Indonesia Gaet Komitmen Investasi Rp6,3 Triliun di IIF 2026 London

Saturday, 7 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani.

daelpos.com – Indonesia berhasil menghimpun komitmen investasi senilai sekitar Rp6,3 triliun atau USD 385,1 juta melalui penandatanganan dan penyampaian tiga kesepakatan strategis dalam Indonesia Investment Forum (IIF) 2026 di London, Inggris, Kamis (5/11) yang disaksikan langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani.

Komitmen tersebut mencakup rencana investasi di sektor pengolahan timah oleh Titanium Capital senilai Rp4,16 triliun (setara USD 252,1 juta), pengembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) oleh Axelera di KEK Industropolis Batang yang merupakan tindak lanjut dari pertemuan bisnis keduanya pada Trade Expo Indonesia 2026 senilai EUR 50 juta (setara USD 56 juta), dan pemanfaatan lahan kawasan industri untuk fasilitas perakitan alat berat dan suku cadangnya oleh BlackInk Co-operation Limited di Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) senilai USD 77 juta.

“Ketika memutuskan untuk berinvestasi, saya selalu mengatakan bahwa investor tidak menyukai ketidakpastian. Investor menginginkan kepastian, prediktabilitas, serta proses yang kredibel. Oleh karena itu, Indonesia terus berupaya memperbaiki iklim investasi. Kami terus meninjau dan merevisi kebijakan serta regulasi untuk memberikan kepastian dan prediktabilitas yang lebih baik bagi investor. Indonesia juga terus melakukan pembenahan agar semakin kompetitif dalam menarik investasi asing ke Tanah Air,” jelas Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.

IIF tahun ini mengangkat tema “Fostering Resilient Investment Through a Robust Supply Chain” dan dihadiri sekitar 100 delegasi dari kalangan industri, perbankan, serta otoritas pemerintah. Forum ini menjadi wadah bagi Indonesia untuk mempromosikan peluang investasi sekaligus mempertemukan calon investor dengan pemangku kepentingan terkait.

Sejumlah agenda diselenggarakan dalam forum tersebut, antara lain diskusi tingkat tinggi (C-Suite) yang melibatkan pimpinan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Keuangan, serta Bank Indonesia. Selain itu, terdapat sesi business pitching proyek-proyek dari Danantara Indonesia, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan Badan Usaha Milik Negara, serta pertemuan bisnis langsung (1-on-1 business matching) untuk menjajaki peluang kerja sama investasi di Indonesia.

See also  Hutama Karya Percepat Kontruksi Transformasi Digital Hingga Diakui Dunia

Bidik Sektor Jasa Keuangan

Selain menghimpun komitmen investasi melalui IIF 2026, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani dalam kapasitasnya sebagai CEO Danantara Indonesia juga melakukan pertemuan dengan Chairman Prudential plc Sir Douglas Flint di London. Pertemuan tersebut membahas peluang pengembangan usaha dan kelanjutan investasi Prudential di Indonesia, khususnya pada sektor asuransi dan layanan keuangan.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Rosan membahas tiga area potensial untuk pengembangan kerja sama, yaitu pengembangan ekosistem asuransi dan layanan kesehatan terintegrasi, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta pengembangan talenta dan inovasi teknologi asuransi (InsurTech) dan kecerdasan buatan (AI). Salah satu sasaran yang menjadi perhatian adalah peningkatan penetrasi asuransi Indonesia menjadi 3,2% pada 2027.

Untuk mendukung pengembangan investasi di sektor tersebut, Indonesia juga menawarkan sejumlah kebijakan insentif, antara lain Super Tax Deduction hingga 200% bagi penyelenggara program vokasi serta fasilitas perpajakan bagi lembaga keuangan yang beroperasi di Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

“Indonesia tidak hanya memiliki perekonomian yang besar dan potensial, tetapi juga terus melakukan reformasi, khususnya dalam proses perizinan dan penerbitan persetujuan. Oleh karena itu, pada 2025, pemerintah menerbitkan peraturan pemerintah baru (Peraturan Pemerintah No.28 Tahun 2025) yang memberikan kewenangan kepada kementerian kami (Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM) untuk menerbitkan persetujuan dan perizinan secara otomatis apabila seluruh persyaratan permohonan telah dipenuhi. Langkah ini dilakukan untuk memberikan kepastian yang lebih besar bagi investor dalam memperoleh persetujuan dan perizinan,” pungkas Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM. (*)

Berita Terkait

BRI Salurkan Tunjangan Profesi Guru Non-ASN Seniliai Rp921,6 Miliar kepada Lebih dari 507 Ribu Penerima
Livin’ Berbagi, Inisiatif Sederhana Bank Mandiri Hadirkan Manfaat bagi Sesama
Keminveshil Jajaki Peluang Investasi Strategis dengan Azerbaijan
Telkom Raih “SOE In-House of The Year” di ALB Indonesia Law Awards 2026
Danantara Gelar DTIIF 2026, Dorong Inovasi Teknologi Indonesia
Indonesia–Azerbaijan Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Peluang Investasi
BRI Dukung Talenta Muda Siap Kerja Lewat Program Magang
Hutama Karya Dorong Ekonomi Sirkular, Sulap Sampah Plastik dan Minyak Jelantah Jadi Rupiah

Berita Terkait

Saturday, 7 November 2026 - 00:53 WIB

Indonesia Gaet Komitmen Investasi Rp6,3 Triliun di IIF 2026 London

Wednesday, 4 November 2026 - 13:46 WIB

BRI Salurkan Tunjangan Profesi Guru Non-ASN Seniliai Rp921,6 Miliar kepada Lebih dari 507 Ribu Penerima

Monday, 2 November 2026 - 18:11 WIB

Livin’ Berbagi, Inisiatif Sederhana Bank Mandiri Hadirkan Manfaat bagi Sesama

Monday, 2 November 2026 - 07:05 WIB

Keminveshil Jajaki Peluang Investasi Strategis dengan Azerbaijan

Friday, 30 October 2026 - 18:33 WIB

Telkom Raih “SOE In-House of The Year” di ALB Indonesia Law Awards 2026

Berita Terbaru

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani.

Ekonomi - Bisnis

Indonesia Gaet Komitmen Investasi Rp6,3 Triliun di IIF 2026 London

Saturday, 7 Nov 2026 - 00:53 WIB