Optimisme Guru Sekolah Rakyat Sambut Indonesia Emas

Monday, 25 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nurakmasari, guru dari SRMA 26 Makassar, Sulawesi Selatan memberikan keterangannya pada acara Pengarahan Presiden RI kepada Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di Jakarta International Expo (JI-Expo), Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Jumat, 22 Agustus 2025. Foto: Istimewa

Nurakmasari, guru dari SRMA 26 Makassar, Sulawesi Selatan memberikan keterangannya pada acara Pengarahan Presiden RI kepada Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di Jakarta International Expo (JI-Expo), Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Jumat, 22 Agustus 2025. Foto: Istimewa

daelpos.com – Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto disambut antusias oleh para pendidik di berbagai daerah. Para pendidik menilai program ini menjadi strategi nyata untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka kesempatan setara bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

“Di 2045 itu adalah tanggung jawab yang besar dari sisi kami sebagai seorang pendidik karena di 2045, 100 tahun Indonesia, Indonesia harus menjadi Indonesia yang sejajar dengan bangsa-bangsa yang ada di dunia saat ini,” ujar Fenny Meivi Sarah Kilikily, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 21 Manado pada acara Pengarahan Presiden RI kepada Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di Jakarta International Expo (JI-Expo), Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Jumat, 22 Agustus 2025.

Fenny menjelaskan bahwa tantangan utama dalam menjalankan sekolah rakyat adalah mengubah pola pikir peserta didik. Banyak dari mereka yang sebelumnya merasa rendah diri karena keterbatasan ekonomi, namun kini mulai memiliki keyakinan bahwa mereka mampu menggapai cita-cita. Kehadiran sekolah rakyat diyakini dapat menumbuhkan kepercayaan diri dan semangat belajar yang baru.

“Kondisi ekonomi yang membuat mereka pada akhirnya memiliki konsep berpikir bahwa mereka miskin dan tidak bisa, tidak dapat berbuat apa-apa. Itu keliru. Nah ketika Sekolah Rakyat ini hadir, kami sebagai pendidik berperan aktif untuk pada akhirnya mengubah mindset dari peserta didik yang ada. Dari yang awalnya tidak atau bukan apa-apa, harusnya menjadi yang ada dan ada apa-apanya. Seperti itu,” ungkap Fenny.

Ramona Situngkir, guru geografi di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 9 Jakarta Timur, menuturkan bahwa motivasinya mengajar di sekolah rakyat lahir dari pengalaman pribadi. Ramona berasal dari keluarga sederhana, namun berkat dukungan negara berhasil melanjutkan kuliah. Menurutnya, pendidikan adalah bukti nyata yang dapat mengubah nasib.

See also  Menteri Halim Ingin Seluruh Kades Raih Gelasr Sarjana

“Jadi saya dulunya adalah berasal dari keluarga yang tidak mampu, namun berhasil melanjutkan kuliah sampai S1 berkat bantuan dari negara. Itulah yang menjadi motivasi saya. Saya ingin menjadi bukti, menjadikan contoh yang nyata pada adik-adik ini bahwa pendidikan itu bisa mengubah nasib kita ke depan menjadi lebih baik,” tutur Ramona.

Sementara itu, Nurakmasari, guru dari SRMA 26 Makassar, Sulawesi Selatan menyebut pengalaman mengajar di sekolah rakyat sangat berharga. Ia bersama rekan-rekan guru di sekolah tersebut berkomitmen untuk membimbing anak-anak didik, pendampingan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta didik.

“Harapannya semoga anak-anak Sekolah Rakyat bisa betul-betul berdampak, mampu berkembang, mengubah nasib mereka, menginspirasi teman-teman mereka yang lain, untuk terus belajar, berkembang, dan berprestasi di masa depan, serta bisa berkontribusi untuk Indonesia,” ujar Nurakmasari.

Para pendidik optimistis bahwa dengan dukungan penuh Presiden Prabowo, program ini akan terus meluas dan menjangkau lebih banyak anak di seluruh Indonesia. Mereka percaya, langkah strategis ini adalah fondasi menuju Indonesia yang kuat, kokoh, dan sejajar dengan bangsa lain pada 2045.

Berita Terkait

Dari Kelapa Lahir 4.000 Lapangan Kerja
Menteri PANRB Apresiasi Program ASN Berintegritas KPK untuk Perkuat Nilai Antikorupsi
Hutama Karya dan Unand Resmikan Pustroib, Perkuat Infrastruktur Bawah Tanah Indonesia
Jangan Sampai Anak Lokal Jadi Penonton di Tanah Sendiri
Mitigasi Risiko, Menteri Dody Pantau Huntara Tegal
Sekolah Rakyat Jatim 1 Surabaya Disiapkan Menjadi Kawasan Pendidikan Terpadu
KOWANI Tegaskan KLB Tak Punya Dasar Konstitusional
BULD DPD RI Temui Disharmonisasi Regulasi dan Kewenangan Pusat-Daerah dalam Penyelenggaraan Pendidikan
Tag :

Berita Terkait

Wednesday, 10 June 2026 - 14:30 WIB

Dari Kelapa Lahir 4.000 Lapangan Kerja

Tuesday, 9 June 2026 - 23:18 WIB

Menteri PANRB Apresiasi Program ASN Berintegritas KPK untuk Perkuat Nilai Antikorupsi

Tuesday, 9 June 2026 - 23:05 WIB

Hutama Karya dan Unand Resmikan Pustroib, Perkuat Infrastruktur Bawah Tanah Indonesia

Monday, 8 June 2026 - 09:20 WIB

Jangan Sampai Anak Lokal Jadi Penonton di Tanah Sendiri

Sunday, 7 June 2026 - 18:16 WIB

Mitigasi Risiko, Menteri Dody Pantau Huntara Tegal

Berita Terbaru

Nasional

Dari Kelapa Lahir 4.000 Lapangan Kerja

Wednesday, 10 Jun 2026 - 14:30 WIB

Ekonomi - Bisnis

Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung

Wednesday, 10 Jun 2026 - 14:25 WIB

foto ist

News

Pemprov DKI Tertibkan Parkir Liar, 600 Personel Dikerahkan

Wednesday, 10 Jun 2026 - 09:26 WIB

foto ist

News

Mulai 10 juni 2026, Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter

Wednesday, 10 Jun 2026 - 09:17 WIB

News

324 Hunian Warga Bantaran Rel Senen Rampung Dibangun

Tuesday, 9 Jun 2026 - 23:34 WIB