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los untuk Dukung Aktivitas Ekonomi
Gotong Royong Perbaiki Jembatan, Patriot Transmigrasi dan Warga Mamasa Buka Akses Pengeringan Kopi
Kementerian PU Alirkan Air Dengan Pompa Untuk 15 Hektar Sawah di Pinrang
Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap III Tanah Datar Rampung Tahun 2027
Kementerian PU Jaga Pasokan Air Irigasi 2.563 Hektare Sawah di Bantul dan Kulon Progo
Kementerian PU Pulihkan Layanan Air dan Sanitasi di Lima Daerah Sumut
Kementerian PU Siapkan 160 Ribu Meter Kubik Air Jelang Panen Raya di Wanam
Ekspedisi Patriot Bantu Warga Klamono Atasi Krisis Air Kolam

Berita Terkait

Saturday, 3 October 2026 - 16:20 WIB

Gotong Royong Perbaiki Jembatan, Patriot Transmigrasi dan Warga Mamasa Buka Akses Pengeringan Kopi

Friday, 2 October 2026 - 07:53 WIB

Kementerian PU Alirkan Air Dengan Pompa Untuk 15 Hektar Sawah di Pinrang

Thursday, 1 October 2026 - 19:01 WIB

Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap III Tanah Datar Rampung Tahun 2027

Wednesday, 30 September 2026 - 22:44 WIB

Kementerian PU Jaga Pasokan Air Irigasi 2.563 Hektare Sawah di Bantul dan Kulon Progo

Tuesday, 29 September 2026 - 22:57 WIB

Kementerian PU Pulihkan Layanan Air dan Sanitasi di Lima Daerah Sumut

Berita Terbaru

News

Barelang Jadi Ruang Belajar Global Transmigrasi

Sunday, 4 Oct 2026 - 08:22 WIB