daelpos.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menandatangani nota kesepakatan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) RI untuk memperkuat penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penandatanganan kerja sama dilakukan di Balairung Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 9 Februari.
Kesepakatan tersebut disaksikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana.
Pramono mengatakan program Makan Bergizi Gratis memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama siswa. Menurut dia, program ini turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Jakarta yang mencapai 5,21 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.
“Dampaknya paling luar biasa dan signifikan,” kata Pramono.
Ia juga menilai program MBG berpengaruh terhadap perbaikan indikator gizi anak, penurunan stunting dan kemiskinan, serta penciptaan lapangan kerja. Program ini, kata Pramono, melengkapi jaring pengaman sosial di Jakarta seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), dan layanan transportasi gratis.
Dalam kerja sama tersebut, Pemprov DKI melalui badan usaha milik daerah (BUMD) pangan berkomitmen menjaga rantai pasok bahan baku untuk mendukung kebutuhan Badan Gizi Nasional.
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menyebutkan, dari target 804 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta, sebanyak 475 unit telah beroperasi. Sisanya masih dalam tahap persiapan.
Dadan optimistis pembangunan SPPG akan segera rampung mengingat infrastruktur Jakarta yang dinilai memadai. Ia juga menekankan pentingnya peran BUMD dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan untuk keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis.








