Koperasi Merah Putih Diresmikan: Ikan dan Pangan Merata hingga Pelosok

Monday, 21 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi / foto ist

ilustrasi / foto ist

daelpos.com – Dengan diresmikannya Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk meningkatkan konsumsi protein rakyat Indonesia melalui distribusi ikan ke seluruh desa.

Hal itu disampaikan saat meresmikan peluncuran kelembagaan 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di Desa Bentangan, Klaten, Senin (21/7/2025).

“Saya berharap hasil ikan kita akan sampai ke semua desa di Indonesia, supaya protein naik. Tiap anak, tiap keluarga harus makan protein yang cukup,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden menargetkan distribusi ikan yang merata dan efisien akan mendorong peningkatan gizi, menurunkan angka stunting, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Peluncuran kelembagaan 80.081 koperasi ini menjadi langkah besar dalam penguatan ekonomi desa. Setiap koperasi akan dilengkapi dengan gerai sembako, unit simpan pinjam, cold storage, dan kendaraan distribusi berupa satu truk dan satu kendaraan kecil (pick-up atau bentor).

“Hasil desa tidak akan busuk atau rusak. Semua bisa segera dikirim ke kabupaten atau sentra pasar,” ujar Presiden.

Khusus bagi desa nelayan, Presiden menyiapkan fasilitas pendingin ikan skala besar, sehingga hasil tangkapan bisa disimpan lebih lama dan didistribusikan lebih luas—termasuk ke desa-desa yang bukan wilayah pesisir.

Presiden menegaskan bahwa infrastruktur koperasi akan dibiayai dari alokasi Dana Desa, yang selama ini mencapai Rp1 miliar per desa per tahun. Namun ia menyoroti perlunya transparansi dan pengawasan dalam pemanfaatan dana tersebut.

“Dananya sudah tersedia. Tapi yang 1 miliar itu, bekasnya kadang-kadang nggak kelihatan. Para kepala desa, tolong ini benar-benar untuk rakyat,” tegasnya.

Presiden juga menekankan agar koperasi dikelola secara bersih, profesional, dan akuntabel, agar benar-benar menjadi motor pembangunan desa yang berdampak langsung ke masyarakat.

Program KDMP/KKMP merupakan bagian dari visi besar ekonomi kerakyatan yang diusung Presiden Prabowo. Dengan koperasi sebagai pusat aktivitas ekonomi lokal, desa-desa diharapkan menjadi lebih mandiri, produktif, dan terintegrasi dengan sistem logistik nasional.

See also  Bukber PWI Jaya dan Santunan Bakrie Amanah

“Dengan koperasi, kita bangun ekonomi dari bawah. Rakyat punya akses modal, pangan cukup, dan anak-anak Indonesia bisa tumbuh sehat dengan protein yang terjangkau,” tandas Presiden.

Berita Terkait

Shin Tae-yong Resmi Latih Persija
Sekolah Rakyat di Jember, Hadirkan Lapangan Sepak Bola Berstandar Internasional
DPD RI dan IP3I Perkuat Kualitas Legislasi
Salor Papua Selatan Disiapkan Jadi Pusat Riset Padi dan Pendidikan Pertanian
Demi Pendidikan Yang Berkualitas Sekolah Tahap II Jateng I di Brebes Dikebut
Kementerian PU Kebut Perbaikan 274 Infrastruktur Pascabencana di Sumut
ASN Diminta Wujudkan Nilai Pancasila Lewat Pelayanan Publik
Rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot 2026 Diumumkan, Kampus Mitra Jamin Transparansi

Berita Terkait

Monday, 8 June 2026 - 17:02 WIB

Shin Tae-yong Resmi Latih Persija

Monday, 8 June 2026 - 14:00 WIB

DPD RI dan IP3I Perkuat Kualitas Legislasi

Sunday, 7 June 2026 - 18:33 WIB

Salor Papua Selatan Disiapkan Jadi Pusat Riset Padi dan Pendidikan Pertanian

Sunday, 7 June 2026 - 18:21 WIB

Demi Pendidikan Yang Berkualitas Sekolah Tahap II Jateng I di Brebes Dikebut

Friday, 5 June 2026 - 01:59 WIB

Kementerian PU Kebut Perbaikan 274 Infrastruktur Pascabencana di Sumut

Berita Terbaru

Berita Utama

Dari London hingga Papua, Mereka Datang untuk Membangun Indonesia

Tuesday, 9 Jun 2026 - 00:31 WIB

Berita Utama

Pemerintah dan DPR Sepakat ASN Disesuaikan Kemampuan Fiskal Daerah

Tuesday, 9 Jun 2026 - 00:29 WIB

foto ist

News

Shin Tae-yong Resmi Latih Persija

Monday, 8 Jun 2026 - 17:02 WIB

ilustrasi / foto ist

Megapolitan

Dolar Tembus Rp18.000, Omzet Warteg Anjlok hingga 50 Persen

Monday, 8 Jun 2026 - 16:57 WIB