Jaga Keanekaragaman Hayati, Telkom Aktif Lakukan Penanaman Bibit Pohon di Berbagai Daerah

Wednesday, 20 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Indonesia sebagai salah satu negara dengan kekayaan alam terbesar di dunia, menyimpan keanekaragaman hayati dan sumber daya alam yang berperan penting bagi keseimbangan ekosistem global. Namun, di balik keindahan itu, kondisi lingkungan kita menghadapi tekanan serius akibat deforestasi, kerusakan ekosistem pesisir, pencemaran plastik, hingga dampak perubahan iklim. Menanggapi isu lingkungan tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) secara konsisten berkontribusi dalam upaya melestarikan dan menjaga keanekaragaman hayati, serta lingkungan hidup.

Berdasarkan data yang dimuat pada Mongabay, deforestasi pada 2024 mencapai 261.575 hektar, dengan 97% terjadi secara legal di wilayah konsesi seperti perkebunan dan tambang, yang mengancam habitat kritis satwa liar. World Economic Forum di tahun 2024 menyampaikan, Indonesia yang menyimpan sekitar 16–18% terumbu karang dunia diperkirakan akan mengalami bleaching tahunan di lebih dari 50% kawasan lindung laut pada 2044.

Sepanjang tahun 2025, Telkom menargetkan penanaman 10.000 bibit pohon di sepanjang Sungai di wilayah Garut, Boyolali, dan Gowa. Penanaman 10.000 bibit mangrove di pesisir Pantai wilayah Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, dan Sulawesi Selatan. Selain itu, penanaman 900 bibit terumbu karang di Banyuwangi, Pandeglang, dan NTT.

Telkom berkolaborasi dengan komunitas dan Masyarakat untuk melakukan program konservasi melindungi keanekaragaman hayati yang berkurang habitatnya, seperti konservasi tanaman obat, anggrek liar, pohon endemik, dan tanaman lamun untuk tumbuhan, sedangkan untuk hewan dilakukan konservasi pada Penyu dan Babi Kutil Bawean.

“Telkom sebagai perusahaan milik negara serta perusahaan telekomunikasi digital terbesar di Indonesia memiliki tanggung jawab untuk keberlanjutan lingkungan hidup serta inovasi, menggabungkan konservasi dengan kemajuan teknologi digital sehingga dapat memantau progress dari program yang dilakukan,” ucap Senior General Manager Social Responsibility Telkom Hery Susanto.

See also  Bulan Fintech Nasional, Pemerintah Dorong Edukasi, Asosiasi, dan Pelaku Industri

“Tidak hanya memanfaatkan teknologi, menjaga dan melestarikan lingkungan serta keanekaragaman hayati merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dilakukan dengan berkolaborasi bersama masyarakat. Hal ini diperlukan untuk memastikan keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang,” ucapnya kembali.

Upaya yang dilakukan oleh Telkom merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya untuk tujuan SDG ke-11 mengenai Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, SDG ke-12 Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG ke-13 Penanganan Perubahan Iklim, SDG ke-14 Ekosistem Lautan, dan SDG ke-15, yaitu Ekosistem Daratan.

Melalui langkah nyata ini, Telkom membuktikan bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian integral dari strategi perusahaan untuk membangun masa depan yang berkelanjutan. Dengan memadukan teknologi, kolaborasi, dan kesadaran kolektif, Telkom tidak hanya menjaga warisan alam Indonesia, tetapi juga menciptakan nilai bersama bagi masyarakat, lingkungan, dan generasi yang akan datang.

Berita Terkait

Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung
Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu Jadi Rp2,754 Juta per Gram
BRI Gandeng Syailendra Capital di BRImo
Dua Mesin Ekonomi Digeber, Pemerintah Paksa Perbankan Salurkan Kredit
BTN-KAI Kembangkan 5.400 Hunian TOD di Kawasan Strategis
Menkeu: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Triwulan I-2026
TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Tulang Punggung Utama Konektivitas Digital Papua Pegunungan
JTTS Hidupkan Ratusan UMKM, Hutama Karya Sulap Rest Area Jadi Motor Ekonomi Lokal

Berita Terkait

Wednesday, 10 June 2026 - 14:25 WIB

Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung

Thursday, 28 May 2026 - 14:43 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu Jadi Rp2,754 Juta per Gram

Tuesday, 26 May 2026 - 23:17 WIB

BRI Gandeng Syailendra Capital di BRImo

Monday, 25 May 2026 - 17:32 WIB

Dua Mesin Ekonomi Digeber, Pemerintah Paksa Perbankan Salurkan Kredit

Saturday, 23 May 2026 - 22:26 WIB

BTN-KAI Kembangkan 5.400 Hunian TOD di Kawasan Strategis

Berita Terbaru

Nasional

Program IBM 2027 Sasar 4.127 Titik Sentuh Kebutuhan Warga

Saturday, 13 Jun 2026 - 21:56 WIB

Berita Terbaru

Gunakan Pendekatan Octahelix, Mendes Libatkan UMMI dalam Pembangunan Desa

Saturday, 13 Jun 2026 - 12:14 WIB