daelpos.com – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melaksanakan penataan 43 kios UMKM, perbaikan Sarana Ibadah dan toilet umum di Kawasan Wisata Pantai Viral Bagek Kembar, Kota Mataram dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen PLN EPI mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penguatan sektor pariwisata dan UMKM lokal
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menjelaskan bahwa program ini difokuskan pada penataan kios agar tampil lebih tertib, nyaman, dan memiliki daya tarik visual yang lebih baik bagi wisatawan. Penataan ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman berkunjung yang positif sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
“PLN EPI tidak hanya hadir sebagai penyedia energi primer, tetapi juga sebagai mitra pembangunan sosial. Penataan kios ini Kami rancang agar kawasan Pantai Viral menjadi lebih bersih, rapi dan menarik, sehingga jumlah kunjungan wisata meningkat dan manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh pelaku UMKM,” ujar Mamit.
Ia menambahkan bahwa Pantai Viral memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan Kota Mataram apabila didukung dengan fasilitas UMKM yang representatif dan tertata dengan baik.
“Ketika wisatawan merasa nyaman, mereka akan tinggal lebih lama, berbelanja lebih banyak, dan itu berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Program penataan kios UMKM Pantai Viral ini merupakan program perdana TJSL PLN EPI di Pulau Lombok. Ke depan, PLN EPI menegaskan komitmennya untuk terus membangun pola kolaborasi jangka panjang dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat dan destinasi wisata berbasis potensi lokal.
“Kami ingin membangun kerja sama yang berkelanjutan, bukan sekedar kegiatan sesaat. Dukungan pemerintah daerah menjadi kunci agar program ini dapat tumbuh dan memberi dampak yang konsisten,” imbuh Mamit.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra mengapresiasi keterlibatan PLN EPI dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Viral Bagek Kembar. Menurutnya, pengembangan destinasi wisata membutuhkan peran aktif berbagai pihak, tidak hanya pemerintah daerah.
“Kegiatan PLN EPI ini sangat strategis. Penataan lapak UMKM menjadi solusi konkret untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata, terutama di tengah keterbatasan sumber daya yang ada,” ujarnya.
Cahya juga menyoroti tantangan abrasi di wilayah pesisir Mataram yang berpotensi mempengaruhi keberlanjutan kawasan wisata. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Mataram tengah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk penanganan terpadu.
“Kami sedang mengupayakan pembangunan pemecah ombak dengan teknologi yang tepat. Penanganan abrasi ini membutuhkan dukungan kebijakan di tingkat nasional, namun kami optimistis upaya ini dapat segera terealisasi untuk melindungi kawasan wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi ini, PLN Energi Primer Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan), dengan menghadirkan pembangunan kawasan wisata dan pemberdayaan UMKM yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

