daelpos.com – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menghadiri pencanangan pembangunan (project launching) Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (9/4).
Pencanangan ini menjadi tonggak penting dalam percepatan pembangunan infrastruktur logistik strategis yang diharapkan mampu mendukung transformasi ekonomi berbasis hilirisasi sekaligus meningkatkan daya saing investasi di Sumatera Selatan.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pembangunan dan pengoperasian Pelabuhan Palembang Baru serta penyelenggaraan pelabuhan pengumpan regional yang telah dilakukan pada 31 Oktober 2025.
Dalam sambutannya, Todotua menegaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan solusi strategis atas tantangan utama daerah, terutama efisiensi logistik dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam (SDA).
“Persoalan utama kita bukan pada sumber daya, tetapi pada kemampuan mengkomersialisasikan dan efisiensi logistik. Pelabuhan Tanjung Carat ini adalah solusi untuk meningkatkan kapasitas perdagangan dan memperbaiki daya saing kita,” tegasnya.
Ia menyoroti, Sumatera Selatan memiliki kekayaan SDA melimpah—mulai dari batu bara, migas hingga komoditas perkebunan—namun belum sepenuhnya optimal akibat keterbatasan infrastruktur logistik yang efisien.
“Kita ini kaya sumber daya, tapi kalau tidak kompetitif, tidak ada artinya. Ujungnya masyarakat juga yang menanggung. Maka infrastruktur logistik menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Todotua menjelaskan bahwa pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat akan terintegrasi dengan ekosistem pendukung, seperti jalan tol, jalur kereta api, serta kawasan industri dalam satu klaster pengembangan.
Sejalan dengan arahan Presiden untuk mempercepat hilirisasi, kawasan Tanjung Carat juga diusulkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis hilirisasi guna memperkuat daya saing investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ini bagian dari proyek strategis nasional. Rencananya di sini juga akan dibuka kawasan ekonomi khusus, bahkan menjadi KEK hilirisasi pertama,” jelasnya.
Todotua juga mengungkapkan, kinerja investasi Sumatera Selatan menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, realisasi investasi tercatat mencapai Rp62,66 triliun, didominasi sektor industri pengolahan—khususnya kertas dan percetakan—diikuti pertambangan serta energi.
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan arah transformasi ekonomi daerah menuju industri bernilai tambah yang perlu didukung infrastruktur logistik memadai.
“Potensi investasinya sudah besar, tetapi harus kita dorong dengan infrastruktur yang efisien agar nilai tambahnya maksimal dan daya saing meningkat,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat telah memberikan dukungan penuh terhadap proyek ini, termasuk percepatan penyelesaian lahan dan integrasi infrastruktur pendukung.
“Semua dukungan sudah ada. Kalau ini tidak kita jalankan cepat, kita akan kehilangan momentum. Sekarang tinggal komitmen bersama untuk mengeksekusi,” tegasnya.
Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat diharapkan mampu meningkatkan kapasitas ekspor, menekan biaya logistik, serta mendorong tumbuhnya kawasan industri baru di Sumatera Selatan.
Acara ini turut dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, serta para pemangku kepentingan dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta. (*)








