Hutama Karya Tuntaskan Masjid Negara IKN 100%, Tarawih Perdana Ramadan 2026

Friday, 20 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – IKN – Pembangunan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) telah rampung 100 persen dan siap menyambut pelaksanaan ibadah Ramadhan 1447 H/2026 M, termasuk penyelenggaraan salat tarawih berjamaah perdana yang akan menjadi salah satu momen bersejarah di ibu kota baru. Masjid negara yang menjadi salah satu infrastruktur keagamaan pertama di IKN ini dibangun di atas lahan dan tapak bangunan seluas kurang lebih 48.969 meter persegi dan diproyeksikan sebagai pusat kegiatan ibadah, sosial, serta wisata religi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.

Masjid Negara IKN dikerjakan melalui kerja sama operasi (KSO) antara PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Hutama Karya (Persero) (Adhi–HK) . Dalam pelaksanaannya, KSO Adhi–HK bertanggung jawab atas pekerjaan struktur utama, arsitektur, MEP, penataan kawasan, serta koordinasi teknis dan pengendalian mutu konstruksi, sehingga masjid dapat mendukung pelaksanaan ibadah Ramadhan dan rangkaian kegiatan keagamaan di IKN tahun ini.

Dari sisi kapasitas, Masjid Negara IKN didesain untuk menampung hingga sekitar 60.000 jamaah pada tahap ultimate, sedangkan pada tahap konstruksi saat ini (tahap 1), kapasitas efektif mencapai kurang lebih 29.095 jamaah yang tersebar di bangunan utama dan area pendukung yang akan menjadi basis layanan jamaah pada salat tarawih perdana Ramadhan 2026. Masjid ini disiapkan sebagai pusat aktivitas keagamaan skala nasional di IKN, mulai dari salat fardu, salat Jumat, tarawih, hingga peringatan hari besar Islam.

Secara tata ruang, Masjid Negara IKN terbagi dalam tiga zona utama, diantaranya bangunan utama, bangunan penunjang, dan bangunan komersial. Bangunan utama difungsikan sebagai area salat dan penyelenggaraan acara keagamaan utama, sementara bangunan penunjang dirancang sebagai ruang serbaguna yang dapat menjadi area tenant, booth terbuka, dan pusat aktivitas Ramadhan. Di antara bangunan utama dan Plaza Kerukunan, terdapat bangunan komersial yang menjadi ruang kegiatan seperti area makan, tenant masjid, hingga fasilitas untuk pelaksanaan kurban pada Iduladha.

See also  Jelang Idul Adha 1440 H, Pertamina Tambah Pasokan LPG Lebih dari 10 Persen

Kompleks masjid juga dilengkapi berbagai prasarana umum untuk mendukung kenyamanan jamaah dalam skala besar. Fasilitas yang tersedia antara lain parkir bus dan mobil, area pengisian daya kendaraan listrik (electrical charging vehicle), serta area wudhu yang tersebar di lantai Ground Floor, lantai 2, dan lantai 3 bangunan utama. Fasilitas wudhu dan toilet turut disediakan di masing-masing bangunan pendukung untuk mengakomodasi lonjakan jamaah selama Ramadhan dan hari besar keagamaan.

Masjid Negara IKN dirancang selaras dengan visi Ibu Kota Nusantara sebagai kota hutan (forest city) yang berkelanjutan melalui penerapan prinsip Bangunan Hijau (green building). Sistem ventilasi alami dan pencahayaan daylighting dioptimalkan melalui desain pintu dan fasad yang terbuka, dengan pengaturan aliran udara panas ke puncak kubah sehingga ruang utama tetap sejuk tanpa ketergantungan penuh pada sistem pendingin udara. Di sisi lain, pemanfaatan energi terbarukan diwujudkan melalui pemasangan panel surya di area kanopi jalur pejalan kaki dan kawasan parkir (SPKLU) untuk menyuplai sebagian kebutuhan listrik masjid.

Dari aspek pengelolaan air dan lanskap, masjid dikelilingi embung atau kolam penampung yang berfungsi sebagai elemen estetika sekaligus pengendali mikroklimat dan retensi air hujan. Sistem daur ulang air dirancang agar air dapat digunakan kembali untuk penyiraman lanskap dan kebutuhan non-konsumsi lainnya, sehingga mengurangi beban sistem air bersih. Upaya menekan jejak karbon juga dilakukan melalui pemanfaatan material yang minim limbah dan sebanyak mungkin bersumber dari pemasok lokal, didukung pemodelan konstruksi presisi sehingga sisa bahan bangunan dapat diminimalkan.

Dalam hal pemberdayaan lokal, pembangunan Masjid Negara IKN melibatkan sekitar 30 persen tenaga kerja lokal dari Kalimantan serta subkontraktor lokal untuk berbagai pekerjaan fabrikasi. Sejumlah elemen seperti railing mezanin, sebagian totem wudhu, dan railing kaca dikerjakan oleh pelaku industri lokal sehingga memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah sekaligus memperkuat transfer pengetahuan.

See also  Menteri LHK: Pahami Langkah-Langkah Korektif, Segera Eksekusi dan Rampungkan

Secara arsitektural, Masjid Negara IKN mengusung konsep desain sorban yang ikonik dan sarat makna filosofis. Bentuk kubah yang menyerupai lekukan sorban atau lilitan kain merepresentasikan identitas budaya Nusantara yang lekat dengan kain tradisional, sekaligus menggambarkan kelembutan dan fleksibilitas bangsa. Rangkaian lengkung dan spiral yang memusat memvisualisasikan perjalanan manusia dalam mencari makna, mendekat kepada Sang Pencipta, dan menyatu dengan alam.

Bangunan masjid yang berdiri di atas embung mencerminkan karakter Indonesia sebagai negara kepulauan, dengan air sebagai elemen yang menyatukan fungsi estetika, kenyamanan termal, dan keberlanjutan lingkungan. Lokasinya yang ditempatkan dalam satu kawasan terpadu dengan rumah ibadah agama lain menjadi simbol nyata implementasi Bhinneka Tunggal Ika dan penguatan toleransi antarumat beragama, sementara sirkulasi udara dan pencahayaan alami mencerminkan adaptasi terhadap iklim tropis dan kearifan lokal arsitektur Nusantara.

Fungsi Masjid Negara IKN tidak berhenti pada ruang ibadah, tetapi meluas sebagai pusat kegiatan sosial, edukatif, dan wisata religi. Masjid akan menjadi tempat penyelenggaraan pengajian, seminar, diskusi, dan aktivitas keilmuan dengan dukungan ruang pertemuan serta fasilitas literasi keislaman, termasuk perpustakaan atau ruang literasi berbasis digital. Dengan arsitekturnya yang ikonik dan posisinya di pusat pemerintahan baru, masjid ini diproyeksikan menjadi salah satu destinasi utama wisata religi yang merepresentasikan Islam Indonesia yang moderat dan inklusif.

Dukungan terhadap pembangunan IKN turut disampaikan oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Ia menilai kehadiran Masjid Negara dan fasilitas keagamaan lintas umat lain menjadi representasi penting dari Nusantara sebagai ibu kota yang inklusif dan merefleksikan keragaman Indonesia, sejalan dengan rencana Kementerian Agama yang akan segera berkantor di Nusantara seiring percepatan relokasi lembaga pemerintah pusat ke IKN. “Nah, dengan demikian kita akan lebih mempercepat aktivitas kantor kita di sini, karena ini adalah kebanggaan kita, makin cepat dilihat oleh dunia makin akan lebih bagus, insya Allah sesuai dengan harapan Bapak Presiden bahwa IKN ini nanti akan menjadi ikonik bangsa Indonesia yang sangat membanggakan. Saya kira kita banyak masyarakat yang belum paham apa dan seperti apa IKN sekarang ini, saya sendiri juga sangat yakin setelah melihat, menyaksikan dari dekat apa-apa yang telah disiapkan,” ujar Nasaruddin, dikutip dari laman resmi ikn.go.id pada 11 Januari 2026.

See also  Tiga MPP Pertama di Bengkulu Akan Diresmikan Menteri Anas

Dari perspektif perusahaan, partisipasi Hutama Karya dalam pembangunan Masjid Negara IKN merupakan tonggak strategis yang memperkuat portofolio ikon nasional perusahaan. Keterlibatan sebagai bagian dari KSO Adhi–HK pada proyek dengan desain rumit seperti kubah sorban menjadi bukti kapasitas teknis Hutama Karya dalam menangani arsitektur non-standar dan proyek berkategori legacy building, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan dan konstruksi ramah lingkungan melalui penerapan teknologi BIM dan prinsip green building.

Pada kesempatan terpisah, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa Hutama Karya menjalankan penugasan pembangunan Masjid Negara IKN dengan fokus pada keselamatan pengguna, mutu pekerjaan, agar segera dapat dimanfaatkan masyarakat. “Hutama Karya berkomitmen menghadirkan infrastruktur keagamaan yang tidak hanya ikonik secara arsitektur, tetapi juga fungsional, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga keberadaan Masjid Negara IKN benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi umat dan menjadi kebanggaan baru bagi Indonesia,” tutupnya.

Berita Terkait

Prabowo–Trump Teken Perjanjian Dagang Bersejarah di Washington
Respons Cepat Kementerian PU, Jembatan Armco Gampong Salah Sirong Segera Dibangun
Mudik Gratis BUMN 2026 Dibuka, Jasa Raharja Sediakan 23.500 Kuota
COO Danantara Indonesia Tinjau Jalan Tol Pekanbaru-Padang Seksi Padang-Sicincin
HKA Tampil di Seminar Bersama Egis Asia Pacific dan HPJI soal Aset Jalan Tol
Rakor Bersama DPR RI, Kementerian PU Komitmen Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
Pergerakan Lalu Lintas JTTS pada Long Weekend Imlek 2026
Hutama Karya Rampungkan Jembatan Sementara Aih Bobo, Akses Gayo Lues Kembali Tersambung

Berita Terkait

Friday, 20 February 2026 - 17:32 WIB

Prabowo–Trump Teken Perjanjian Dagang Bersejarah di Washington

Friday, 20 February 2026 - 17:21 WIB

Hutama Karya Tuntaskan Masjid Negara IKN 100%, Tarawih Perdana Ramadan 2026

Friday, 20 February 2026 - 17:13 WIB

Respons Cepat Kementerian PU, Jembatan Armco Gampong Salah Sirong Segera Dibangun

Friday, 20 February 2026 - 00:06 WIB

Mudik Gratis BUMN 2026 Dibuka, Jasa Raharja Sediakan 23.500 Kuota

Thursday, 19 February 2026 - 19:40 WIB

COO Danantara Indonesia Tinjau Jalan Tol Pekanbaru-Padang Seksi Padang-Sicincin

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung / foto ist

Megapolitan

Pramono Bakal Evaluasi Izin Lapangan Padel di Jakarta

Friday, 20 Feb 2026 - 17:39 WIB

Berita Utama

Indonesia-AS Capai Kesepakatan Tarif Nol Persen untuk 1.819 Produk

Friday, 20 Feb 2026 - 17:28 WIB