Gus Halim Sambut Positif Ajakan Kemendikbud Ristek Majukan Budaya Desa

Wednesday, 8 March 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar Audensi dengan Dirjen Kebudayaan Kemendikbid Ristek Hilmar Farid dikantor Kemendes PDTT.
Jakarta, Rabu, (8/3/2023) 
Foto. Kemendes PDTT

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar Audensi dengan Dirjen Kebudayaan Kemendikbid Ristek Hilmar Farid dikantor Kemendes PDTT. Jakarta, Rabu, (8/3/2023) Foto. Kemendes PDTT

DAELPOS.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar (Gus Halim) menyambut positif ajakan Kemendikbud Ristek melalui pelaksanaan program Pemajuan Kebudayaan Desa.

Dengan program tersebut, akar budaya desa yang adaptif akan tetap menjadi tumpuan utama dalam pembangunan desa.

“Yang pasti basis utama penanganan desa ya di kebudayaan. Banyak hal yang membutuhkan pendampingan untuk mengeksplorasi budaya-budaya positif bagi pembangunan sekaligus kanalisasi dan revitalisasi terhadap nilai budaya agar sesuai dengan kebutuhan pembangunan,” kata Gus Halim saat menerima audiensi dengan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid di ruang kerjanya, Kalibata pada Rabu (8/3/2023).

Tidak hanya itu, Gus Halim juga ingin dalam pelakasanaan program tersebut ada pola yang jelas yang menyesuaikan dengan masalah, potensi, dan kebutuhan desa yang cenderung berbeda antardaerah.

“Harus dipastikan polanya bagaimana. Tapi tetap harus terukur dan yang jelas harus berkesinambungan dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Pemajuan Kebudayaan Desa merupakan program prioritas Kemendikbud Ristek yang digagas sejak 2021. Tujuannya untuk mendukung proses dan mewujudkan inisiatif pemajuan kebudayaan melalui pemberdayaan masyarakat desa.

Hal tersebut senada dengan gagasan Gus Halim pada poin SDGs Desa nomor 18, Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif untuk membangun desa tanpa meninggalkan akar budaya yang dimiliki.

Menurut Gus Halim, budaya tidak boleh terkikis oleh kemajuan zaman namun justru menjadi dasar dalam upaya mewujudkan desa-desa yang mandiri. Oleh karena itu, ia bahkan mengusulkan sembilan desa di IKN tidak diubah nama dan tradisinya namun tetap dimodifikasi sehingga menjadi etalase budaya Indonesia.

“Kita selalu membangun pemikiran atau konsep itu membangun desa jangan sampai tidak bertumpu pada akar budaya atau bahasa lain apapun proses pembangunan kita harus merujuk pada hal obyektif yang bisa dipertahankan,” tegasnya.

See also  Paralimpiade Paris 2024, Tim Boccia Persembahkan Tiga Medali untuk Indonesia

Sementara itu, program Kemajuan Pembudayaan Desa akan fokus pada 235 dari total keseluruhan desa di Indonesia. Ratusan desa tersebut akan diberi pendampingan untuk memajukan daerahnya dengan pendekatan kebudayaan.

Selain itu, program ini juga diharap dapat meminimalisir adanya budaya yang terkikis sehingga bisa terus dilestarikan.

“Karena terbatas fokusnya maka kita fokus ke 235 desa. Intinya melakukan pendataan, potensi kultural bukan hanya kesenian tapi juga pengetahuan teknologi termasuk bahasa. Semua dipetakan ngajarin temen-teman desa dengan modal kita seperti ini kira-kira bisa bikin apa,” terang Hilmar Farid.

“Kita ingin mengatasi masalah-masalah desa seperti stunting dan lainnya tapi kita lebih fokus ke pendekatan kebudayaan. Perlu proses kultural agar teman-teman bisa menemukan potensi untuk menyelesaikan masalah itu,” pungkas Hilmar.

Berita Terkait

Dari Pelosok Jadi Sorotan, Ekspedisi Patriot Angkat Potensi Transmigrasi
60 Ton Sampah Diolah di TPST Kebon Talo Mataram yang Dibangun Kementerian PU
Wapres Tinjau Jembatan Lumut, Konektivitas Aceh Diperkuat
Borong 3 Penghargaan Gold Bintang 4, Hutama Karya Buktikan Komitmen pada TJSL & CSR Award BUMN Track 2026
Kementerian PU Hadirkan Jembatan Gantung Geser Pertama RI di Lombok Barat
Irigasi Tukad Saba Buleleng Dipelihara, Aliran Air Terjaga
Hutama Karya Dukung Gerakan Nasional Zero ODOL Melalui Kampanye Selamat Sampai Tujuan (SETUJU)
Menteri Dody Pastikan Kementerian PU Tangani 492 Titik Kekeringan

Berita Terkait

Monday, 10 August 2026 - 09:34 WIB

Dari Pelosok Jadi Sorotan, Ekspedisi Patriot Angkat Potensi Transmigrasi

Sunday, 9 August 2026 - 20:00 WIB

60 Ton Sampah Diolah di TPST Kebon Talo Mataram yang Dibangun Kementerian PU

Saturday, 8 August 2026 - 13:38 WIB

Wapres Tinjau Jembatan Lumut, Konektivitas Aceh Diperkuat

Friday, 7 August 2026 - 22:51 WIB

Borong 3 Penghargaan Gold Bintang 4, Hutama Karya Buktikan Komitmen pada TJSL & CSR Award BUMN Track 2026

Friday, 7 August 2026 - 20:41 WIB

Kementerian PU Hadirkan Jembatan Gantung Geser Pertama RI di Lombok Barat

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Bank Jakarta Investasi Talenta Digital, Kejar Transformasi Berkelanjutan

Monday, 10 Aug 2026 - 10:40 WIB

lustrasi / foto ist

Megapolitan

Kemenkeu Bidik Pemilik Rumah Kontrakan, Cuan Sewa Terpantau

Monday, 10 Aug 2026 - 10:23 WIB