Go Green, Pertamina International Shipping Perkuat Posisi ESG, Siap Wujudkan Green Shipping Company

Thursday, 18 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Pertamina International Shipping (PIS) sebagai Subholding Integrated Marine Logistics (SH IML) saat ini mengedepankan aspek keberlanjutan dan mencoba untuk memperkuat posisinya dalam penerapan Environmental, Social dan Governance (ESG), yang tengah menjadi perhatian global termasuk Indonesia seiring dengan terjadinya perubahan iklim di dunia. Sejalan dengan ekspansi bisnisnya, PIS turut mendukung penerapan ESG dengan menghadirkan beberapa teknologi kapal yang ramah lingkungan (Green Shipping).  

PIS berkomitmen tinggi untuk mendukung konsep pembangunan berkelanjutan dengan menghadirkan beberapa teknologi kapal yang ramah lingkungan (Green Shipping) seperti Stern Tube Air Seal Type untuk menghindari kebocoran bahan bakar kapal, Oily Water Separator (OWS) untuk memisahkan air dengan minyak dalam mencegah pencemaran. Hal ini merupakan bentuk kontribusi PIS dalam mewujudkan Green Shipping Company, Green Operation, Green Cargo, Green Port, dan Green Storage untuk dapat bersaing secara global dan mewujudkan visi perusahaan menjadi Asia’s Leading Shipping Company.

Direktur Armada PIS, I Putu Puja Astawa mengatakan, “untuk mewujudkan PIS sebagai SH IML menjadi Green Shipping Company saat ini Direktorat Armada ikut serta berperan yang dimulai dari pembangunan Kapal Milik baru yang menerapkan konsep Eco Ship Design yang berguna untuk mengurangi emisi gas buang dengan menerapkan penggunaan bunker Low Sulphur Fuel Oil (LSFO) dan Scrubber di atas kapal yang sudah diterapkan pada dua kapal VLCC yaitu Pertamina Pride dan Pertamina Prime dan untuk proyek pembangunan Kapal Milik baru selanjutnya,” ujarnya. Selain itu, PIS juga berupaya untuk menurunkan emisi gas buang untuk kapal eksisting dengan cara menurunkan konsumsi bunker melalui program retrofit menggunakan boiler menjadi electromotor. 

Komitmen untuk menurunkan emisi gas buang juga terus digulirkan dengan menghitung Energy Efficiency Existing Index (EEXI) dimana sudah dilakukan kajian terhadap 31.6% Kapal Milik atau setara dengan 30 kapal dari 95 Kapal Milik yang dikelola. Wujud improvement yang dapat dilakukan antara lain dengan menerapkan Engine Power Limit (EPL), Eco Steaming serta penggunaan bunker Low Sulphur.  Target reduce cargo intensity setidaknya 40% pada tahun 2030 dan 70% pada tahun 2050, nilai ini dibandingkan carbon intensity pada tahun 2008.

See also  China Development Bank Dukung Pendanaan PLN untuk Akselerasi Transisi Energi di Indonesia

Wujud perusahaan terhadap implementasi Green Shipping juga dihadirkan dengan upaya regenerasi kapal milik yang telah dilakukan sesuai dengan MARPOL dari PERMENHUB 29 Tahun 2014 terkait Pengoperasian Kapal Single Hull yang tidak lebih dari 1 Juli 2026 dengan menyusun roadmap terhadap 21 kapal milik “berjasa” yang diharapkan akan digantikan dengan pembangunan kapal baru atau pembelian second hand guna meningkatkan performa kapal milik dari aspek operasional dan finansial. 

Arief Sukmara, Corporate Secretary PIS, berharap setiap bentuk kontribusi Go Green perusahaan dalam penyelarasan pilar Pertamina, dapat memberikan manfaat secara luas baik kepada perusahaan dan masyarakat sekitar. Sehingga upaya-upaya tersebut secara langsung dapat mendukung keselarasan pelaksanaan kegiatan bisnis sebagai Subholding Integrated Marine Logistics yang mengedepankan aspek ESG.

Berita Terkait

Menkeu: APBN 2026 Tetap Ekspansif, Anggaran Kesehatan Tembus Rp247,3 Triliun
BI Prediksi Ekonomi Jakarta 2026 Tumbuh hingga 5,6%
UMKM Pertamina Laris Manis di INACRAFT 2026, Digemari Buyer Asing Hingga Tembus Transaksi Miliaran
Pacu Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Dorong UMKM Kreatif Naik Kelas
INACRAFT 2026 Dibuka, UMKM Pertamina Langsung Bukukan Penjualan Rp1,9 Miliar
Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen, PDB Capai Rp23.821 Triliun
JK Perkuat Peran BPD Lewat KUB untuk Dorong UMKM Daerah
BNI Jaga Pertumbuhan di Tengah Tekanan Global

Berita Terkait

Monday, 9 February 2026 - 17:44 WIB

Menkeu: APBN 2026 Tetap Ekspansif, Anggaran Kesehatan Tembus Rp247,3 Triliun

Sunday, 8 February 2026 - 17:15 WIB

UMKM Pertamina Laris Manis di INACRAFT 2026, Digemari Buyer Asing Hingga Tembus Transaksi Miliaran

Thursday, 5 February 2026 - 18:35 WIB

Pacu Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Dorong UMKM Kreatif Naik Kelas

Thursday, 5 February 2026 - 18:13 WIB

INACRAFT 2026 Dibuka, UMKM Pertamina Langsung Bukukan Penjualan Rp1,9 Miliar

Thursday, 5 February 2026 - 13:27 WIB

Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen, PDB Capai Rp23.821 Triliun

Berita Terbaru