Kementerian PU Perkuat Pengendalian Banjir di Maluku Utara, Bangun Sabo Dam dan Tanggul Sungai Tahun 2026

Tuesday, 5 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara terus memperkuat ketahanan infrastruktur sumber daya air (SDA) di wilayah timur Indonesia melalui pembangunan infrastruktur pengendali sedimen (sabo dam) dan tanggul sungai di Provinsi Maluku Utara pada tahun anggaran 2026.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan kerusakan daerah aliran sungai (DAS), sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan dan aktivitas masyarakat di sekitar sungai.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan sabo dam menjadi prioritas untuk menahan material bawaan dari hulu sungai yang kerap memicu genangan dan kerusakan saat curah hujan tinggi.

“Kita akan percepat pembangunan sabo dam dari hulu karena sabo dam mampu menahan tekanan puing kayu, batu, dan pasir,” kata Menteri Dody.

Pembangunan tersebut mencakup dua unit sabo dam serta pembangunan tanggul sungai sepanjang 0,8 km yang tersebar di sejumlah lokasi di Kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Utara.

Sejumlah pekerjaan yang dilaksanakan antara lain pembangunan pengendali sedimen (sabo dam) di Kecamatan Ternate Selatan dan Kecamatan Ternate Pulau, Kota Ternate, dengan nilai kontrak sebesar Rp24,61 miliar dengan waktu pelaksanaan 266 hari kalender.

Selain itu, pembangunan pengendali sedimen juga dilakukan di Sungai Kastela, Kota Ternate, dengan nilai kontrak sebesar Rp15 miliar dengan waktu pelaksanaan selama 246 hari kalender.

Di Kabupaten Halmahera Utara, Kementerian PU juga melaksanakan pembangunan tanggul dan perbaikan Sungai Asimiro dengan nilai kontrak sebesar Rp14,72 miliar dan waktu pelaksanaan selama 261 hari kalender.

Secara teknis, sabo dam berfungsi menahan dan mengendalikan sedimen serta material debris seperti kayu, batu, dan pasir dari hulu Sungai Kastela dan Sungai Sasa agar tidak terbawa ke hilir yang dapat menyebabkan pendangkalan dan banjir. Infrastruktur ini juga membantu menstabilkan morfologi sungai serta mengurangi erosi.

See also  Berdayakan 40 Orang Pekerja, Usaha Sarung Tangan Safety Binaan Pertamina Alami Peningkatan Produksi 10 Kali Lipat

Sementara itu, pembangunan tanggul dan pengaman sungai bertujuan mengendalikan aliran air agar tetap berada dalam alur sungai, meningkatkan kapasitas aliran, serta melindungi kawasan permukiman dan infrastruktur dari potensi kerusakan akibat banjir.

Pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat mengurangi risiko kerusakan akibat banjir, menjaga stabilitas morfologi sungai, serta mendukung keberlanjutan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah sekitar sungai.

Dengan pembangunan ini, Kementerian PU terus memperkuat ketahanan wilayah di Provinsi Maluku Utara terhadap bencana hidrometeorologi sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Hilirisasi Kelapa Masuki Babak Baru, 2.900 Tenaga Kerja Siap Diserap
TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga
34.323 Desa Masuk Kawasan Hutan, Mendes Yandri Beri Rekomendasi dalam RUU Reforma Agraria ke Baleg DPR RI
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Ringan, Status Masih Siaga
Kementerian PU Perkuat Program Pengendalian Sampah, Anggaran TPS3R Naik 138 Persen Tahun 2027
Jaga Akses Tunggal ke Pelabuhan Maloy, Kementerian PU Siapkan Penanganan Jembatan Muara Lembak
Prabowo Tegaskan Arah Investasi: Hilirisasi Untuk Kesejahteraan
Mendes Yandri Dorong Bantuan ke Desa Berorientasi Pemberdayaan Ekonomi

Berita Terkait

Tuesday, 8 September 2026 - 19:02 WIB

Hilirisasi Kelapa Masuki Babak Baru, 2.900 Tenaga Kerja Siap Diserap

Tuesday, 8 September 2026 - 18:58 WIB

TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga

Monday, 7 September 2026 - 16:36 WIB

34.323 Desa Masuk Kawasan Hutan, Mendes Yandri Beri Rekomendasi dalam RUU Reforma Agraria ke Baleg DPR RI

Monday, 7 September 2026 - 13:54 WIB

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Ringan, Status Masih Siaga

Saturday, 5 September 2026 - 22:56 WIB

Kementerian PU Perkuat Program Pengendalian Sampah, Anggaran TPS3R Naik 138 Persen Tahun 2027

Berita Terbaru

Berita Utama

Hilirisasi Kelapa Masuki Babak Baru, 2.900 Tenaga Kerja Siap Diserap

Tuesday, 8 Sep 2026 - 19:02 WIB