Kemensos, BP Taskin dan Bappenas Jajaki Kolaborasi Bentuk Data Terpadu Tunggal

Wednesday, 30 October 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf mendorong integrasi data antar lembaga. Data yang terintegrasi itu nantinya akan menjadi referensi kementerian dan lembaga dalam menyusun program pengentasan kemiskinan. 

 
Integrasi data kemiskinan menjadi prioritas 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 
 
“Dalam 100 hari ini kita sudah bisa menyelesaikan kesepakatan adanya data tunggal yang menjadi referensi bagi semua kementerian dan lembaga,” kata Gus Mensos saat memberikan keterangan di hadapan awak media di Gedung Cawang Kencana, Jakarta, Rabu (30/10/2024). 
 
Menurut Gus Mensos, keefektifan program-program kesejahteraan sosial secara umum memerlukan integrasi dan koordinasi antar K/L agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat. Tujuan tersebut dapat diwujudkan melalui adanya integrasi data yang dapat mengukur kinerja. 
 
Kementerian Sosial memiliki Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi dasar penyaluran bantuan sosial. DTKS memiliki keunggulan dalam pemutakhiran data yang dilakukan 24 jam dimana masyarakat juga dapat berpartisipasi aktif dalam mengusulkan atau menyanggah data melalui Aplikasi Cek Bansos.
 
Sementara itu, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) mempunyai data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang telah menyurvei lebih dari 250 juta jiwa. 
 
Sebagai langkah awal, Gus Mensos menginisiasi kolaborasi antar K/L dengan mengundang Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko dan Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat BAPPENAS Tirta Sutedjo untuk mendiskusikan integrasi data. 
 
Budiman Sudjatmiko mengatakan baik DTKS maupun Regsosek memiliki keunggulannya masing-masing.  “(DTKS) Ada yang kekuatannya pada pemuktahiran seperti Kemensos 24 jam. Ada yang (Regsosek) kekuatannya pada detailing, tapi pemuktahirannya tidak secepat Kemensos,” ujar Budiman Sudjatmiko. 
 
Presiden Prabowo menginginkan agar angka kemiskinan berkurang atau ditekan habis. Oleh karena itu, data angka kemiskinan real harus diketahui secara tepat agar kemiskinan dapat dientaskan. Kolaborasi antar K/L akan mempertemukan antara kekuatan pemuktahiran DTKS dan kekuatan pendetailan Regsosek.
See also  ASOEN-33: Menguatkan Kerja Sama Lingkungan di ASEAN - Menyambut Indonesia Tuan Rumah 2023

Berita Terkait

Kementerian PU Siapkan 160 Ribu Meter Kubik Air Jelang Panen Raya di Wanam
Ekspedisi Patriot Bantu Warga Klamono Atasi Krisis Air Kolam
Pascabanjir Tapanuli Tengah, Kementerian PU Perkuat Tebing Sungai
Kementerian PU Percepat Penanganan Permanen 5 Klaster Jalan Nasional Terdampak Banjir di Sumut
Tangis Megawati Iringi Pemakaman Guruh
Kementerian PU Salurkan 127 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Babel
Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen
Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta

Berita Terkait

Tuesday, 29 September 2026 - 09:58 WIB

Kementerian PU Siapkan 160 Ribu Meter Kubik Air Jelang Panen Raya di Wanam

Tuesday, 29 September 2026 - 09:43 WIB

Ekspedisi Patriot Bantu Warga Klamono Atasi Krisis Air Kolam

Tuesday, 29 September 2026 - 00:12 WIB

Pascabanjir Tapanuli Tengah, Kementerian PU Perkuat Tebing Sungai

Sunday, 27 September 2026 - 22:56 WIB

Kementerian PU Percepat Penanganan Permanen 5 Klaster Jalan Nasional Terdampak Banjir di Sumut

Saturday, 26 September 2026 - 18:30 WIB

Tangis Megawati Iringi Pemakaman Guruh

Berita Terbaru

foto ist

Megapolitan

Bansos KAJ, KLJ, dan KPDJ September Mulai Dicairkan

Tuesday, 29 Sep 2026 - 15:13 WIB