Gus Halim Minta Program TEKAD Lebih Maksimal dan Dirasakan Masyarakat

Wednesday, 1 March 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi , Abdul Halim Iskandar didampingi Dirjen PEID, Harlina Sulistyorini menerima audiensi Country Director IFAD Indonesia, Hani Elsadani Salem untuk membahas tindak lanjut kerjasama Program TEKAD antara Kemendes PDTT dengan IFAD. Rabu (01/03/23).
Dok. Sigit Purwanto / Humas Kemendes PDTT

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi , Abdul Halim Iskandar didampingi Dirjen PEID, Harlina Sulistyorini menerima audiensi Country Director IFAD Indonesia, Hani Elsadani Salem untuk membahas tindak lanjut kerjasama Program TEKAD antara Kemendes PDTT dengan IFAD. Rabu (01/03/23). Dok. Sigit Purwanto / Humas Kemendes PDTT

DAELPOS.com – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) lebih maksimal dan dirasakan oleh masyarakat.

Penegasan ini disampaikan Gus Halim, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar saat menerima audiensi Country Director International Fund for Agriculture Development (IFAD) Indonesia, Hani Elsadani Salem.

“Sebagai bagian penting dari perbaikan kinerja di 2023 dan tentu juga untuk menyongsong 2024, maka sekarang harus kita mulai apa yang harus dilakukan. Saya terus terang memang agak lebih masuk lagi ke program-program IFAD dengan satu harapan apa yang kita alami kemarin di 2022 tidak terjadi lagi,” ungkap Gus Halim di Jakarta, Rabu (1/3/2022).

Gus Halim selanjutnya memberikan arahan ke Dirjen terkait, dan meminta ada perubahan total dalam penanganan program-program IFAD. Tujuannya agar program tersebut dapat terlaksana lebih maksimal.

Program yang dilakukan di beberapa provinsi di Indonesia Timur tersebut, lanjut Mendes PDTT, dapat dilakukan dengan menggunakan pola pengerjaan soal ujian.

“Pola pengerjaan soal ujian itu yang mudah dulu kita selesaikan, yang susah-susah nanti kita benahi lagi. Supaya program ini kelihatan hasilnya. Karena memang permasalahannya bukan pada kondisi kita, tapi kondisi di lapangan. Ini yang juga menjadi salah satu faktor yang harus diperbaiki,” ujarnya.

Gus Halim menginstruksikan untuk memetakan dulu permasalahan yang mudah diselesaikan dan paling bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Kita prioritaskan supaya dirasakan kehadiran program kita di sana, baru kemudian yang susah-susah kita benahi bersama,” ujarnya.

Oleh karena itu, Gus Halim bertekad untuk meningkatkan kinerja secara bersama-sama dengan IFAD. Sehingga program TEKAD pada 2023 dan 2024 dapat melebihi ekspektasi dan dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

See also  Kolaborasi Pemerintah-BUMN, Menteri PANRB: Akselerasi Digitalisasi Pemerintah

“Yang pasti kita sepakat untuk kita tingkatkan lagi kinerja kita bersama-sama, agar 2023 ini jauh melebihi ekspektasi yang kita lakukan di 2022. Dan 2024 sudah kita rancang secara lebih matang daripada 2023. Sehingga nanti running di 2024 kita tinggal melanjutkan apa yang kita peroleh di 2023,” paparnya.

Sementara itu, Hani Elsadani Salem mengaku senang dan antusias dengan pendekatan yang dilakukan Mendes PDTT dalam menyelesaikan permasalahan.

Oleh sebab itu, Hani Elsadani juga siap dan bersepakat meningkatkan kinerja IFAD di tahun 2023 untuk menyukseskan program TEKAD.

“Saya sangat senang mendengar komitmen Pak Menteri tadi, kami dan tim juga akan siap mendukung. Kami juga sangat senang mendengar pendekatan yang Pak Menteri lakukan, menyelesaikan dulu permasalahan yang berkaitan langsung dengan masyarakat harus diprioritaskan. Kami dan tim siap mendukung komitmen tersebut. Kita siap dan sepakat untuk meningkatkan kinerja di tahun 2023,” tandas Hani.

Lebih lanjut Hani Elsadani mengatakan, meskipun program TEKAD ini pada awalnya sedikit menemui sejumlah kendala terutama pada pelaksanaan saat-saat COVID-19, namun akhir-akhir ini program ini semakin menunjukkan kondisi yang jauh lebih baik.

“Kemitraan kami di IFAD dengan Kemendes ini adalah sesuatu yang sangat kami hargai dan apresiasi terutama adalah program TEKAD. Tentu saja ada program lain sebelum ini, dan kami sangat menantikan inisiatif-inisiatif untuk menguatkan program ini,” ujar Hani Elsadani.

Diketahui, Program TEKAD dilakukan untuk mempercepat pembangunan di wilayah Indonesia Timur, khususnya sektor pangan.

Saat ini, ada lima provinsi yang menjadi sasaran program TEKAD, yaitu Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berita Terkait

Komisi X DPR Beri Apresiasi atas Prestasi Atlet Indonesia
Raker Bersama Komisi V DPR RI, Menteri Dody Laporkan Progres Signifikan Penanganan Bencana di Sumatera
Kementerian PU Susun Rencana Induk Pascabencana Sumatera, Anggaran Rp73,98 Triliun
Komisi XI Setujui Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Kementerian PU Aktif Terlibat Penanganan Banjir Bandang di Pemalang
Tinjau Penanganan Longsor di Cisarua, Menteri Dody Pastikan Dukungan Penuh Proses Evakuasi
Hutama Karya Lakukan Pemeliharaan Rutin di Sejumlah Ruas JTTS, Ditargetkan Rampung Akhir Januari
Menteri Dody Tinjau Normalisasi Aek Doras untuk Pemulihan Pascabencana di Sumut

Berita Terkait

Tuesday, 27 January 2026 - 22:36 WIB

Komisi X DPR Beri Apresiasi atas Prestasi Atlet Indonesia

Tuesday, 27 January 2026 - 22:15 WIB

Raker Bersama Komisi V DPR RI, Menteri Dody Laporkan Progres Signifikan Penanganan Bencana di Sumatera

Tuesday, 27 January 2026 - 22:13 WIB

Kementerian PU Susun Rencana Induk Pascabencana Sumatera, Anggaran Rp73,98 Triliun

Tuesday, 27 January 2026 - 13:24 WIB

Komisi XI Setujui Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

Monday, 26 January 2026 - 22:30 WIB

Kementerian PU Aktif Terlibat Penanganan Banjir Bandang di Pemalang

Berita Terbaru

Nasional

Komisi X DPR Beri Apresiasi atas Prestasi Atlet Indonesia

Tuesday, 27 Jan 2026 - 22:36 WIB

Ekonomi - Bisnis

Bank Mandiri Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Lewat Kopra by Mandiri

Tuesday, 27 Jan 2026 - 22:21 WIB