Kementerian Kehutanan Gelar Live Event Kinerja Industri Kehutanan Dalam Peningkatan Nilai Tambah Produk Olahan Hasil Hutan

Tuesday, 17 December 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DAELPOS.com – Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (Ditjen PHL) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menggelar acara “Live Event Kinerja Industri Kehutanan Dalam Peningkatan Nilai Tambah Produk Olahan Hasil Hutan” secara hybrid.

Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memberikan gambaran kinerja usaha dari 540 Industri Pengolahan hasil hutan secara menyeluruh dan untuk terus memperkuat pemasaran produk olahan hasil hutan bersertifikat SVLK di pasar domestik dan global yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa, (17/12/2024).

Rangkaian kegiatan pada acara “Live Event Industri Kehutanan Dalam Peningkatan Nilai Tambah Produk Olahan Hasil Hutan”, terdiri atas:
1. Launching Sistem Informasi Lingkup Ditjen PHL khususnya Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan (SiHutanku.ID; SVLK+ dan E-Katalog);
2. Pelepasan Ekspor Produk Olahan Hasil Hutan yang Bersertifikat SVLK+ ke Pasar Global;
3. Pameran/ Expo Produk Olahan Hasil Hutan;
4. Workshop “Peningkatan Kinerja Industri Kehutanan Melalui Penguatan Pasar Produk Olahan Hasil Hutan Domestik dan Ekspor”.

Pada acara Live Event tersebut, Menteri Kehutanan RI (Kemenhut) yang diwakili Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Kehutanan (Dirjen PHL) Dida Migfar Ridha menyampaikan beberapa terobosan yang telah dilakukan oleh Ditjen PHL – Kemenhut dalam rangka meningkatkan nilai tambah produk hasil hutan dan kawasan hutan dengan memanfaatkan teknologi dan meningkatkan inovasi dalam proses pengolahan dan pemasaran hasil hutan, meliputi:

1. SVLK+ untuk menjawab tantangan pasar global, yaitu dengan meningkatkan traceability produk hasil hutan berbasis spasial. Hal ini untuk membuktikan upaya pemerintah untuk meningkatkan kepastian setiap produk yang diekspor dapat dilacak asal-usulnya dengan akurat, sehingga meningkatkan aspek legalitas dan menjamin kelestarian pengelolaan hutan;
2. Terobosan marketplace SIHUTANKU.ID, merupakan upaya pengembangan Rencana Pemenuhan Bahan Baku Industri (RPBBI) secara berkelanjutan dalam mendukung fungsi pemasaran produk hasil hutan, yaitu: 1). layanan informasi ketersediaan bahan baku kayu bulat dari Industri Hulu (PBPH dan Perhutani), 2). layanan sarana promosi produk olahan hasil hutan bersertifikat SVLK bagi Publik
3. E-Katalog sektor kehutanan, yang bertujuan mempermudah pelaku usaha, industri kehutanan termasuk UMKM, dalam mengakses pasar domestik bagi pengadaan barang Pemerintah, sehingga proses pemasaran menjadi lebih transparan dan efisien, dan memberikan peluang yang setara bagi semua pihak

See also  Apresiasi Penguatan LPKS, LaNyalla: Jatim Mampu Turunkan Pengangguran Terbuka

Peluncuran 3 (tiga) sistem informasi ini sebagai Pusat Informas dan Marketplace Hasil Hutan diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan daya saing industri kehutanan dan keberlanjutan produk hasil hutan Indonesia serta meningkatkan kinerja Industri Kehutanan di Sektor Hulu dan Hilir dan dampaknya adalah meningkatnya ekspor produk ke Pasar Global dan Pasar Domestik atas produk hasil hutan yang bersertifikat SVLK.

Lebih lanjut Dirjen PHL menyampaikan bahwa produk Industri Kehutanan secara konsisten memberi kontribusi yang signifikan pada komoditas ekspor nasional dalam 5 tahun terakhir. Capaian nilai ekspor produk industri kehutanan periode tahun 2024 hingga hari ini telah mencapai 11,896 Miyar USD, dan berdasarkan perkembangan pertumbuhan nilai ekspor dalam beberapa tahun terakhir, diyakini berpotensi mampu melampaui capaian tahun 2023 sebesar 12,756 Milyar USD.

Pelepasan ekspor produk olahan hasil hutan yang memiliki spesifikasi khusus dengan kualitas terbaik serta telah memenuhi standar global dilakukan secara virtual di 3 (tiga) tempat yaitu: Tangerang, Perawang dan Surabaya, dengan tujuan negara yang berbeda: 1). Produk colour paper untuk Negara tujuan ekspor Singapura; 2). Produk Paper Board untuk Negara tujuan ekspor Polandia dan transit di Negara Singapura; 3) Produk Plywood (kayu lapis) untuk Negara tujuan ekspor Jepang dengan Nilai Ekspor USD 75 ribu, ucap Dida Migfar.

Pada acara Live Event ini juga disiapkan Mini-Expo Pameran Produk Olahan Hasil Hutan yang diikuti Perizinan Berusaha di Sektor Hulu, Sektor Hilir, BUMN dan UMKM Kehutanan. Hal ini dilakukan untuk lebih memperkenalkan lebih lanjut tentang SVLK+ di produk-produk olahan hasil hutan serta menunjukkan berbagai macam ragam produk olahan hasil hutan yang dapat dihasilkan dari Industri Kehutanan dan sekaligus ajang promosi untuk pasar dalam negeri dan global serta telah memiliki memenuhi standar legalitas dan kelestarian berbasis spasial.

See also  Kemenkop dan UKM Jadikan Tulungagung Pilot Project Produksi Cangkul

Lebih lanjut, Dida Migfar menyampaikan bahwa kegiatan pada hari ini menunjukkan komitmen yang kuat bagi seluruh pihak untuk kerja sama yang baik, kolaborasi, dan tindakan kolektif dalam menghadapi tantangan perdagangan global di masa mendatang,” lanjutnya.

Acara Live Event ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah, Pelaku Usaha Sektor Hulu dan Hilir, BUMN, Perwakilan Negara Tetangga serta mitra-mitra yang turut mendukung suksesnya kegiatan tersebut.(*)

Berita Terkait

Menteri PANRB Apresiasi Pemkab Jember Integrasikan 279 Layanan dari 17 Instansi dalam MPP
Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja
Dengan Standarisasi Mutu, Beras Oransbari Siap Jadi Produk Premium
Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V, Dorong Lahirnya Bintang Sepak Bola dari Daerah
Viral Terobos Pagar COP JRF 2026 dan Bentak Petugas, Muldan Akhirnya Minta Maaf
Kementerian PU Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan untuk Bantu Atasi Karhutla di Kalsel
Kementerian Transmigrasi Serahkan 27 Sertipikat Tanah kepada Transmigran di Maluku Tengah
Dari Panen ke Pasar, Petani Transmigrasi Bangka Selatan Jajaki Pasokan Sayur ke SPPG

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 09:01 WIB

Menteri PANRB Apresiasi Pemkab Jember Integrasikan 279 Layanan dari 17 Instansi dalam MPP

Monday, 26 October 2026 - 17:18 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Monday, 26 October 2026 - 12:45 WIB

Dengan Standarisasi Mutu, Beras Oransbari Siap Jadi Produk Premium

Sunday, 25 October 2026 - 13:39 WIB

Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V, Dorong Lahirnya Bintang Sepak Bola dari Daerah

Sunday, 25 October 2026 - 09:31 WIB

Viral Terobos Pagar COP JRF 2026 dan Bentak Petugas, Muldan Akhirnya Minta Maaf

Berita Terbaru

Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Nusantara Power Komang Parmita (kanan) ketika menerima piala penghargaan Energi Subroto 2026 dari Direktur Jenderal Migas KESDM, Laode Sulaeman (kiri). PLN Nusantara Power berhasil mendapatkan penghargaan Transformasi Digital Terbaik pada kategori Inovasi & Nilai melalui inovasi iCORE yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efektivitas proses bisnis dan kinerja pembangkit.

Energy

PLN Group Raih Dua Penghargaan Energi Subroto 2026

Tuesday, 27 Oct 2026 - 09:49 WIB