Lawan COVID, Aplikasi Berbasis Gawai Permudah Masyarakat Antisipasi COVID-19

Sunday, 3 May 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID – 19 meluncurkan aplikasi berbasis gawai Bersatu Lawan COVID hari ini, Minggu (3/5). Aplikasi Bersatu Lawan COVID (BLC) mempermudah masyarakat untuk menyikapi dan merespons Coronavirus disease 2019 atau COVID – 19.

BLC, aplikasi berbasis gawai atau telepon pintar, memiliki beberapa fitur fungsi. Melalui akses BLC, masyarakat dapat mengetahui kerentanan lokasi persebaran COVID – 19 di sekitar. Dengan tampilan secara spasial, sebaran COVID – 19 dapat dilihat secara mudah sehingga mereka dapat membangun kewaspadaan. Selain itu, aplikasi ini membantu masyarakat untuk mendeteksi gejala COVID – 19. Apabila ada situasi masyarakat merasakan gejala yang dikenali, ini membantu untuk mempercepat konsultasi dan pemeriksaan diri oleh tenaga kesehatan pada tahap awal.

BLC membantu masyarakat untuk mengenali ancaman maupun bahaya COVID – 19 sehingga mereka dapat juga mengurangi risiko yang lebih besar.

Pemimpin program konten aplikasi BLC dr. Sheila Rachma menyampaikan bahwa fitur Bersatu Lawan COVID dikembangkan berdasarkan data terkini, tinjauan ilmiah dan berbasis bukti.  

“Masyarakat dapat menggunakan fitur periksa gejala mandiri untuk mengetahui status kesehatan, pemantauan isolasi diri, telekonsultasi, mengetahui kerawanan daerah dan edukasi harian,” ujar Sheila saat konferensi persi di Graha BNPB, Jakarta, pada Minggu (3/5).

Selain masyarakat, aplikasi ini dapat digunakan oleh petugas kesehatan. Mereka dapat melihat perkembangan pasien, fitur pemeriksaan rapid diagnostic test atau RDT dan data riwayat medis pasien. 

“Aplikasi ini mempermudah petugas untuk dapat melakukan pemantauan pasien COVID pada wilayah kerjanya, melaporkan hasil pemeriksaan pasien termasuk rapid test dan lain-lain. Mobile apps ini terkoneksi langsung ke dalam sistem utama Bersatu Lawan COVID,” ujar Sheila. 

See also  KPK dan BNN, Sinergi Memerangi Kejahatan Luar Biasa

Sistem aplikasi ini dikembangkan oleh kementerian, institusi dan pihak lain di bawah koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID – 19. Pengembangan ini dilatarbelakangi tekad untuk merangkul seluruh masyarakat. Berbagai komponen tersebut telah bahu membahu untuk menanggulangi COVID – 19.

“Mobile apps Bersatu Lawan COVID ini dibentuk dari kolaborasi segala macam aspek tidak hanya menggunakan pendekatan medis melainkan kesehatan masyarakat, psikologis dan sosial,” ungkap Sheila.
 
Ia menambahkan, “Adanya sinergi dan kedisiplinan dari seluruh aspek kita jadikan sistem ini sebagai tembok pertama dalam pertahanan mencegah dan melawan COVID-19.”
Sementara itu, Pakar Epidemiologi Dewi Nur Aisyah mengatakan bahwa integrase data sangat penting. 

“Ini seperti ibarat peta navigasi dalam menghadapi COVID – 19,” ujar Dewi.

Ia juga mengatakan bahwa data yang cepat, akurat dan terintegrasi dibutuhkan untuk menyusun kebijakan dan strategi dalam menghadapi pandemi. Data terintegrasi tidak hanya terkait dengan data kesehatan tetapi data lain, seperti data ekonomi dan sosial. 

Di samping itu, pengembangan sistem yang dibangun Kevin Daniel Pantasdo ini tidak terlepas dari pemanfaatan aplikasi yang terlebih dahulu diciptakan yakni Fight Covid – 19, oleh Ahmad Alghozi Ramadhan dan tim pengembang, Piky Hamonangan, Wahyu Nurhidayat dan Hudio Hizari.

Saat ini, aplikasi ini baru dapat diunduh pada gawai berbasis android di http://bit.ly/BLCplaystore atau dapat mengakses tautan aplikasi pada laman covid19.go.id. Nantinya aplikasi BLC dapat juga bekerja pada gawai berbasis iOS. Masyarakat dapat mengunduh aplikasi BLC di playstore. Gugus Tugas Nasional akan terus meningkatkan dan mengembangkan fitur aplikasi ini sehingga memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Berita Terkait

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan
Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan
Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja
Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi
Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon
Dorong Ketahanan Pangan, Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan
Gunhar: Kekayaan Alam Harus Digunakan Sebesar-besarnya untuk Kesejahteraan Rakyat
Menteri Dody Sisir Titik Kekeringan, Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 12:50 WIB

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan

Monday, 5 October 2026 - 13:04 WIB

Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan

Saturday, 3 October 2026 - 13:53 WIB

Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja

Saturday, 3 October 2026 - 10:54 WIB

Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi

Friday, 2 October 2026 - 12:41 WIB

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Epson Hadirkan SureColor V4000, Printer UV Flatbed Ringkas untuk Bisnis

Wednesday, 7 Oct 2026 - 15:48 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara, serta penyerahan hasil penguasaan kembali kawasan hutan tahap kedelapan, yang digelar di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Foto Istimewa

Berita Terbaru

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan

Wednesday, 7 Oct 2026 - 12:50 WIB