Atasi Krisis Sampah, PLN Dukung Percepatan PSEL di Denpasar, Bogor, dan Bekasi

Sunday, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Daerah (Pemda) dengan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Ruang Rapat Utama Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (21/4), Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (ketiga dari kiri) menegaskan pentingnya percepatan tahapan persipan proyek, termasuk memastikan kecukupan pasokan sampah sebagai bahan baku utama PSEL.

Pada penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Daerah (Pemda) dengan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Ruang Rapat Utama Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (21/4), Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (ketiga dari kiri) menegaskan pentingnya percepatan tahapan persipan proyek, termasuk memastikan kecukupan pasokan sampah sebagai bahan baku utama PSEL.

daelpos.com – PT PLN (Persero) mendukung percepatan implementasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui kolaborasi antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) di kawasan Denpasar Raya, Bogor Raya, dan Kota Bekasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama menjawab tantangan pengelolaan sampah nasional sekaligus mendorong pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemda Bali dan Bogor dengan PT Zhejiang Weiming, serta Pemerintah Kota Bekasi dengan PT Wangneng Bekasi Environmental Nusantara. Penandatanganan disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq; Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto; CIO Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir; Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi; Gubernur Bali, Wayan Koster; Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo; dan jajaran BUPP di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (21/4).

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya percepatan tahapan persiapan proyek, termasuk memastikan kecukupan pasokan sampah sebagai bahan baku utama PSEL.

“Kita sudah masuk kategori darurat sampah. Karena itu proyek ini harus kita kawal agar selesai tepat waktu, sekaligus memastikan bahan bakunya tersedia,” ujar Zulkifli.

Ia juga mendorong kolaborasi lintas wilayah pada kawasan aglomerasi yang belum memenuhi volume sampah yang dibutuhkan. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah nasional yang kian mendesak di berbagai daerah.

Mendukung hal tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan kesiapan pihaknya untuk berperan aktif dalam mendukung keberhasilan proyek PSEL melalui koordinasi intensif dengan Pemerintah, Danantara Indonesia, dan para pemangku kepentingan agar seluruh tahapan proyek berjalan selaras dan tepat waktu.

See also  Kemenkeu Amankan Rp13,26 T Pengganti Kerugian Negara

“PLN telah memetakan titik interkoneksi terdekat dari lokasi PSEL yang akan dibangun agar proses penyambungan lebih cepat dan efisien sesuai target pengembangan proyek. PLN juga mempercepat pembahasan awal PJBL sehingga tahapan yang umumnya memerlukan waktu beberapa bulan dapat dipersingkat,” kata Darmawan.

Dalam proyek PSEL, PLN berperan sebagai offtaker listrik, yaitu pihak yang menyerap listrik yang dihasilkan dari fasilitas pengolahan sampah. Peran ini sangat penting untuk meningkatkan kelayakan proyek, memperkuat kepercayaan investor, serta membuka akses pembiayaan bagi pengembang.

Pengembangan PSEL diharapkan memberi manfaat luas bagi masyarakat, mulai dari pengurangan timbunan sampah perkotaan, peningkatan kualitas lingkungan, hingga penambahan pasokan listrik berbasis sumber energi domestik.

“PLN menyambut baik penandatanganan kerja sama ini sebagai langkah konkret percepatan proyek PSEL. Kami memastikan listrik yang dihasilkan dapat terintegrasi dalam sistem kelistrikan nasional dan dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” tutup Darmawan.

 

Berita Terkait

Hari Bumi 2026, Pertamina Perkuat Transisi Energi dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Berkelanjutan
PLN Teken PJBTL Terbesar untuk Data Center di Indonesia, Siap Pasok Listrik 511 MVA ke DayOne
Tiga Trofi Sekaligus, PLN EPI Group Buktikan Operational Excellence di Listrik Indonesia Award 2026
Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar
Dukung Haji 2026, Pertamina Siagakan Infrastruktur dan Perkuat Avtur Nasional
Momentum Hari Kartini, PLN EPI Dorong Keberanian Bersuara Untuk Ciptakan Ruang Aman di Tempat Kerja
PLN Energi Gas Hadirkan Program PESAT–BP untuk Tingkatkan Kompetensi dan Peluang Kerja Masyarakat Balai Pungut
PLN Icon Plus Dukung Ruang Ekspresi Karyawati melalui Srikandi Band di Hari Kartini
Tag :

Berita Terkait

Sunday, 26 April 2026 - 21:46 WIB

Hari Bumi 2026, Pertamina Perkuat Transisi Energi dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Berkelanjutan

Sunday, 26 April 2026 - 21:36 WIB

PLN Teken PJBTL Terbesar untuk Data Center di Indonesia, Siap Pasok Listrik 511 MVA ke DayOne

Sunday, 26 April 2026 - 21:33 WIB

Atasi Krisis Sampah, PLN Dukung Percepatan PSEL di Denpasar, Bogor, dan Bekasi

Saturday, 25 April 2026 - 00:18 WIB

Tiga Trofi Sekaligus, PLN EPI Group Buktikan Operational Excellence di Listrik Indonesia Award 2026

Friday, 24 April 2026 - 16:51 WIB

Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar

Berita Terbaru