daelpos.com – Pemerintah terus memacu langkah menuju swasembada dan ketahanan energi nasional. Di saat yang sama, porsi pendapatan negara dari sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) juga dibidik makin tebal.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, dirinya baru saja melaporkan sejumlah isu strategis kepada Presiden Prabowo Subianto, mulai dari pergerakan harga minyak mentah Indonesia hingga penataan izin pertambangan mineral dan batubara (minerba).
“Saya dipanggil Bapak Presiden untuk membahas perkembangan, termasuk harga crude terhadap ICP. Kedua, penataan tambang ke depan yang sebagian besar kepemilikannya harus dimiliki negara, sesuai implementasi Pasal 33,” ujar Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/5).
Menurutnya, penataan izin tambang akan dilakukan menyeluruh—baik untuk izin lama maupun baru. Tujuannya jelas: memastikan negara mendapat porsi yang lebih optimal dari pengelolaan sumber daya alam.
Pemerintah bahkan menyiapkan skema baru yang meniru pola di sektor migas, seperti cost recovery dan gross split. Skema ini akan menjadi dasar kerja sama dengan pihak swasta, namun tetap mengedepankan kepentingan negara.
“Kita ingin pendapatan negara bisa dimaksimalkan. Tetap konsesi, tapi porsinya harus lebih besar ke negara,” tegas Bahlil.
Tak hanya soal tambang, pemerintah juga tancap gas mengurangi ketergantungan impor energi. Salah satu langkah yang tengah dikaji adalah mengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) dengan Compressed Natural Gas (CNG).
Bahlil menyebut, harga CNG diproyeksikan bisa lebih murah sekitar 30 persen dibanding LPG. Alasannya, sumber gas dan industrinya tersedia di dalam negeri, sehingga ongkos distribusi jauh lebih efisien.
“Gasnya ada di kita, industrinya juga di dalam negeri. Tidak perlu impor, jadi biaya transportasi bisa ditekan. Selain itu, sumber gas tersebar di banyak wilayah,” jelasnya.
Jika program ini berjalan, penggunaan CNG diperkirakan mampu menghemat devisa hingga Rp130 triliun sekaligus menekan beban subsidi energi.
Saat ini, pemerintah masih melakukan uji coba penggunaan tabung CNG untuk masyarakat. Mengingat tekanan CNG mencapai 250 bar, diperlukan penyesuaian dari tabung LPG 3 kilogram yang selama ini digunakan.
“Hasil uji coba kemungkinan keluar dalam 2–3 bulan ke depan,” pungkas Bahlil.








