daelpos.com – Pemerintah memastikan pasokan energi nasional dalam kondisi aman dan andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. Kesiapan tersebut mencakup pasokan listrik nasional serta ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang terus dipantau melalui Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Ketua Satuan Tugas Posko Nasional Sektor ESDM, Erika Retnowati, menegaskan pemerintah terus memastikan kecukupan pasokan energi selama periode hari raya.
“Pemerintah terus-menerus memastikan pasokan energi agar memadai dan andal pada saat Idul Fitri 2026,” ujar Erika saat meninjau kesiapan energi di Indramayu, Kamis (12/3).
Ia menjelaskan sistem ketenagalistrikan nasional memiliki cadangan daya yang cukup besar untuk mengantisipasi kebutuhan listrik masyarakat selama periode Ramadan hingga Idulfitri.
Menurutnya, pada saat Idulfitri nanti beban puncak listrik diperkirakan mencapai sekitar 31.000 megawatt (MW). Sementara daya mampu pasok sistem kelistrikan nasional mencapai sekitar 51.000 MW.
“Dengan kondisi tersebut terdapat cadangan sekitar 16.000 MW atau sekitar 48 persen dari total pasokan,” jelasnya.
Selain itu, sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali) yang menjadi tulang punggung pasokan listrik nasional juga dipastikan dalam kondisi normal dan andal. Berdasarkan pemantauan aliran daya, beban puncak siang di sistem Jamali tercatat sekitar 34.377 MW, sedangkan beban puncak malam mencapai sekitar 34.308 MW.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama arus mudik, PT PLN (Persero) juga menyiapkan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di jalur Trans Sumatra hingga Jawa-Bali.
PLN menyediakan sebanyak 1.681 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 994 lokasi. Selain itu, lebih dari 5.000 petugas disiagakan selama 24 jam untuk memastikan layanan berjalan optimal.
Tidak hanya itu, PLN juga menyiapkan 15 unit SPKLU mobile di jalur Trans Sumatra–Jawa–Bali untuk mengantisipasi kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik di titik-titik dengan mobilitas tinggi.
Dari sisi kesiapan operasional, PLN turut menyiagakan sekitar 72.053 personel di berbagai wilayah. Berbagai peralatan pendukung juga disiapkan seperti posko siaga, genset, uninterruptible power supply (UPS), unit gardu bergerak (UGB), hingga mobil crane.
Selain listrik, pemerintah juga memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga selama periode mudik dan perayaan Idulfitri melalui peningkatan cadangan serta koordinasi dengan badan usaha penugasan.
Erika menyebut cadangan BBM nasional saat ini berada pada level yang aman. Cadangan bensin tercatat mencapai 25 hari, sementara untuk produk tertentu seperti Pertadex mencapai 45 hari. Adapun cadangan avtur untuk kebutuhan penerbangan mencapai sekitar 37 hari.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi selama Ramadan dan Idulfitri.
“Pemerintah terus berupaya memastikan pasokan energi, baik listrik maupun BBM, tersedia secara aman dan andal sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas mudik dengan lancar,” pungkas Erika.








