DAELPOS.com – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terkena dampak yang sangat mengerikan ketika awal Pandemi Covid 19 melanda Indonesia pada periode 2020.
Efek nya tingkat Perekonomian di Indonesia pun sempat melemah beberapa waktu lalu. Namun pelan pelan tapi pasti pertumbuhan nya pun mulai tampak, khususnya di Sektor UMKM.
Seperti yang kita ketahui Sektor Bisnis UMKM punya andil besar bagi Pemulihan Ekonomi. Hal tersebut di buktikan dengan data dari Kementrian Koperasi dan UKM.
Total mereka berhasil sumbangkan angka 97% dalam penyerapan Sumber Tenaga Kerja dan bisa berinvestasi sebesar 60,4%.
Tentu itu adalah angka yang bukan sedikit dan menjadi hal yang harus di apresiasi.

Wirawan Panoedjoe Soebagyo, S.M selaku Direktur Executive Masyarakat Mandiri 21 pun berikan Apresiasi atas raihan sektor UMKM tersebut.
“Dampak yang di berikan Teman teman kita di sektor UMKM ini adalah jalan keluar bagi kita (Indonesia) dalam rangka agenda Pemulihan Ekonomi Indonesia. Total mereka memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap PDB (Produk Domestik Bruto). Ada sekitar 60% total mereka hasilkan untuk PDB”.
Yang saya lihat Peran mereka sendiri (UMKM) bisa menjadi salah satu tulang pungunh bagi Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Tinggal bagaimana mereka bisa memaksimalkan kesempatan ini. Kreatifitas dan Kualitas yang sejauh ini mereka selalu tunjukan pun adalah bagian dari cara mereka untuk bisa bertahan dan itu berhasil dan patut diberikan apresiasi.
“Tinggal bagaimana dalam hal ini Lembaga atau Pemerintah terkait bisa membukakan Ruang agar mereka bisa meningkatkan peran mereka ke depan” tutup nya.






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

