PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Dukung Pertumbuhan Data Center di Indonesia

Friday, 25 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie (ketiga dari kiri) dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (ketiga dari kanan), saat mengunjungi booth PLN Icon Plus dalam gelaran Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (22/9). Dalam kesempatan tersebut, Darmawan menjelaskan pemanfaatan teknologi robotik sebagai bagian dari inovasi digital yang dikembangkan untuk mendukung transformasi di sektor energi.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie (ketiga dari kiri) dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (ketiga dari kanan), saat mengunjungi booth PLN Icon Plus dalam gelaran Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (22/9). Dalam kesempatan tersebut, Darmawan menjelaskan pemanfaatan teknologi robotik sebagai bagian dari inovasi digital yang dikembangkan untuk mendukung transformasi di sektor energi.

daelpos.com – PT PLN (Persero) terus memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan untuk mendukung pertumbuhan sektor pusat data (data center) di Indonesia. Seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi digital, sektor data center kini menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan pertumbuhan data center membutuhkan dukungan kelistrikan dengan karakteristik yang semakin spesifik, terutama dari sisi kapasitas, keandalan, kualitas daya hingga pemanfaatan energi bersih. Kondisi tersebut mendorong PLN untuk menyiapkan infrastruktur dan layanan yang selaras dengan kebutuhan serta rencana pengembangan pelanggan.

“Meningkatnya kebutuhan listrik dalam ekosistem data center menunjukkan semakin pentingnya infrastruktur energi bagi pertumbuhan ekonomi digital. PLN ingin pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan seiring dengan perkembangan sektor digital, dengan perencanaan yang dilakukan lebih awal agar kebutuhan energi dapat diantisipasi dan investasi dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujar Darmawan.

Dalam sesi diskusi pada gelaran Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (23/9), Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati, menyampaikan bahwa PLN saat ini melayani 159 pelanggan data center dengan total kapasitas tersambung 2.038 megavolt ampere (MVA). Sekitar 99 persen kapasitas tersebut masih terkonsentrasi di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali, dengan Jawa Barat menjadi salah satu klaster data center terbesar.

Namun, pengembangan data center mulai merambah ke luar wilayah tersebut, termasuk Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Seiring perluasan tersebut, kebutuhan pasokan listrik dari sektor teknologi diperkirakan terus meningkat, sehingga diperlukan perencanaan infrastruktur ketenagalistrikan yang selaras dengan karakteristik kebutuhan di masing-masing wilayah. Saat ini, pelanggan data center tersebut mencatat konsumsi energi sebesar 2.378 gigawatt hour (GWh).

See also  Epson Perkuat Dominasi di Industri Tekstil Digital Lewat Printer Dye-Sublimation Generasi Terbaru SC-F20030

“Kami percaya ini baru permulaan. Kecerdasan buatan, cloud computing , layanan digital, serta pertumbuhan ekonomi digital Indonesia akan terus menciptakan kebutuhan listrik baru dalam skala yang sangat signifikan,” ungkap Dini.

Lebih jauh, ia menambahkan bahwa tantangan terbesar PLN adalah menjaga keseimbangan antara akselerasi kapasitas pasokan dengan keandalan, keterjangkauan harga, serta stabilitas sistem dalam jangka panjang. Pengembangan pembangkit dan jaringan perlu direncanakan secara terintegrasi dan dilakukan sejak awal agar dapat mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan data center. Untuk itu, PLN mendorong pendekatan early alignment atau koordinasi sejak tahap awal pengembangannya.

“Komitmen lebih awal dan koordinasi lebih erat dari kedua belah pihak, didukung oleh proyeksi permintaan yang lebih jelas, jadwal energisasi yang realistis, kecepatan pengembangan kapasitas yang tepat, serta kerja sama yang lebih kuat antara PLN, pelanggan, dan pemerintah. Oleh karena itu, pengelolaan komitmen pusat data harus menjadi proses perencanaan bersama,” pungkasnya.

Berita Terkait

ITPLN Global Pals, Dorong Internasionalisasi Kampus Transisi Energi
PLN EPI Sabet Gold Winner AHI 2026, Komunikasi Program Gasifikasi Diapresiasi
Dirut PLN Resmikan Studio PRIMA PowerBIM, Perkuat Transformasi Digital Engineering PLN Enjiniring
Dari Barang Bekas Jadi Bernilai, Srikandi PLN Icon Plus Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Dari Hidrogen Hijau, Green Building hingga Surya Terapung, PLN Nusantara Power Grup Borong Tiga Penghargaan ASEAN Energy Awards 2026
Debat Bahasa Inggris, Ancaman AI Jadi Sorotan Mahasiswa ITPLN
Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal
Tajak 5 Sumur saat Pemulihan Pascabencana, Pertamina EP Rantau Buktikan Ketangguhan Pejuang Energi

Berita Terkait

Sunday, 11 October 2026 - 06:34 WIB

ITPLN Global Pals, Dorong Internasionalisasi Kampus Transisi Energi

Sunday, 11 October 2026 - 06:29 WIB

PLN EPI Sabet Gold Winner AHI 2026, Komunikasi Program Gasifikasi Diapresiasi

Saturday, 10 October 2026 - 21:14 WIB

Dirut PLN Resmikan Studio PRIMA PowerBIM, Perkuat Transformasi Digital Engineering PLN Enjiniring

Saturday, 10 October 2026 - 19:50 WIB

Dari Barang Bekas Jadi Bernilai, Srikandi PLN Icon Plus Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Saturday, 10 October 2026 - 16:59 WIB

Dari Hidrogen Hijau, Green Building hingga Surya Terapung, PLN Nusantara Power Grup Borong Tiga Penghargaan ASEAN Energy Awards 2026

Berita Terbaru