Kementerian PU Terus Pulihkan Akses Pascabencana Aceh, Berikut Ruas Jalan Nasional yang Sudah Fungsional

Monday, 22 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan dampak banjir bandang dan longsor di Provinsi Aceh. Hingga Minggu (21/12/2025) pukul 10.00 WIB, sejumlah ruas jalan nasional yang sebelumnya terdampak bencana kini telah kembali fungsional dan dapat dilalui, sehingga konektivitas antarwilayah berangsur pulih.

Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh memprioritaskan pembukaan akses jalan nasional sebagai urat nadi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan pemulihan aktivitas sosial ekonomi pascabencana.

“Kementerian PU terus berusaha agar akses ini kembali fungsional secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik,” kata Menteri PU Dody Hanggodo.

Kementerian PU memastikan bahwa lintas timur dan lintas barat Aceh pada prinsipnya telah fungsional dengan sisa pekerjaan berupa pembersihan material akibat banjir dan longsor. Adapun pada lintas tengah, penanganan masih difokuskan pada pemasangan Jembatan Bailey dan pemulihan badan jalan yang tergerus sungai agar konektivitas dapat kembali tersambung secara bertahap.

Lintas Timur Aceh telah kembali terhubung mulai dari Kota Banda Aceh hingga perbatasan Provinsi Sumatera Utara. Ruas Banda Aceh–Meureudu saat ini dalam kondisi terhubung, disusul ruas Meureudu–Batas Pidie Jaya/Bireuen yang telah fungsional sejak 12 Desember 2025 setelah penimbunan oprit jembatan yang runtuh.

Selanjutnya, ruas Kota Bireuen–Batas Bireuen/Aceh Utara juga telah dapat dilalui melalui jalur alternatif menggunakan Jembatan Bailey di Awe Geutah dengan akses terbatas sejak 19 Desember 2025.

Kementerian PU juga memastikan ruas jalan Kota Lhokseumawe hingga Kota Langsa telah dapat dilalui setelah pembersihan sedimen rampung pada 10 Desember 2025. Ruas Kota Langsa–Kuala Simpang menyusul fungsional setelah penanganan sedimen selesai pada 19 Desember 2025.

See also  Kemenparekraf Beri Bantuan Alat Medis Perkuat Penanganan COVID-19

Kemudian ruas Kuala Simpang–Batas Provinsi Sumatera Utara kini juga sudah bisa dilalui seluruh jenis kendaraan, meskipun pembersihan material lumpur dan kayu masih terus dilakukan.

Di wilayah tengah dan barat Aceh, beberapa ruas strategis juga telah kembali terhubung. Ruas Kota Bireuen–Batas Bireuen/Bener Meriah telah fungsional sejak 18 Desember 2025 setelah pemasangan Jembatan Bailey di Jembatan Teupin Mane dan penanganan sementara longsoran. Ruas Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara telah terhubung kembali sejak 19 Desember 2025 setelah penanganan longsoran selesai.

Selanjutnya, ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhokseumot–Jeuram kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Pada ruas ini, satu unit jembatan yang putus telah ditangani melalui penimbunan oprit, pemasangan jembatan darurat, dan dilanjutkan pemasangan Jembatan Bailey dengan target fungsional pada 25 Desember 2025.

Kemudian ruas Kota Kutacane–Batas Provinsi Sumatera Utara juga telah dapat dilalui. Sementara pada ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane, penanganan sembilan titik longsoran telah selesai, dan dua jembatan yang terdampak saat ini tetap fungsional melalui jalan sementara sambil menunggu penyelesaian pemasangan Jembatan Bailey yang ditargetkan rampung pada 27 Desember 2025.

Kementerian PU akan terus melakukan pemantauan dan percepatan penanganan di seluruh titik terdampak bekerja sama dengan pemerintah daerah, BUMN Karya, dan TNI guna memastikan akses jalan nasional di Aceh kembali pulih secara aman dan berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok
Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola
Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman
Kementerian PU Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Setelah Putusan Hukum Inkrah
Petakan Tata Kelola Agraria Kawasan Transmigrasi, TEP UNHAS Inisiasi Forum Diskusi di Fakfak Timur
Dukung Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045, Hutama Karya Gelar ‘HK Mengajar’ di Universitas Bung Hatta
Kementerian PU Berhentikan Sementara ASN Tersangka Narkotika
Dorong Budidaya Rumput Laut Berkelanjutan, Hutama Karya Hadirkan HK Bio Care di Lampung

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 18:11 WIB

Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok

Monday, 21 September 2026 - 20:50 WIB

Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola

Monday, 21 September 2026 - 19:42 WIB

Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman

Monday, 21 September 2026 - 12:53 WIB

Kementerian PU Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Setelah Putusan Hukum Inkrah

Sunday, 20 September 2026 - 16:52 WIB

Petakan Tata Kelola Agraria Kawasan Transmigrasi, TEP UNHAS Inisiasi Forum Diskusi di Fakfak Timur

Berita Terbaru