Telkom Akses Perkuat Sistem K3 Melalui Kebijakan Ruang Terbatas sebagai Pilar ESG

Monday, 5 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan pelatihan dan sertifikasi Keselamatan Ruang Kerja Terkait Ruang Terbatas (confined space). ( foto Dok. Telkom )

Kegiatan pelatihan dan sertifikasi Keselamatan Ruang Kerja Terkait Ruang Terbatas (confined space). ( foto Dok. Telkom )

daelpos.com – Di balik pesatnya pertumbuhan jaringan digital Indonesia, ada kerja-kerja sunyi yang berlangsung jauh dari sorotan. Para teknisi PT Telkom Akses menelusuri lorong-lorong sempit di bawah tanah—manhole, chamber, dan kanal tertutup—tempat serat optik negeri dibentangkan. Di ruang terbatas itu, keselamatan menjadi syarat utama, bukan sekadar prosedur.

Sebagai anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Telkom Akses menempatkan perlindungan teknisi sebagai fondasi pembangunan infrastruktur digital nasional. Perusahaan memperkuat implementasi kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya pada aktivitas di ruang terbatas atau confined space, yang dikenal memiliki tingkat risiko tinggi.

Bekerja di ruang terbatas bukan hanya perkara keahlian teknis, melainkan disiplin yang menuntut kehati-hatian dan kepatuhan penuh terhadap standar keselamatan. Sejak 13 Oktober 2021, Telkom Akses telah menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Bekerja di Ruang Terbatas yang disusun merujuk pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta pedoman Direktorat Pengawasan Norma K3.

SOP tersebut mengatur seluruh tahapan kerja, mulai dari identifikasi bahaya, pengukuran kadar oksigen, penggunaan alat pelindung diri, hingga prosedur penyelamatan darurat. Setiap pekerjaan wajib melalui mekanisme permit to work dan berada di bawah pengawasan fungsi Health, Safety, and Environment (HSE). Bagi Telkom Akses, kelalaian sekecil apa pun di ruang terbatas berpotensi berakibat fatal.

Upaya membangun budaya keselamatan dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan dan sertifikasi. Pada 18–22 Agustus 2025, Telkom Akses menggelar Sertifikasi Keselamatan Ruang Kerja Terkait Ruang Terbatas yang diikuti teknisi dari berbagai regional. Pelatihan ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan kesadaran risiko, kepedulian terhadap rekan kerja, serta tanggung jawab terhadap lingkungan kerja.

See also  Menteri PANRB Ungkap Peluang dan Tantangan Digitalisasi Birokrasi di Indonesia

Pendekatan keselamatan juga diperkuat melalui pengendalian operasional yang mengacu pada standar ISO 45001:2018 dan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012. Setiap pekerjaan diawali dengan Job Safety Analysis, pemeriksaan alat deteksi gas, serta verifikasi kesiapan kerja oleh tim HSE. Teknisi hanya diperbolehkan masuk setelah seluruh aspek keselamatan—ventilasi, komunikasi, hingga alat evakuasi—dipastikan siap.

Bagi Telkom Akses, penerapan K3 merupakan bagian dari prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Dari sisi sosial, kebijakan ini melindungi pekerja dan keluarganya melalui sistem pencegahan kecelakaan berlapis. Dari sisi tata kelola, prosedur yang terdokumentasi mencerminkan akuntabilitas dan transparansi operasional.

Keselamatan, bagi Telkom Akses, bukan sekadar kewajiban administratif. Ia adalah filosofi kerja. Perusahaan meyakini bahwa tidak ada infrastruktur digital yang benar-benar kuat tanpa perlindungan terhadap manusia yang membangunnya—bahkan ketika kerja itu dilakukan dalam senyap, jauh di bawah permukaan tanah.

Berita Terkait

Ade Yuliasih Serahkan 10 Ribu Bibit Tanaman untuk Masyarakat Baduy, Cegah Bencana Alam
Pangkas Jarak dan Biaya, Tim Ekspedisi Patriot ITS Hadirkan Kemudahan Mendapatkan Layanan Beasiswa
Perkuat SDM Infrastruktur Berkualitas, Kementerian PU Cetak 41.824 Tenaga Kerja Konstruksi
Bahlil Targetkan PNBP ESDM Rp165 Triliun
Neraca Sehat dan Kuat, Bank Mandiri Catat Laba Rp45,5 Triliun Hingga Kuartal III 2026
Mahasiswa ITPLN Ciptakan ARUNIKA, Deteksi Banjir Bertenaga Surya
Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo, Menteri PU Percepat Penanganan Jalan Perbatasan di Kalimantan
Hari Santri Nasional 2026, Mendes Tegaskan Peran Santri di Tengah Krisis Keteladanan

Berita Terkait

Monday, 26 October 2026 - 12:49 WIB

Ade Yuliasih Serahkan 10 Ribu Bibit Tanaman untuk Masyarakat Baduy, Cegah Bencana Alam

Monday, 26 October 2026 - 10:28 WIB

Pangkas Jarak dan Biaya, Tim Ekspedisi Patriot ITS Hadirkan Kemudahan Mendapatkan Layanan Beasiswa

Monday, 26 October 2026 - 10:13 WIB

Perkuat SDM Infrastruktur Berkualitas, Kementerian PU Cetak 41.824 Tenaga Kerja Konstruksi

Saturday, 24 October 2026 - 18:33 WIB

Bahlil Targetkan PNBP ESDM Rp165 Triliun

Saturday, 24 October 2026 - 10:48 WIB

Neraca Sehat dan Kuat, Bank Mandiri Catat Laba Rp45,5 Triliun Hingga Kuartal III 2026

Berita Terbaru

foto ist

Berita Utama

Polda Metro Jaya Gelar Operasi Patuh Jaya 2026

Monday, 26 Oct 2026 - 13:36 WIB

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Isma Yatun  / foto ist

Berita Utama

Ketua BPK Dorong Penguatan Auditor Forensik Cegah Korupsi

Monday, 26 Oct 2026 - 13:29 WIB

Gubernur Pramono Anung lepas 37 ribu pelari JRF 2026 dan ikut lari kategori 10K/Dokumen Pemprov DKI Jakarta

Berita Terbaru

JRF 2026 dan Konser Ye Live Gerakkan Ekonomi Jakarta Rp625 Miliar

Monday, 26 Oct 2026 - 13:10 WIB