Kadin Donggala Genjot Edukasi Petani Melalui Good Agricultural Practice

Friday, 28 July 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terus mendorong pengembangan potensi ekonomi daerah melalui ajang Kadin Impact Award (KIA). Mengusung tema “Satu Kadin Membangun Bangsa”, KIA merupakan bentuk apresiasi Kadin Indonesia kepada Kadin Provinsi, Kabupaten, dan Kota yang telah berhasil mengembangkan program pemberdayaan yang berdampak positif secara sosial maupun ekonomi. Ajang ini bertujuan untuk memacu Kadin di seluruh daerah agar terus berinovasi dan menghasilkan program-program unggulan dalam pemberdayaan ekonomi daerah. Dalam ajang ini, Kadin Indonesia melakukan rangkaian penilaian pada 20 program yang secara signifikan berdampak sosial milik Kadin Daerah.

Dalam rangka penjurian ajang tersebut, Kadin Indonesia melanjutkan rangkaian kunjungan ke Donggala, yang menghadirkan inovasi dalam budidaya jagung lewat program Sulteng Corn Collaboration 4.0. Program ini merupakan program kolaboratif antara Kadin Donggala dengan Syngenta, salah satu perusahaan pemasok produk perlindungan tanaman terbesar di dunia.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid mengatakan kolaborasi Kadin Donggala dengan Syngenta dalam program ini menjadi kunci kesuksesan dalam transformasi petani jagung di Sulawesi Tengah.

“Program Sulteng Corn Collaboration 4.0 adalah contoh dari inisiatif yang inklusif, kolaboratif, dan progresif dalam pembinaan petani lokal agar mampu mengatasi tantangan-tantangan yang selama ini ditemui.  Program ini memberikan pendampingan Good Agricultural Practice (GAP)yang meliputi penyuluhan pelaku pertanian, edukasi serta pelatihan pola tanam, sinergi dengan pemerintah daerah, serta memanfaatkan teknologi digital dengan menyediakan sistem pemasaran e-commerce,” ujar Arsjad.

Sulteng Corn Collaboration 4.0 adalah program pengembangan budidaya jagung di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, yang diinisiasi oleh Kadin Donggala bekerja sama dengan Syngenta, Pemerintah Kabupaten Donggala, PT Eazt – Jobers, Bank Mandiri, dan Bank BRI. Adapun kegiatan yang dilakukan mencakup pelatihan teknik budidaya jagung dengan menerapkan Good Agricultural Practices (GAP), pemberian akses kredit usaha rakyat (KUR) maupun tabung tanam (crowdfunding), kebun percontohan seluas 15 hektare dengan produktivitas di atas 7 ton per hektare, kemitraan dengan peternak sebagai pembeli untuk menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi digital untuk  pembangunan Ekosistem Jagung Smart 4.0 yang merupakan program terintegrasi multi pihak untuk mendorong percepatan hilirisasi industri jagung di Provinsi Sulawesi Tengah.

See also  Komitmen TKDN Produk Pelumas Pertamina

Ketua Kadin Kabupaten Donggala, Rahmad Arsyad mengatakan Inovasi Ekosistem Jagung Smart 4.0 adalah salah satu konsep unggulan dalam program ini. Konsep ini tidak hanya berfokus pada meningkatkan produktivitas komoditas lokal, tetapi juga membentuk sinergi dengan industri lanjutan dan berbagai pihak lainnya dalam rangka integrated farming. Dengan dukungan dari perbankan dan fintech untuk permodalan, penerapan teknik pertanian canggih, serta pasar smart yang efisien, program ini telah berhasil mendorong percepatan hilirisasi industri jagung di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Tolak ukur keberhasilan program ini dinilai dari peningkatan kapasitas petani jagung melalui pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) dan memberikan akses pembiayaan dari perbankan dan fintech. Dengan melibatkan lebih dari 1.000 petani dan menyediakan KUR serta crowdfunding, program ini telah menggerakkan pertumbuhan sektor perkebunan jagung di Kabupaten Donggala, serta berpotensi dapat direplikasi di seluruh kabupaten di Sulawesi Tengah,” kata Rahmad.

Dengan terus berfokus pada kemandirian, keberlanjutan pasokan, dan evaluasi berkelanjutan, program Sulteng Corn Collaboration 4.0 telah berhasil menciptakan dampak positif yang signifikan bagi para petani dan perekonomian daerah setempat.

“Melalui inovasi yang menggabungkan teknologi canggih, praktik pertanian yang baik, dan sinergi dengan industri hilir lainnya,  program ini telah berhasil meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam rantai nilai jagung. Ke depannya, diharapkan industri jagung di wilayah Sulawesi Tengah terus berkembang dan mampu bersaing secara global serta dapat mendorong kemajuan bangsa melalui sektor pertanian yang berkelanjutan dan inklusif” tutup Arsjad.

Berita Terkait

TelkomGroup Borong Tiga Penghargaan Apresiasi Konektivitas Digital 2026
Investasi Jepang Tembus US$17,1 Miliar, Pemerintah Kantongi Komitmen Baru US$23,6 Miliar
Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur
Program Pertapreneur Aggregator Tembus Rp5,7 Miliar, Pendapatan UMK Terdongkrak
Epson Indonesia Ajak Media Main Padel Sebelum Buka Puasa Bersama
OJK: Kinerja Perbankan Diproyeksikan Tetap Solid pada Triwulan I 2026
BNI Bawa 10 UMKM Binaan Tampil di Dhawafest Pesona 2026
Mudik Gratis 2026: Telkom Buka Pendaftaran, Sediakan 27 Bus dan 3 Rute Kapal Laut

Berita Terkait

Tuesday, 21 April 2026 - 18:35 WIB

TelkomGroup Borong Tiga Penghargaan Apresiasi Konektivitas Digital 2026

Friday, 3 April 2026 - 02:25 WIB

Investasi Jepang Tembus US$17,1 Miliar, Pemerintah Kantongi Komitmen Baru US$23,6 Miliar

Wednesday, 1 April 2026 - 16:41 WIB

Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur

Wednesday, 1 April 2026 - 16:25 WIB

Program Pertapreneur Aggregator Tembus Rp5,7 Miliar, Pendapatan UMK Terdongkrak

Thursday, 12 March 2026 - 00:59 WIB

Epson Indonesia Ajak Media Main Padel Sebelum Buka Puasa Bersama

Berita Terbaru

Berita Utama

Bahlil Pastikan Harga LPG 3 Kg Tak Naik, Stok Aman

Wednesday, 22 Apr 2026 - 14:04 WIB