Kemendes Dorong Pengembangan Ekonomi Hijau Lewat Pewarna Alam Wastra Nusantara

Monday, 27 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) melalui Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PPDT) bekerja sama dengan Perkumpulan Warna Alam Indonesia (WARLAMI) menggelar kegiatan bertajuk “Pelestarian Wastra melalui Pengembangan Usaha Pewarna Alam dan Mini Eco Fashion Show: Kain Tenun/Batik Ready to Wear serta Pameran Indonesia Hijau”, di Kantor Ditjen PPDT, Jl. Lapan 70, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (27/10/2025).

Acara ini dihadiri langsung oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kemendes PDT Ratu Rachmatuzakiyah dan Elisa Sumarlin. Turut dari berbagai unsur, yaitu SERUNI Kabinet Merah Putih, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian dan Lembaga, Dinas PMD Provinsi/Kabupaten, PKK Desa, Kedutaan Besar, LSM lingkungan, pelaku usaha, mahasiswa, pelajar, serta masyarakat umum.

Penasehat Dharma Wanita Persatuan Ratu Rachmatuzakiyah yang turut mengapresiasi inisiatif Pelestarian Wastra berbasis lingkungan tersebut.

“Keindahan tidak harus mengorbankan kelestarian alam. Warisan budaya dapat terus hidup melalui cara-cara yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ujar Ratu Zakiyah.

Ratu Zakiyah mengatakan jika industri Fast Fashion miliki tantangan yang menyebabkan menurunnya minat generasi muda terhadap Kain Tradisional, sekaligus menimbulkan limbah berbahaya dari pewarna sintetis.

Olehnya, kegiatan Mini Eco Fashion Show ini, tidak hanya menjaga Warisan Budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui pemberdayaan Masyarakat Desa, BUMDesa, dan Koperasi Desa Merah Putih.

“Pemanfaatan tanaman pewarna alami dapat menjadi sumber penghidupan yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan. Inilah semangat Green Economy Desa yang berkelanjutan,” kata Ratu Zakiyah.

Ratu Zakiyah juga memberikan apresiasi kepada para desainer dan pelaku Eco Fashion yang berpartisipasi dalam acara ini. “Karya-karya dalam Mini Eco Fashion Show bukan sekadar indah, tetapi juga membawa pesan bahwa menjadi modis tidak berarti harus merusak bumi,” kata Bupati Serang tersebut.

See also  Menteri Basuki Terus Promosikan World Water Forum (WWF) ke-10 Tahun 2024 di Bali

Sementara itu, Direktur Jenderal PPDT Kemendesa PDT Samsul Widodo menegaskan pentingnya penerapan konsep keberlanjutan dalam industri kreatif, terutama sektor fashion.

“Wastra bukan sekadar kain, tetapi jejak identitas bangsa, hasil karya tangan-tangan terampil Masyarakat Desa yang diwariskan lintas generasi. Namun di tengah arus globalisasi dan industri fast fashion, eksistensinya menghadapi tantangan besar, terutama dari sisi regenerasi perajin dan dampak lingkungan,” ujar Samsul.

Samsul menjelaskan bahwa pewarna alami menjadi salah satu solusi konkret dalam mewujudkan industri mode ramah lingkungan. Selain memperkuat filosofi budaya Nusantara, pewarna alami juga memiliki nilai ekonomi tinggi bagi Masyarakat Desa.

“Dari pewarna alami, kita belajar harmoni, kesabaran, dan keberlanjutan. Ini bukan hanya tentang estetika kain, tapi tentang ekonomi hijau yang berpihak pada Desa,” jelasnya.

Samsul juga menekankan bahwa pengembangan pewarna alami menjadi bagian dari 12 Rencana Aksi “Bangun Desa, Bangun Indonesia”, yang merupakan implementasi Asta Cita ke-6 Kemendesa PDT. Program ini mencakup hilirisasi produk unggulan Desa, penguatan Desa Wisata dan Ekspor, serta kemitraan investasi berorientasi lingkungan.

Mini Eco Fashion Show yang menampilkan karya busana ready to wear berbahan tenun dan batik berpewarna alami hasil kolaborasi WARLAMI dengan pengrajin dan pelaku usaha lokal.

Selain peragaan busana, kegiatan ini juga menghadirkan Pameran Indonesia Hijau, menampilkan berbagai produk ramah lingkungan dari mitra dan sponsor kegiatan. Di antaranya Kementerian Pertanian pameran buah lokal, WARLAMI, Penenun Kampung Baduy, Dekranasda Kabupaten Belu, Koperasi Pemasaran Berkah Jaya Lestari (Lampung), Lolini, Da’poza, serta pelaku bisnis hijau seperti Kopi Tirto, Surplus Indonesia, Tokyo8, Sadar Lemari, Bersibersi Lemari, dan Armada Kemasan.

Kegiatan juga mendapat dukungan akademik dari Universitas Indonesia dan World Wide Fund for Nature (WWF) melalui sesi edukasi lingkungan bertema “Pahlawan Cilik Menjaga Bumi”, diikuti siswa sekolah dasar yang diajak bermain dan belajar secara interaktif tentang pentingnya menjaga alam sejak dini.

See also  Wamen Diana Tinjau Proyek Renovasi Sekolah Rakyat Tahap I di Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Sebagai penutup, digelar talkshow bertema “Batik dan Tenun: Mewujudkan Warisan Budaya dalam Fashion Ready to Wear” dengan menghadirkan Myra Widiono (Ketua WARLAMI) dan Suroso (Sekretaris Jenderal WARLAMI) sebagai narasumber.

Dalam diskusi, Myra Widiono menegaskan bahwa pewarna alami bukan sekadar tren, melainkan gerakan budaya yang mempertemukan keberlanjutan, kearifan lokal, dan tanggung jawab sosial.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekjen Kemendes Taufik Madjid, Kepala BPSDM Agustomi Masik, Staf Ahli Sugito dan Pejabat Tinggi di lingkungan Kemendes PDT.

Berita Terkait

Antisipasi Kemarau Panjang 2026, Kementerian PU Siapkan Strategi Mitigasi Terpadu
Hutama Karya Tancap Gas, Pemerintah Kawal Proyek Tol Trans Sumatera
Kementerian Transmigrasi Dukung Satgas PKH Bentukan Prabowo Subianto, Selamatkan Rp11,4 Triliun dan Jutaan Hektare Hutan
Tingkatkan Layanan Air Minum, Kementerian PU Siapkan Pengembangan SPAM di Nganjuk
HKI Perkuat Pengelolaan Sampah Lewat Program CLEAN di Jaktim
Dari Penebang Kayu Jadi Pemandu Wisata, Nyarai Bangkit Lewat Ekowisata
402 Relawan Turun ke Lokasi Bencana, Menteri Dody Apresiasi Semangat Generasi Muda PU di Sumatera
Kisah Sukses Mantan Pengemudi Ojol Berhasil Olah Lada di Kawasan Transmigrasi Mahalona

Berita Terkait

Monday, 13 April 2026 - 18:23 WIB

Antisipasi Kemarau Panjang 2026, Kementerian PU Siapkan Strategi Mitigasi Terpadu

Sunday, 12 April 2026 - 11:22 WIB

Hutama Karya Tancap Gas, Pemerintah Kawal Proyek Tol Trans Sumatera

Saturday, 11 April 2026 - 21:20 WIB

Kementerian Transmigrasi Dukung Satgas PKH Bentukan Prabowo Subianto, Selamatkan Rp11,4 Triliun dan Jutaan Hektare Hutan

Saturday, 11 April 2026 - 21:17 WIB

Tingkatkan Layanan Air Minum, Kementerian PU Siapkan Pengembangan SPAM di Nganjuk

Friday, 10 April 2026 - 13:38 WIB

HKI Perkuat Pengelolaan Sampah Lewat Program CLEAN di Jaktim

Berita Terbaru

Proyek Lapangan Gas Abadi di Blok Masela di Laut Arafura, lepas pantai Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, Maluku. (Foto: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi)

Energy

Masela Dikebut, Energi Nasional Diperkuat

Monday, 13 Apr 2026 - 23:03 WIB

Menteri PANRB Rini Widyantini / foto ist

Berita Utama

WFH ASN Pekan Pertama Dinilai Menggembirakan, Kinerja Tetap Terjaga

Monday, 13 Apr 2026 - 23:00 WIB