Terima Yayasan Sukun, Wamen Viva Yoga: Sukun Komoditas dan Tanaman Pangan Masa Depan

Tuesday, 24 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan pada tahun 1995 Departemen Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan pernah memiliki program sukunisasi. Program yang dihela pada masa Menteri Siswono Yudo Husodo, 1993-1998, melakukan uji coba dengan penanaman pohon sukun di pekarangan-pekarangan rumah di kawasan transmigrasi. “Dengan kehadiran Bapak-Ibu mengingatkan kembali program itu dan perlu dikaji kembali untuk kemungkinan bisa kita kembangkan sukun di kawasan transmigrasi”, ujarnya.

Harapan untuk kembali melakukan sukunisasi disampaikan Viva Yoga saat dirinya menerima Yayasan Sukun Nusantara Sejahtera, di Gedung C, Komplek Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Kalibata, Jakarta, 24/2/2026. Hadir dari pihak yayasan, Ketua Bidang Kerjasama dan Pengembangan Bisnis Joediantoro, Sekretaris Umum Riyan Sumindar, dan pengurus lainnya.

Diakui tanaman dan buah sukun memiliki banyak kelebihan, seperti mampu tumbuh di berbagai jenis lahan, tidak memerlukan pupuk dan pestisida saat tanam, sumber karbohidrat setara beras, menyimpan karbon, dan memiliki nilai ekonomi tinggi. “Saya setuju untuk kembali menanam sukun sebab kehadiran tanaman ini mendukung diversifikasi pangan”, ujarnya. “Sukun merupakan tanaman pangan masa depan”, tambahnya.

Peluang menanam sukun di kawasan transmigrasi menurutnya sangat terbuka lebar. Kementrans saat ini memiliki 154 kawasan transmigrasi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Komoditas yang dikembangkan di kawasan-kawasan itu seperti padi, jagung, singkong, porang, ubi, dan sagu. “Di samping juga ada tanaman industri perkebunan, perikanan, dan wisata”, ungkap mantan Anggota Komisi IV DPR dua periode itu.

Diakui komoditas sukun belum dikembangkan secara massif di kawasan transmigrasi. “Komoditas sukun belum banyak dibudidayakan oleh masyarakat, ada tapi belum banyak. Tidak menjadi program, sifatnya hanya personal”, ujarnya. Menanam sukun dikatakan sebagai upaya untuk mendukung swasembada pangan. Viva Yoga menyebut sukun bisa sebagai makanan pengganti nasi dan sumber karbohidrat, “sukun dapat menjadi salah satu alternatif pangan”, ujarnya.

See also  Bank DKI Raih Penghargaan APDI 2023

Dengan banyaknya kawasan transmigrasi, Yayasan Sukun Nusantara Sejahtera bisa menimbang di mana hendak melakukan sukunisasi bahkan industrialisasi sukun. Menanam sukun dikatakan tidak hanya untuk mendiversifikasi pangan namun juga untuk menciptakan kesejahteraan bagi pelaku usaha. Hasil olahan dari komoditas ini mampu menjadi beragam bentuk seperti tepung, snack, beras analog, produk untuk bayi dan balita, mie instan, dan pakan ternak.

Untuk mengembangkan kembali sukun, didorong yayasan ini kerap melakukan sosialisasi programnya kepada masyarakat dan kementerian terkait. Diungkap dulu masyarakat banyak yang belum tahu manfaat dan nilai ekonomi yang tinggi dari pohon sawit. Dalam perjalanan waktu, tanaman ini sekarang menjadi pilihan sebagai penopang kehidupan. “Ke depan masyarakat juga akan memilih sukun sebagai komoditas unggulan”, paparnya.

Berita Terkait

Kementerian PU Bergerak PulihkanTanah Longsor pada Akses Jalan Kelok 9 dan Solok Selatan
Hutama Karya Teken Kontrak Irigasi di Tiga Provinsi, Dukung Swasembada Pangan Nasional
BRI Perkuat Literasi Keuangan Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games
DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan, dan Dialog Publik
Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah
BULOG Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Tetap Terjaga
Kementerian PU Jaga Jalan Tetap Fungsional Walau Longsor Kembali Terjang Ruas Tapan–Batas Jambi
Lebih dari 4.000 Buku Hadir di Yapsi, TEP ITB Buka Ruang bagi Anak Papua Merawat Mimpi

Berita Terkait

Sunday, 8 November 2026 - 18:20 WIB

Kementerian PU Bergerak PulihkanTanah Longsor pada Akses Jalan Kelok 9 dan Solok Selatan

Thursday, 5 November 2026 - 18:47 WIB

Hutama Karya Teken Kontrak Irigasi di Tiga Provinsi, Dukung Swasembada Pangan Nasional

Thursday, 5 November 2026 - 18:17 WIB

BRI Perkuat Literasi Keuangan Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games

Thursday, 5 November 2026 - 16:30 WIB

DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan, dan Dialog Publik

Wednesday, 4 November 2026 - 13:21 WIB

Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah

Berita Terbaru

News

Menanti Hoegeng di Era Modern: Oase Kapolri Suyudi

Sunday, 8 Nov 2026 - 10:28 WIB