Menteri Basuki: Kontribusi HATTI Sangat Penting Untuk Ketahanan Infrastruktur

Wednesday, 11 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menginginkan agar para ahli teknik tanah dan geoteknik yang tergabung dalam Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) untuk terus meningkatkan kontribusinya dalam perencanaan, utamanya terkait fondasi untuk menjamin ketahanan infrastruktur.

“Melalui penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXIV HATTI ini, saya ingin menyampaikan pesan kepada para
Ahli Teknik Tanah dan Geoteknik untuk terus
berkontribusi dalam memecahkan permasalahan desain dan supervisi yang handal
dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia,” kata Menteri Basuki saat membuka Pertemuan Ilmiah yang digelar secara virtual pada Selasa (10/11/2020).

Ditambahkan Menteri Basuki, salah satu hal yang harus dibahas dalam pertemuan ilmiah tersebut adalah tingkat kehati-hatian sebagai perencana fondasi
dan analisa geoteknik yang terkait lainnya
seperti longsoran, likuifaksi, subsidence, gerakan air tanah dan lain sebagainya.

“Ketersediaan data tanah dan batuan
yang memadai menjadi kunci dan mutlak sangat
diperlukan untuk fondasi berbagai bangunan infrastruktur. Data tanah bawah permukaan yang kurang memadai akan berakibat mundurnya waktu dan penambahan biaya pelaksanaan konstruksi sehingga menjadi tidak efisien,” tutur Menteri Basuki.

Dua faktor tersebut dikatakan Menteri Basuki menjadi penyebab utama dan dapat berakibat buruk di masa operasionalnya nanti. Untuk itu, sebagai upaya mengurangi kemungkinan terjadinya
kecelakaan konstruksi, Kementerian PUPR telah
membentuk Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2).

Peran para ahli geologi dalam pembangunan infrastruktur bukan hanya sebagai pendukung namun sangat menentukan keselamatan dalam pembangunan infrastruktur dan memberikan panduan. Dalam siklus konstruksi, peran ahli geologi banyak terlibat dalam tahap survey dan investigasi, desain, perencanaan dan tahap pembangunan infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur yang menjadi program prioritas nasional banyak menemui tantangan kondisi alam yang membutuhkan kontribusi keilmuan para ahli geologi. Berbagai jenis batuan dan tanah dapat ditemukan di Indonesia, salah satunya adalah tanah lunak dan gambut. Selain itu Indonesia juga terletak dalam area Ring of Fire dan negara dengan curah hujan yang relatif tinggi.

See also  Termasuk Bertemu Managing Director IMF, Presiden Jokowi Hari Ini Hadiri 5 Pertemuan di Bangkok

“Berdasarkan pengalaman terjadinya likuifaksi di Palu, Kementerian PUPR memandang bahwa perkuatan fondasi infrastruktur pada daerah yang berpotensi likuifaksi sangat diperlukan.
Selain itu, saya juga perlu mengingatkan kembali bahwa pengawasan atas perilaku bangunan -bangunan infrastruktur pasca konstruksi (operasi) sangat penting, misalkan pada bendungan, jembatan panjang, gedung bertingkat dan bangunan lainnya yang mengalami penuaan atau susut usia,” ujar Menteri Basuki.

Tantangan kondisi geologi yang unik di Indonesia juga turut dijumpai pada Jembatan Cisomang yang bergerak pada akhir tahun 2016, akibat kurangnya antisipati terhadap kondisi tanah yang disebabkan tanah clay shale dan jembatan berada diatas area Patahan/Fault yang akhirnya bisa diselesaikan berkat peran ilmu geoteknik. Enam tahapan penanganan dilakukan pada Jembatan Cisomang yakni unloading tanah, jacketing pilar, Fiber Reinforced Polymer ( FRP), Bored Pile, Strutting Baja P2-P3, serta Grouting pada pilar. (*)

Berita Terkait

Warga Transmigrasi Senggi Bergerak Bersama Lawan Stunting
Jalan Nasional Padang–Solok Kembali Normal, Kementerian PU Lanjutkan Penanganan Pascabanjir Bandang
DPD RI, BRIN dan ICMI Siapkan Kajian RUU Kecerdasan Artifisial
Dukung Penanganan Karhutla di Berau, Kementerian PU Kerahkan Peralatan dan Pasokan Air
Pertamina Raih Posisi Puncak Fortune Indonesia 100 Gala 2026
Astra Raih Dua Penghargaan Fortune Indonesia 100 2026
BNI dan Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan dan Perpajakan Digital bagi UMKM
Wamen Todotua Resmikan Bioethanol Development Center di Lampung

Berita Terkait

Wednesday, 23 September 2026 - 17:55 WIB

Warga Transmigrasi Senggi Bergerak Bersama Lawan Stunting

Tuesday, 22 September 2026 - 22:18 WIB

Jalan Nasional Padang–Solok Kembali Normal, Kementerian PU Lanjutkan Penanganan Pascabanjir Bandang

Monday, 21 September 2026 - 18:27 WIB

DPD RI, BRIN dan ICMI Siapkan Kajian RUU Kecerdasan Artifisial

Monday, 21 September 2026 - 18:01 WIB

Dukung Penanganan Karhutla di Berau, Kementerian PU Kerahkan Peralatan dan Pasokan Air

Saturday, 19 September 2026 - 22:05 WIB

Pertamina Raih Posisi Puncak Fortune Indonesia 100 Gala 2026

Berita Terbaru

Nasional

Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya

Wednesday, 23 Sep 2026 - 18:30 WIB