Genjot Energi Domestik, Hilirisasi Rp239 Triliun Jadi Penopang Kemandirian

Friday, 27 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto dok. ESDM

foto dok. ESDM

daelpos.com – Pemerintah makin serius menggeber program hilirisasi dan penguatan ketahanan energi demi mendorong kemandirian ekonomi nasional. Langkah ini ditegaskan dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Hambalang, Bogor, Rabu (25/3).

Dalam pertemuan tersebut, Bahlil melaporkan perkembangan percepatan hilirisasi tahap awal. Dari 20 proyek yang sudah dirancang, sebagian telah memasuki tahap groundbreaking, sementara sisanya siap dikebut mulai bulan depan.

“Selain itu, kita tambah lagi 13 proyek hilirisasi dengan total investasi sekitar Rp239 triliun yang sedang difinalisasi,” ujar Bahlil.

Tak cuma hilirisasi, pemerintah juga tancap gas mengoptimalkan energi domestik guna menekan ketergantungan impor. Fokus diarahkan pada pengembangan etanol serta biodiesel berbasis Crude Palm Oil (CPO).

“Bapak Presiden memerintahkan untuk memaksimalkan semua potensi energi dalam negeri, termasuk etanol dan biodiesel dari CPO,” jelasnya.

Di sisi lain, Bahlil turut melaporkan perkembangan harga komoditas energi dan mineral, khususnya batu bara dan nikel. Hingga kini, belum ada perubahan kebijakan besar, namun pemerintah terus memantau dinamika pasar global.

Meski membuka peluang relaksasi produksi, pemerintah menegaskan kebijakan itu akan dilakukan secara hati-hati. Tujuannya agar tidak terjadi kelebihan pasokan yang bisa menekan harga.

“Relaksasi harus terukur, terbatas, dan tetap menjaga keseimbangan supply-demand serta harga,” tegas Bahlil.

Pemerintah juga memberi sinyal akan menaikkan Harga Patokan Mineral (HPM) nikel. Langkah ini dinilai penting agar negara mendapat nilai lebih adil dari komoditas strategis tersebut.

“Kemungkinan besar HPM nikel akan kita naikkan,” tambahnya.

Arahan Presiden juga menekankan pentingnya menjaga sumber daya alam sebagai aset strategis negara. Selain itu, pemerintah diminta mencari sumber penerimaan baru dari sektor mineral yang selama ini dinilai belum optimal.

See also  SuperSUN PLN, Kado Istimewa HUT RI untuk Kemerdekaan Energi di Kecamatan Seko Sulsel

“Prioritasnya kepentingan negara. SDA kita adalah aset, dan harus memberi manfaat maksimal,” kata Bahlil.

Ia pun menegaskan, 2026 menjadi momentum pembuktian kedaulatan mineral Indonesia. Pemerintah tak ingin lagi menjual sumber daya alam dengan harga murah hanya demi mengejar volume produksi.

“Kalau tidak ideal, jangan sampai barang kita dijual murah. Harga harus bagus, produksi juga harus berkualitas,” tandasnya.

Berita Terkait

ITPLN Perkuat Kolaborasi Global, Terima Mahasiswa UTP Malaysia
Pertamina SMEXPO “Pulang Kampung” ke Ngasem, Bawa 47 UMKM Makin Vokal
Gelar Apel Keandalan Pembangkit, PLN Siap Dukung Ajang MotoGP Mandalika 2026
Hari Kesaktian Pancasila, PLN Icon Plus Perkuat Semangat Persatuan dan Pengabdian
Sambut MotoGP 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi dan Akomodasi
PLN Nusantara Power Bersama Warga Rawat Sungai Maron, dari Lingkungan Hingga Penghidupan
Pertamina UMK Academy 2026 Hadirkan Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Usaha
PLN EPI Siapkan Co-firing Amonia di PLTU, Uji Coba Dimulai 2027

Berita Terkait

Monday, 5 October 2026 - 20:01 WIB

ITPLN Perkuat Kolaborasi Global, Terima Mahasiswa UTP Malaysia

Saturday, 3 October 2026 - 10:52 WIB

Pertamina SMEXPO “Pulang Kampung” ke Ngasem, Bawa 47 UMKM Makin Vokal

Saturday, 3 October 2026 - 10:22 WIB

Gelar Apel Keandalan Pembangkit, PLN Siap Dukung Ajang MotoGP Mandalika 2026

Friday, 2 October 2026 - 12:31 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, PLN Icon Plus Perkuat Semangat Persatuan dan Pengabdian

Friday, 2 October 2026 - 07:09 WIB

Sambut MotoGP 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi dan Akomodasi

Berita Terbaru