Kementerian PUPR Perkuat Manajemen Pengelolaan Air Selama Pandemi Covid-19 dan Fenomena La-Nina

Monday, 13 December 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengajak para negara peserta Asia International Water Week (AIWW) untuk menguatkan kerjasama bidang Sumber Daya Air (SDA), khususnya dalam menghadapi tantangan masalah air yang ditimbulkan oleh Pandemi Covid-19 dan Fenomena La-Nina. Perumusan dalam memecahkan masalah keairan di Asia tersebut dimatangkan dalam Forum Pre AIWW Ke-2 di Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin (13/12/2021).

“Mari kita manfaatkan forum yang bagus ini untuk menemukan terobosan baru agar kita lebih siap dan waspada terhadap masalah air yang akan ditimbulkan oleh Pandemi Covid-19 dan Fenomena La-Nina,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Mohammad Zainal Fatah saat membacakan sambutan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Indonesia dipercaya untuk menjadi tuan rumah Asia International Water Week Ke-2 yang rencananya akan dilangsungkan pada Maret 2022 dengan tema ‘Air yang Cukup dan Berkelanjutan untuk Semua’. AIWW diselenggarakan oleh Asia Water Council (AWC) bekerja sama dengan tuan rumah dengan dapat menjadi forum diskusi bagi pemerintah, komunitas/masyarakat, akademisi, dan untuk meningkatkan kesadaran akan masalah air di Asia, khususnya Indonesia.

Menurut Zainal Fatah, seluruh dunia, termasuk negara-negara di Asia saat ini masih berjuang untuk mengurangi Pandemi Covid-19 dan konsekuensi ekonomi-sosialnya. Pandemi Covid-19 telah mewajibkan semua orang untuk mengikuti protokol kesehatan, salah satunya dengan mempraktekkan cuci tangan secara rutin dengan air bersih.

“Praktik terkait kesehatan ini kemungkinan akan menjadi kebiasaan baru masyarakat di masa mendatang, meski pandemi sudah berakhir. Penyediaan air bersih untuk mendukung praktik baru ini akan menjadi tantangan baru bagi sektor infrastruktur publik,” ujar Zainal Fatah.

Studi terbaru Indonesia Water Institute menunjukkan bahwa konsumsi air bersih selama pandemi Covid-19 meningkat 3 kali lipat dibanding kondisi normal, dengan total konsumsi air rumah tangga mencapai 900 hingga 1.400 liter per hari. Selain itu pengeluaran untuk air juga meningkat hingga 5 kali lebih tinggi dari kondisi normal.

See also  Apresiasi Dukungan Garena, Menpora Dito Ingin Kompetisi Antar Kementerian Rutin Digelar

“Upaya untuk memberikan kebersihan air menjadi tantangan karena sumber daya air berkurang dampak dari pertumbuhan penduduk, gaya hidup, persaingan penggunaan air, konversi lahan, pencemaran lingkungan, dan dampak perubahan iklim,” tutur Zainal Fatah.

Selain Pandemi Covid-19, bencana hidrometeorologi juga terkena dampak Fenomena La-Nina yang diperkirakan akan terus terjadi pada akhir 2021 hingga awal 2022. Kementerian PUPR sendiri telah melakukan langkah-langkah untuk menghadapi Fenomena La-Nina di antaranya mengurangi kapasitas tampung/mengosongkan seluruh bendungan yang telah beroperasi serta memantau infrastruktur SDA guna mengetahui volume banjir yang dapat ditampung.

“Untuk meningkatkan antisipasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi La-Nina dan bencana hidrometeorologi, kerjasama antar kementerian/lembaga terkait sangat diperlukan, misalnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menjamin keandalan peralatan pengamatan, analisis/proses prakiraan dan prediksi serta sosialisasi peringatan dini secara cepat, tepat dan akurat,” tutur Zainal Fatah.

Forum Pre AIWW Ke-2 di Labuan Bajo ditutup dengan diskusi terkait manajemen pengelolaan SDA saat Pandemi Covid-19 dengan pembicara Firdaus Ali dari Indonesia Water Institute dan prediksi Fenomena La-Nina oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Turut hadir secara virtual Presiden of AWC Jae – Hyeon Park dan hadir secara langsung seluruh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS/BWS) dan para senior Kementerian PUPR Bidang Sumber Daya Air. (*)

Berita Terkait

Atasi Penyediaan Air Bersih di Pulau Palue, Kementerian PU Siap Jajaki Teknologi BRIN
Tiba di Sikka, Menteri Dody: Pemulihan Konektivitas Menjadi Salah Satu Prioritas Penanganan Pasca Gempa
Kementerian PU Alirkan Air Irigasi Ke Persawahan Terdampak Kekeringan di Kota Sungai Penuh
Bencana Karhutla Kalimantan, Ketua DPD RI Sultan Minta Peran Badan Restorasi Gambut Diperkuat
Kementerian PU Perkuat Layanan Air Minum dan Sanitasi untuk 2.623 Pengungsi di Reok
Kementerian PU Pastikan Seluruh Akses Jalan Yang Longsor di Pulau Palue Telah Fungsional
Kolaborasi Hutama Karya dan Tiga BUMN Dorong Aksi Pengelolaan Sampah Berbasis Warga
Kementerian PU Periksa Keandalan Bangunan Strategis Pascagempa di Manggarai Barat

Berita Terkait

Monday, 24 August 2026 - 16:20 WIB

Atasi Penyediaan Air Bersih di Pulau Palue, Kementerian PU Siap Jajaki Teknologi BRIN

Monday, 24 August 2026 - 15:09 WIB

Tiba di Sikka, Menteri Dody: Pemulihan Konektivitas Menjadi Salah Satu Prioritas Penanganan Pasca Gempa

Sunday, 23 August 2026 - 23:23 WIB

Kementerian PU Alirkan Air Irigasi Ke Persawahan Terdampak Kekeringan di Kota Sungai Penuh

Saturday, 22 August 2026 - 15:05 WIB

Bencana Karhutla Kalimantan, Ketua DPD RI Sultan Minta Peran Badan Restorasi Gambut Diperkuat

Saturday, 22 August 2026 - 14:58 WIB

Kementerian PU Perkuat Layanan Air Minum dan Sanitasi untuk 2.623 Pengungsi di Reok

Berita Terbaru

Berita Utama

ESDM Pastikan Bantuan Korban Bencana Sesuai Kebutuhan di Lapangan

Monday, 24 Aug 2026 - 15:03 WIB