Mini Workshop Job Creation: Siapkan Pramuka Sebagai Generasi LHK Berjiwa Wirausaha Kreatif

Tuesday, 6 June 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia Tahun 2023, KLHK menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya yaitu bimbingan teknis berupa workshop “Job Creation Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti (KAWAN) Melalui Budidaya Maggot BSF” di Ruang Rimbawan 1, Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (5/6).

Kegiatan untuk peningkatan kapasitas generasi muda ini dimotori oleh Pusat Pengembangan Generasi LHK, BP2SDM, Kementerian LHK. Sebanyak 100 peserta yang berasal dari PINSAKANAS dan PINSAKA di wilayah DKI Jakarta hadir dan terlibat aktif mengikuti agenda ini.

Plt. Kepala Badan Pengembangan dan Penyuluhan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) KLHK, Ade Palguna Ruteka menegaskan bahwa budidaya maggot mampu mendorong terciptanya lapangan kerja atau job creation serta pewirausaha. Wirausaha dianggap sebagai jawaban untuk mengatasi permasalahan ekonomi, terutama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta perkembangan teknologi.

“Selain berdampak pada peningkatkan pertumbuhan ekonomi, kegiatan wirausaha juga terkait dengan menciptakan lapangan pekerjaan/Job Creation,” kata Ade dalam sambutan pembukaannya.

Bimtek ini bertujuan untuk mengurangi timbulan sampah. Selain itu, mendukung capaian pembelajaran yang diinginkan dalam pembinaan Satuan Karya Pramuka khususnya saka Kalpataru dan Saka Wanabakti yang berasal dari 5 (lima) pangkalan Satuan Karya Saka KAWAN di Wilayah DKI Jakarta ini.

Kepala Pusat Pengembangan Generasi LHK Sinta Saptarina Soemiarno, mengungkapkan setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta dapat menjadi pionir wirausaha yang membantu pelestarian 5 lingkungan di wilayah masing-masing. Mereka juga dapat membuka peluang kerja bagi teman-teman saka maupun masyarakat sekitarnya.

“Bimtek ini dimaksudkan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan kreatif pada generasi LHK, dan agar peserta mampu untuk melakukan wirausaha kreatif melalui budidaya maggot BSF dengan pakan dari hasil pengolahan sampah organik,” katanya.

See also  Kembali Gelar Sidang Paripurna; DPD RI tetapkan Pimpinan MPR RI dari unsur DPD RI

Sampah organik dapur yang berasal dari sisa makanan menurut data Sistem Informasi Peengelolaan Sampah KLHK merupakan komposisi yang masih mendominasi jenis sampah secara nasional. Komposis sampah berdasarkan jenis sampah yaitu 41.31% sisa makanan dikuti oleh sampah plastik 18,23%, sampah ranting 13.09%, sampah kertas/karton 11.23% dan jenis sampah lainnya seperti logam, kain, kulit, kaca dibawah 3%. Pemanfaatan sampah organik saat ini masih berfokus kepada pengolahan sampah organik seperti ranting, daun dan sampah sayuran untuk pembuatan kompos dimana proses yang dibutuhkan memerlukan waktu yang cukup lama (3-4 bulan).

Saat ini, pemanfaatan sampah organik khususnya sampah organik dapur mulai dilakukan melalui biokonversi sampah organik menjadi pakan untuk budidaya maggot. Lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF) merupakan jenis serangga dimana pada stadium larvanya mampu mengkonversi sampah organik dapur menjadi protein dalam tubuhnya dengan perbandingan untuk menghasilkan 1 kg maggot segar diperlukan sampah organik dapur 5-10 kg.

Selama pelaksanaan bimtek, peserta mendapatkan teori dan praktik budidaya maggot dari narasumber seorang pengusaha dan praktisi budidaya maggot. Peserta juga dibekali seperangkat alat sederhana budidaya maggot sebanyak 10 unit (satu set alat untuk sepuluh peserta).

Tindaklanjut dari kegiatan bimtek ini juga dilakukan pendampingan dan evaluasi selama 30 hari setelah kegiatan dilaksanakan. Kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk melihat penerapan kompetensi peserta yang telah diberikan selama bimbingan teknis.

Acara ini juga dihadiri oleh Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Kepemudaan dan Kepramukaan Generasi Muda LHK, Pramu Risanto dan Sekretaris Umum PINSAKANAS, Hezliyah Siregar.

Berita Terkait

Jangan Sampai Anak Lokal Jadi Penonton di Tanah Sendiri
Mitigasi Risiko, Menteri Dody Pantau Huntara Tegal
Sekolah Rakyat Jatim 1 Surabaya Disiapkan Menjadi Kawasan Pendidikan Terpadu
KOWANI Tegaskan KLB Tak Punya Dasar Konstitusional
BULD DPD RI Temui Disharmonisasi Regulasi dan Kewenangan Pusat-Daerah dalam Penyelenggaraan Pendidikan
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Huntara Rusak Akibat Puting Beliung di Aceh Utara
Hutama Karya Catat Lebih dari 900 Ribu Kendaraan Melintas di JTTS Selama Libur Panjang Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila
Kementerian PU Percepat Pelaksanaan Program Prioritas Presiden, Pastikan Berjalan Tepat Sasaran dan Tepat Waktu

Berita Terkait

Monday, 8 June 2026 - 09:20 WIB

Jangan Sampai Anak Lokal Jadi Penonton di Tanah Sendiri

Sunday, 7 June 2026 - 18:16 WIB

Mitigasi Risiko, Menteri Dody Pantau Huntara Tegal

Saturday, 6 June 2026 - 20:46 WIB

Sekolah Rakyat Jatim 1 Surabaya Disiapkan Menjadi Kawasan Pendidikan Terpadu

Friday, 5 June 2026 - 01:49 WIB

KOWANI Tegaskan KLB Tak Punya Dasar Konstitusional

Thursday, 4 June 2026 - 16:01 WIB

BULD DPD RI Temui Disharmonisasi Regulasi dan Kewenangan Pusat-Daerah dalam Penyelenggaraan Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Utama

Dari London hingga Papua, Mereka Datang untuk Membangun Indonesia

Tuesday, 9 Jun 2026 - 00:31 WIB

Berita Utama

Pemerintah dan DPR Sepakat ASN Disesuaikan Kemampuan Fiskal Daerah

Tuesday, 9 Jun 2026 - 00:29 WIB

foto ist

News

Shin Tae-yong Resmi Latih Persija

Monday, 8 Jun 2026 - 17:02 WIB

ilustrasi / foto ist

Megapolitan

Dolar Tembus Rp18.000, Omzet Warteg Anjlok hingga 50 Persen

Monday, 8 Jun 2026 - 16:57 WIB