Hadir Di Parlemen Remaja 2025, Wamen Viva Yoga Dorong Generasi Muda Aktif Beroganisasi dan Terjun Dalam Dunia Politik

Sunday, 27 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi ( foto Istimewa )

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi ( foto Istimewa )

DAELPOS.com – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mendorong generasi muda untuk aktif berorganisasi baik organisasi dalam maupun luar sekolah. Hal demikian penting sebab pengetahuan kepemimpinan dan kemasyarakatan tidak diperoleh di bangku sekolah. “Saat kuliah, ikut organisasi juga sangat penting”, tegasnya, Depok, 26/4/2025. Ungkapan demikian disampaikan saat dirinya memberi materi dalam Latihan Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Tingkat Nasional yang dikemas dalam Parlemen Pelajar 2025.

Kegiatan yang digelar di Depok, Jawa Barat, itu berlangsung dari tanggal 24 hingga 27 April 2025. Kegiatan yang bekerja sama dengan DPR itu diikuti oleh 100 peserta yang datang dari berbaga provinsi seperti Sumatera Barat, Kalimantan Utara, hingga Papua Selatan. Dalam kegiatan Parlemen Pelajar peserta tidak hanya mendapat materi tentang kepemimpinan, keorganisasian, dan ilmu politik namun mereka juga mempraktekan sidang-sidang di DPR.

Lebih lanjut Viva Yoga mengatakan, ilmu tentang kepemimpinan dan kemasyarakatan yang diperoleh dari organisasi tak bisa diserap dalam waktu yang singkat. “Perlu waktu yang intensif, kesabaran, dan ketekunan”, ujarnya. Di sinilah menunjukan beroganisasi tak bisa dilakukan secara instan atau cepat. “Berbagai ilmu dari organisasi ini tidak kita dapatkan dari bangku sekolah”, tambah pria yang juga menjadi Wakil Ketua Umum PAN itu.

Bila aktif berorganisasi, generasi muda tak hanya memperoleh ilmu yang tidak ada di bangku sekolah atau kuliah namun ia juga akan bertemu dengan berbagai tokoh politik maupun masyarakat. “Saat mengikuti Parlemen Pelajar, kalian bisa bertemu dengan anggota DPR secara langsung”, tuturnya.

Meski demikian diingatkan oleh mantan anggota Komisi IV DPR itu menjadi aktivis itu berat dan penuh tantangan. “Saat pelajar atau mahasiswa lain santai atau main media sosial, kalian harus diskusi, rapat, membahas program kerja”, ujarnya. Tak hanya itu, aktivis akan menjadi manusia yang asing di lingkungannya, “karena pikirannya out of the box”, tambahnya. Pikiran out of the box inilah membuat pelajar atau mahasiswa kerap diskusi berbagai masalah mulai dari filsafat, politik, ideologi, ekonomi, dan agama.

See also  Mendagri: Camat Harus Mampu Menerjemahkan Kebijakan Kepala Daerah

Meski Viva Yoga mendorong generasi muda aktif berorganisasi namun dirinya juga mengingatkan agar mereka tetap tekun dan serius dalam belajar baik di sekolah maupun kuliah. Bila kuliah di fakultas hukum maka harus mampu memahami ilmu-ilmu hukum. Demikian pula saat kuliah di fakultas ekonomi, kedokteran, teknik, maupun fakultas dan jurusan lainnya. “Ilmu-ilmu yang bersifat fakultatif inilah yang akan meniadi dasar dalam kehidupan untuk mencari kerja”, ucapnya.

Untuk menambah wawasan keilmuan, diharap pelajar dan mahasiswa juga berpikir holistik komprehensif. Caranya dengan membaca berbagai macam buku di luar fakultatifnya seperti buku tentang ideologi, politik, ekonomi, agama, dan lain sebagainya. “Perpaduan inilah yang akan membuat wawasan kita menjadi luas”, ujar mantan Ketua HMI Cabang Denpasar itu.

Modal yang didapat dari sekolah, kuliah, dan berorganisasi inilah yang menjadi bekal bila mau menjadi politisi dan masuk partai politik. “Nah selama ini orang masuk partai politik niatnya macam-macam”, ungkapnya. “Ada yang niatnya pragmatis, ada pula niatnya memperjuangkan kepentingan rakyat”, tambahnya.

Disampaikan kepada peserta Parlemen Pelajar yang telah mempraktekan berbagai sidang di DPR, saat ini di DPR ada 8 partai. Partai-partai itu disebut PDIP, Gerindra, Golkar, Nasdem, PKB, PKS, PAN, dan Demokrat. “Partai-partai itu yang lolos parliamentary threshold atau ambang batas syarat untuuk lolos ke DPR”, paparnya.

Hadirnya partai menurut pria asal Lamongan, Jawa Timur, itu wujud di Indonesia ada demokrasi. “Tidak ada negara demokrasi tanpa partai politik”, tegasnya. Sebagai negara demokrasi, di sini orang atau masyarakat bebas mendirikan partai. Diterangkan, syarat untuk mendirikan partai, ia harus memiliki ideologi yang jelas, struktur organisasi sampai desa, ada kaderisasi, memiliki program kerja yang memberi manfaat bagi rakyat, pendanaan yang kuat, dan tumbuhnya demokrasi di internal partai.

Berita Terkait

Kementerian PU Tangani 137 Prasarana Peribadatan Pascabencana Aceh
Pemerintah Perluas Penjualan Obat di Koperasi Merah Putih, Target 10.000 Gerai
Kementerian PU Percepat Penanganan Longsor di Pesisir Selatan, Pulihkan Akses dan Salurkan 8.000 Liter Air Bersih
Kementerian PU Perbaiki 1.900 meter Alur Sungai Batang Baliang di Solok
Bank Mandiri Raih Penghargaan CX100, Dinobatkan sebagai BUMN dengan Layanan Terbaik
Kementerian PU Salurkan 20.000 Liter Bantuan Air untuk Penanganan Karhutla dan Krisis Air Bersih di Kota Tarakan
Di Forum Global OECD Paris, Indonesia Paparkan Strategi Penyederhanaan Birokrasi
Kemendes Siap Kolaborasi Lintas K/L Wujudkan Indonesia Emas 2045 Lewat Pemberdayaan
Tag :

Berita Terkait

Sunday, 18 October 2026 - 17:35 WIB

Kementerian PU Tangani 137 Prasarana Peribadatan Pascabencana Aceh

Saturday, 17 October 2026 - 18:27 WIB

Pemerintah Perluas Penjualan Obat di Koperasi Merah Putih, Target 10.000 Gerai

Saturday, 17 October 2026 - 13:11 WIB

Kementerian PU Percepat Penanganan Longsor di Pesisir Selatan, Pulihkan Akses dan Salurkan 8.000 Liter Air Bersih

Saturday, 17 October 2026 - 13:08 WIB

Kementerian PU Perbaiki 1.900 meter Alur Sungai Batang Baliang di Solok

Friday, 16 October 2026 - 09:21 WIB

Bank Mandiri Raih Penghargaan CX100, Dinobatkan sebagai BUMN dengan Layanan Terbaik

Berita Terbaru

Nasional

Budaya & Adat Papua Jadi Bahan Ajar Bagi Anak-anak Di Manokwari

Sunday, 18 Oct 2026 - 22:10 WIB