Presiden Jokowi: Sentil Para Menteri, Jangan Kerja Biasa-Biasa, Lebih Keras Dan Lebih Cepat

Saturday, 11 July 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com“Pada kondisi krisis, kita harusnya kerja lebih keras lagi. Jangan kerja biasa-biasa saja. Kerja lebih keras dan kerja lebih cepat. Itu yang saya inginkan pada kondisi sekarang ini. Membuat Permen (Peraturan Menteri) yang biasanya mungkin 2 minggu ya sehari selesai, membuat PP (Peraturan Pemerintah) yang biasanya sebulan ya 2 hari selesai, itu loh yang saya inginkan,” tegas Presiden saat memimpin rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2020.

Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan jajarannya bahwa kondisi dunia saat ini tengah mengalami krisis, terutama di bidang kesehatan dan ekonomi. Oleh sebab itu, Presiden meminta seluruh jajarannya untuk memiliki sense of crisis yang sama dan bekerja lebih keras lagi.

“Kita harus ganti channel dari ordinary pindah channel ke extraordinary. Dari cara-cara yang sebelumnya rumit, ganti channel ke cara-cara cepat dan cara-cara yang sederhana. Dari cara yang SOP (standar operasional prosedur) normal, kita harus ganti channel ke SOP yang smart shortcut. Gimana caranya? Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara lebih tahu dari saya, menyelesaikan ini. Kembali lagi, jangan biasa-biasa saja,” jelasnya.

Kepala Negara juga mendorong jajarannya untuk tidak hanya bekerja dengan menggunakan cara-cara yang biasa. Lebih lanjut, Presiden meminta agar jajarannya membuat terobosan dalam melaksanakan prosedur, misalnya dengan menerapkan smart shortcut.

Di bidang ekonomi, Presiden menyebut bahwa prediksi ekonomi dunia juga kurang menggembirakan. Menurut informasi yang Presiden terima dari Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), kontraksi ekonomi global diprediksi mencapai minus 6 hingga 7,6 persen.

Kontraksi ekonomi tersebut sudah dialami oleh Indonesia di kuartal pertama, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 2,97 persen, turun dari yang biasanya 5 persen. Meskipun angka di kuartal kedua belum keluar, tetapi Presiden mengingatkan agar jajarannya berhati-hati mengingat terdapat penurunan permintaan, penawaran, dan produksi.

See also  Jokowi Akan Tinjau Pabrik Shorgum dan Bagikan Bansos

Berita Terkait

Harga Cabai Stabil Sepanjang Libur Lebaran 2025
Jasa Marga Himbau Siapkan Saldo E-Toll dan BBM di Arus Balik
Berlebaran di Rempang, Batam, Menteri Transmigrasi serahkan 1.000 Bingkisan Lebaran Dari Presiden
Contraflow KM 55 s.d KM 65 di Tol Jakarta-Cikampek
Mentrans Iftitah Serahkan Bingkisan Lebaran Dari Presiden Untuk Warga Rempang
BULOG Gelar Mudik Gratis BUMN 2025, Berangkatkan 650 Pemudik Jawa dan Sumatera
Bank Mandiri Berangkatkan 170 Bus Mudik Gratis 2025
JTT Lakukan Oneway Lokal KM 429 Tol Semarang- Solo

Berita Terkait

Friday, 4 April 2025 - 18:52 WIB

Harga Cabai Stabil Sepanjang Libur Lebaran 2025

Friday, 4 April 2025 - 18:44 WIB

Jasa Marga Himbau Siapkan Saldo E-Toll dan BBM di Arus Balik

Wednesday, 2 April 2025 - 11:15 WIB

Berlebaran di Rempang, Batam, Menteri Transmigrasi serahkan 1.000 Bingkisan Lebaran Dari Presiden

Monday, 31 March 2025 - 12:27 WIB

Contraflow KM 55 s.d KM 65 di Tol Jakarta-Cikampek

Saturday, 29 March 2025 - 18:33 WIB

Mentrans Iftitah Serahkan Bingkisan Lebaran Dari Presiden Untuk Warga Rempang

Berita Terbaru

News

21 Ribu Per Hari, Whoosh Dipadati Penumpang Liburan

Friday, 4 Apr 2025 - 19:00 WIB

ilustrasi / foto ist

Berita Terbaru

Harga Cabai Stabil Sepanjang Libur Lebaran 2025

Friday, 4 Apr 2025 - 18:52 WIB