RNI ajak Milenial jadi Petani, Tingkatkan Kemitraan Petani Tebu

Thursday, 7 October 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) terus meningkatkan Kemitraan dengan Petani tebu. Direktur Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi mengatakan saat ini terdapat 23.559 Petani tebu rakyat yang tersebar di pulau Jawa, diantaranya 4.136 Petani di wilayah Jawa Barat, sebanyak 653 Petani di Jawa Tengah dan 18.770 Petani tebu di Jawa timur.

“Mitra petani berperan dalam produksi tebu dan bahan baku di pabrik gula, oleh karenanya peningkatan kemitraan dengan petani tebu terus dilakukan bersinergi dengan BUMDes setempat.”Jelasnya. 

Arief menyebut, profil sebaran data petani tebu saat ini terbanyak di wiayah Jawa Barat dengan jumlah 4.136 Petani, sebaran data diantaranya Kabupaten Cirebon 1.262 Petani, Kabupaten Indramayu 719 Petani, Kabupaten Kuningan 38 Petani, Kabupaten Majalengka 1.601 Petani, Subang 515 dan Sumedang 1 Petani.

Sementara data sebaran mitra petani tebu di Jawa Timur tercatat sebanyak 18.770 Petani dengan sebaran diantaranya Kabupaten Bojonegoro 89 Petani, Gresik 77 Petani, Jombang 38 Petani, Kediri 25 Petani, Lamongan 2 Petani, Madiun 326 Petani, Magetan 696 Petani, Malang 16.786 Petani, Mojokerto 44 Petani, Nganjuk 73 Petani, Ngawi 396 Petani, Pasuruan 67 Petani, Ponorogo 51 Petani, Sidoarjo 98 Petani dan Tuban 2 Petani. Untuk sebaran data Jawa Tengah tercatat sebanyak 653 Petani Tebu. 

“Kami berharap dengan peningkatan kemitraan petani ini dapat terus meningkatkan juga minat masyarakat lokal di daerah untuk bergabung menjadi petani modern, bahkan diharapkan kedepan profesi petani tebu turut dapat didominasi oleh generasi milenial, sinergi dengan Kementerian Pertanian.”Katanya. 

Menurutnya, sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir bahwa ekosistem pangan harus terus dilakukan transformasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional, salah satunya sektor Pertanian. Hal ini pun sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo yang berharap generasi milenial dapat berkontribusi sebagai motor penggerak sektor pertanian. 

See also  Bandara Angkasa Pura II Terapkan Ketentuan Dalam SE Kemenhub Nomor 21/2022

“Sesuai komitmen kami dalam peningkatan kemitraan dengan Mitra Petani tebu, kami mengajak millennial untuk ikut berperan sebagai petani dan berkontribusi untuk transformasi industri gula nasional.”harapnya. 

Selain itu, Sosiolog sekaligus Akademisi Universitas Gadjah Mada, Arie Sujito mengatakan program kemitraan dengan petani dirancang untuk menciptakan ekualitas dan paradigma baru yang didorong oleh Negara untuk menciptakan fairness dalam memenuhi hak Pemangku Kepentingan. 

“Program Kemitraan dengan melibatkan BUMDes dengan pendekatan empowerment dapat menjadikan masyarakat petani sebagai subjek strategis dan untuk kesejahteraan petani.”Jelas Arie 

Menurut Arie, mari dudukkan kemitraan pada value sesungguhnya dengan mengoptimalkan interaksi dengan para petani, peningkatan pemberdayaan, desain implementatif masyarakat petani kepada yang belum bergabung.  

“Saya berharap semua memiliki komitmen menjaga kemitraan sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas industri gula maupun pertanian dengan cara positif, memperkuat kemitraan dengan dialog pemberdayaan yang menjadikan petani sebagai subjek, desa sebagai subjek yang tujuannya untuk mencapai kesejahteraan petani.”Terangnya.

Arie menambahkan pendekatan kemitraan selama ini telah berhasil mendorong pemberdayaan petani, BUMDes dan produktivitas industri gula yang satu sama lain bisa saling menopang.

“Tantangannya adalah bagaimana memperkuat kemitraan supaya tujuan kesejahteraan bersama petani, BUMDes dan pabrik gula akan bersinergi, dan menjadi bagian dari cita – cita nasional kita sekaligus berkontribusi mendorong kedaulatan pangan khususnya industri gula yang ditopang oleh produktivitas petani tebu.”ujarnya.

Berita Terkait

Indonesia Perkuat Diplomasi Ekonomi di WEF Davos 2026
Realisasi Investasi 2025 Tembus Target, Hilirisasi Sumbang 30 Persen
Masuki 2026, Menkeu Purbaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas
Pertapreneur Aggregator, Bangun UMKM Sektor Pangan Berdaya Saing
Gerak Cepat PU–Hutama Karya Tangani Darurat Bencana di Sumatra Utara
Hutama Karya Lakukan Pemeliharaan Pasca Bencana di Tol Binjai-Langsa
Realisasi Sementara APBN 2025, Menkeu Purbaya: APBN Tunjukkan Kinerja yang Solid
TelkomGroup Berhasil Rampungkan Infrastruktur di Sumatra, Jaringan dan Layanan Digital Kembali Normal

Berita Terkait

Saturday, 17 January 2026 - 18:39 WIB

Indonesia Perkuat Diplomasi Ekonomi di WEF Davos 2026

Friday, 16 January 2026 - 10:29 WIB

Realisasi Investasi 2025 Tembus Target, Hilirisasi Sumbang 30 Persen

Thursday, 15 January 2026 - 16:55 WIB

Masuki 2026, Menkeu Purbaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas

Thursday, 15 January 2026 - 12:25 WIB

Pertapreneur Aggregator, Bangun UMKM Sektor Pangan Berdaya Saing

Tuesday, 13 January 2026 - 20:10 WIB

Gerak Cepat PU–Hutama Karya Tangani Darurat Bencana di Sumatra Utara

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Indonesia Perkuat Diplomasi Ekonomi di WEF Davos 2026

Saturday, 17 Jan 2026 - 18:39 WIB

News

ICT Goes to School, Cara Pertamina Lawan Adiksi Game

Saturday, 17 Jan 2026 - 14:28 WIB